
Matahari dari ufuk timur mulai menampakan diri nya, merubah bumi yang semula gelap menjadi terang benerang. Pagi ini Calvin sedang bersiap-siap di bantu dengan Nila karena hari ini hari pertama nya masuk ke dalam kantor bersama Alka. Sampai sekarang Alka belum tau jika Calvin masuk ke kantor bersama nya.
Setelah bersiap-siap mereka berdua turun ke ruang makan untuk sarapan pagi, di sana sudah banyak orang yang juga sarapan pagi. Termasuk Vino, Alka dan Andy.
"Kau mau kemana cal, kenapa rapi sekali." Tanya Alka.
"Aku ingin bekerja di kantor seperti mu." Jawab Calvin.
"Kau yakin cal, kau masuk kantor mana." Tanya Alka.
"Dia bersama mu Alka, dia akan menggantikan Amanda dulu, dia harus belajar dengan mu sebelum aku mencari kan posisi yang tepat untuk nya." Ujar Andy.
"Tidak perlu posisi yang penting paman, aku hanya ingin belajar untuk sementara waktu sebelum perusahaan ku selesai pindah ke Indonesia." Kata Calvin.
"Begitu ya, baiklah nanti aku pikirkan posisi yang cocok untuk mu." Ucap Andy.
"Kalian berdua menantu ku, jangan membuat kekacauan dan jangan bertengkar atau aku yang akan menghukum kalian langsung. " Ujar Vino.
"Siap yah, jika dia tidak menganggu ku." Ucap Calvin.
"Aku, yang ada kau yang menganggu ku." Kata Alka yang tidak terima jika di katakan pengganggu oleh Calvin.
__ADS_1
"Baru aku katakan tadi, jangan bertengkar bisa hancur moonly grup melihat kalian bertengkar." Ucap Vino.
Mereka berdua langsung diam seketika, pertengkaran kecil memang sering terjadi, ntah itu karena Alka ataupun karena Calvin mereka berdua tidak pernah ada yang mau mengalah.
"Kerja yang semangat, agar kita mempunyai uang." Ucap Nila sebelum melepaskan kepergian suami nya.
"Sayang kita sudah kaya raya, aku bekerja bukan mencari uang tapi mencari pengalaman."
"Iya sayang aku paham, mana tau paman Andy memberikan mu gajih, kamu tau gaji hasil kerja keringat kita itu terasa sangat berbeda." Ucap Nila.
"Baik sayang aku akan kerja dengan semangat, kamu baik-baik di rumah, sayang daddy kerja dulu jaga mommy dengan baik." Calvin mencium perut Nila.
"Jangan sampai ada wangi wanita lagi di tubuh mu, awas saja jika sampai seperti semalam. Malam ini aku pasti kan kamu tidur di sofa." Ancam Amanda.
"Iya sayang, kamu jangan khawatir." Alka mencium wajah Amanda.
Mereka berdua naik dalam satu mobil yang sama menggunakan mobil Alka. Karena Calvin malas jika harus membawa mobil kesayangan nya ke kantor, mobil itu hanya untuk diri nya dan Nila.
"Alka, berapa gaji mu di moonly grup." Tanya Calvin.
"Aku, aku tidak tau, lagi pula itu perusahaan keluarga ku, mana mungkin aku di gaji, fasilitas yang ku punya selama ini dari keluarga ku, mungkin itu gaji ku." Jawab Alka.
__ADS_1
"Iya pula, kau sudah memiliki black kart buat apa di gaji." Ucap Alka.
"Calvin kau benar-benar berbeda menggunakan kemeja kantor seperti itu, aura mu seperti seorang CEO."
"Aku kan memang akan menjadi CEO." Kata Calvin, wajah ku pasti lebih tampan 100 kali lipat bukan.
"Aku menyesal telah memuji mu, kau benar-benar manusia paling percaya diri yang pernah aku temui." Ucap Alka.
Sesampainya di Moonly grup Calvin mengekor di belakang Alka. Ia sedikit takut melihat tatapan aneh dari orang-orang di sana.
"Siapa yang bersama dengan pak Alka, dia sangat tampan sekali."
"Kau benar, putih, tinggi, alis tebal. Ah dia pria impian ku."
"Jangan ngadi-ngadi kalian, mana mungkin pria setampan itu mau dengan kita. Dia serbuk berlian sedangkan kita serbuk gergaji."
"Hahaha kau benar, lebih baik kita lanjutkan pekerjaan kita, melihat pria tampan itu membuat aku semakin bersemangat."
Alka masuk ke dalam ruangan nya, sudah ada meja dan kursi untuk Calvin seperti Amanda dulu, tak lupa berkas yang siap menjadi pekerjaan pertama Calvin.
Alka menjelaskan apa saja yang harus Calvin kerjakan, karena Calvin memang pintar dengan cepat ia menangkap semua penjelasan dari Alka.
__ADS_1
"Sudah aku juga banyak pekerjaan." Ucap Alka.
"Terimakasih pak bos." Kata Calvin sambil hormat pada Alka.