
Tentang viona...
"Besok adalah pesta pernikahan kalian dan malam ini kalian jangan tidur bersama, bella tidur dengan viona dan stiven tidur dengan iqbaal..." ucap wijaya...
"Ha... bagaimana bisa, kami kan sudah menikah, jadi tidak masalah dong tidur bersama..." ucap stiven...
"Aku juga setuju dengan mu ka..." ucap iqbaal...
"Tapi aku setuju dengan papah, viona kita tidur bersama di kamar kakak ya..." ucap bella...
"Iya ka bella, kapan lagi tidur dengan mu..." ucap viona...
"Ayo kita masuk kamar, biarkan mereka berdua menikmati tidur bersama..." ucap bella...
"Ayo ka..." ucap viona...
Bella dan viona pun pergi meninggalkan yang lainnya, mereka berjalan menuju kamar bella...
"Yasudah papah dan mamah juga mau tidur..." ucap wijaya...
"Ayo pah, mamah juga sudah ngantuk..." ucap indah...
Indah dan wijaya pun pergi meninggalkan stiven dan juga iqbaal, kini hanya tinggal mereka berdua yang berada di ruangan tersebut...
"Jadi kita harus tidur berdua..." ucap stiven...
"Mau bagiamana lagi..." ucap iqbaal dan pergi meninggalkan stiven...
"Mau kemana kau..." ucap stiven...
"Mau kekamar tidur, kau mau masuk kamar atau tidur di luar..." ucap iqbaal...
"Kurang ngajar, sekarang kau berani memerintah ku, aku ini tuan mu..." ucap stiven...
"Sekarang beda kau kakak ipar ku..." ucap iqbaal dan langsung berlari menuju kamar...
"Tunggu aku..." teriak stiven dan berlari menuju kamar iqbaal...
Kamar bella dan juga viona...
"Ka, apa tidak aneh mereka tidur berdua..." ucap viona...
"Tidak papa, biar mereka akur..." ucap bella...
"Ka apa yang kau suka dari ka stive..." ucap viona...
"Apa ya mungkin semua nya..." ucap bella...
"Bagaimana kau bisa mencintai ka stive yang super dingin itu..." ucap viona...
"Tidak tau cinta datang begitu saja dengan berjalannya waktu, sifat dinginnya kini berubah menjadi sangat hangat, itu yang membuat ku semakin mencintai nya..." ucap bella...
"Kau hebat ka, kau bisa melelehkan kutup es itu..." ucap viona...
"Kenapa kau bertanya seperti itu, apa kau sudah mencintai iqbaal..." ucap bella...
"Aku tidak tau, mungkin aku hanya mengangumi nya, sejak dulu dia selalu bersama kakak ku, membantu nya dalam hal apapun mungkin itu yang membuat ku kagum..." ucap viona...
"Uhhh... benih-benih cinta ni..." ucap bella sambil tertawa...
"Kau tau ka, akibat kelakuan ka stive. Aku bertindak yang membuat ku malu saat bersama ka iqbaal..." ucap viona...
__ADS_1
"Pasti karena efek obat itu kan, aku juga begitu viona, bahkan aku melakukannya sangat lama, ntah setan apa yang merasuki ku..." ucap bella...
"Jadi kau juga sama ka, kita senasib ka..." ucap viona...
"Sudah lebih baik kita tidur, besok pasti sangat melelahkan..." ucap bella...
"Selamat malam ka..." ucap viona...
"Malam too..." ucap bella...
Kamar iqbaal dan stiven...
"Bal, kau tidur di sofa, biar aku tidur di sini..." ucap stiven...
"Maaf kakak ipar ku, aku tidak ingin badan ku terasa sakit, jadi lebih baik kita tidur disini saja bersama..." ucap iqbaal...
"Kita tidur berdua disini..." ucap stiven...
"Iya, emang kenapa..." ucap iqbaal...
"Tidak si, sudalah tidak ada pilihan lain..." ucap stiven...
"Oh iya jangan panggil aku ka, panggil nama ku saja, rasanya sangat aneh di panggil ka oleh mu..." ucap stiven...
"Baiklah itu tidak buruk, stive boleh aku bertanya..." ucap iqbaal...
"Tanya la, sebelum aku tidur..." ucap stiven...
"Kenapa kau menyuruh ku menikah dengan adik mu, terlepas dari kejadian itu..." ucap iqbaal...
"Sebenar aku sudah tau kalau kau pasti tidak sengaja, aku menyuruh mu menikah dengan adik ku karena aku percaya kau bisa menjaga dan membahagiakan nya..." ucap stiven...
"Kau benar kakak yang baik..." ucap stiven...
"Iya aku berjanji, rahasia apa..." ucap iqbaal...
"Sebenar nya viona bukan adik kandung ku..." ucap stiven...
"Ha... apa maksud mu..." ucap iqbaal...
"Dulu orang tua ku menemukannya di jalan arah rumah kami..." ucap stiven...
#Flasback#
"Uwekkwekkwekk..." suara tangisan anak bayi...
"Pah, mamah mendengar suara bayi..." ucap indah...
"Iya mah, papah juga..." ucap wijaya...
"Arah nya dari tong sampah itu..." ucap indah...
"Ayo mah kita lihat..." ucap wijaya...
Wijaya dan indah pun mendekati sumber suara tersebut, dan betapa terkejut nya mereka melihat bayi kecil berada di dekat tumpukan sampah, indah pun mengambil bayi tersebut dan berusaha menenangkannya...
"Siapa orang tua yang membuang bayi seimut ini..." ucap wijaya...
"Udah dong sayang jangan menangis terus, sekarang kamu aman bersama kami..." ucap indah...
"Sepertinya dia haus mah, sebaik nya kita bawah dia pulang, stive pasti sangat senang..." ucap wijaya...
__ADS_1
"Iya pah..." ucap indah...
Mereka pun membawa pulang bayi kecil itu kerumah mereka...
"Mamah... papah sudah pulang..." ucap stiven...
"Sudah sayang, mamah membawa adik untuk mu..." ucap indah...
"Wah lucu sekali mah, siapa namanya mah..." ucap stiven...
"Kamu bisa memanggil nya viona, dan sekarang kamu adalah seorang kakak, kamu harus berjanji untuk menjaga nya..." ucap indah...
"Oke mah aku janji..." ucap stiven...
#Flasback#
"Jadi viona bukan adik kandung mu..." ucap iqbaal...
"Benar, tapi aku sangat menyayangi nya, itu sebab nya aku memilih mu untuk mendapinginya..." ucap stiven...
"Tapi sejak kapan rahasia ini tersimpan, viona berhak tau..." ucap iqbaal...
"Untuk sekarang kita simpan dulu rapat-rapat, kita harus menunggu momen yang tempat untuk memberi tau nya..." ucap stiven...
"Sepertinya kau benar..." ucap iqbaal...
"Dan aku harap kau tidak perna menyaki adik ku, atau kau akan habis di tangan ku..." ucap stiven...
"Tenang aku tidak akan menyakiti nya..." ucap iqbaal...
"Sudahla aku bosan berbicara dengan mu, aku mau tidur..." ucap stiven...
"Jangan tidur dulu, aku belum selesai berbicara..." ucap iqbaal...
"Apa lagi..." ucap stiven...
"Bagaimana kau bisa mencintai ka bella..." ucap iqbaal...
"Ntah lah, kau tau sendiri kan dulu aku menikah dengan nya karena mengindar dari perjodohan orang tua ku, tapi seiring berjalannya waktu aku mencintai nya, bahkan sangat mencintai nya, sifat nya yang selalu sabar, tegas, pemberani dan dia sangat kuat mungkin itu yang meluluhkan hati ku..." ucap stiven...
"Tapi bukannya kau mencintai cika..." ucap iqbaal...
"Jangan bahas manusia ular itu, aku juga ingin berterimakasih pada mu, untung saja kau berhasil menemukan nya sebelum dia menjumpai ku, kalau tidak ntah apa yang terjadi..." ucap stiven...
"Aku harap aku juga bisa mencintai adik mu..." ucap iqbaal...
"Kau pasti bisa, aku percaya kau Laki-laki yang baik..." ucap stiven...
"Terimakasih telah mempercayai ku..." ucap iqbaal...
"Sudahlah aku mau tidur..." ucap stiven...
"Tidur la, aku juga ingin tidur..." ucap iqbaal...
Mereka pun memjamkan mata secara perlahan dan mulai tertidur...
Vote like comen...
Yang pada sibuk tentang bella, author kasi bocoran, author paling tidak suka dengan cerita sad ending, jadi tidak mungkin author membuat cerita ini sad...
Terimakasih sudah mampir...
__ADS_1
Author juga Punya pengumuman penting,
Author udah buat satu judul novel lagi yang berjudul Iqbaal & dara (bukan cinta biasa) dan Ex-(boy) frend.. jangan lupa mampir ya...