Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 53


__ADS_3

Hamil...


Stiven dan bella pun makan dengan lahap nya, sesuai yang mereka inginkan, mereka makan satu piring berdua, dan iqbaal hanya bisa melihat keromantisan mereka...


Setelah memakan makan itu, mereka memutuskan untuk beristirahat di atas kasur, tak lama dokter rendy pun sampai di kediaman stiven...


Indah yang melihat kedatangan dokter rendy pun bingung, karena ia fikir di keluarga nya tidak ada yang sakit...


"Dokter, kenapa kesini, siapa yang sakit..." ucap indah...


"Tadi saya di hubungi iqbaal untuk datang kesini, kata nya tuan muda dan istri nya sedang tidak enak badan..." ucap rendy...


"Papah... Viona..." teriak indah...


Mereka yang mendengar teriakan dari indah langsung menghampiri nya...


"Ada apa mah..." ucap viona...


"Ada apa si, ko teriak-teriak begitu..." ucap wijaya...


"Stiven dengan bella sakit..." ucap indah...


"Mamah serius..." ucap viona...


"Mah, tenang dulu mereka mungkin hanya tidak enak badan biasa..." ucap wijaya...


"Papah ni gimana si anak nya sakit ko tenang, ayo dokter kita kekamar mereka..." ucap indah...


Sementara itu bella kembali mual dan mengeluarkan makanan yang ia makan, begitu juga dengan stiven, iqbaal yang melihat kedua majikkan nya seperti itu merasa khawatir...


Indah, viona, wijaya dan rendy yang telah sampai kamar stiven langsung masuk untuk melihat keadaan mereka...


"Dimana mereka bal..." ucap wijaya...


"Di kamar mandi tuan, sedari tadi nona bella dan tuan stiven terus memuntah kan makanan mereka, ketika salah satu dari mereka mual satu nya juga ikut..." ucap iqbaal...


"Ko bisa begitu..." ucap viona...


"Mungkin mereka masuk angin..." ucap indah...


Tak lama dua pasangan fenomenal itu pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat, mereka berjalan dengan bergandengan tangan...


"Kenapa ramai sekali..." ucap stiven...


"Kalian berbaring la biar dokter rendy periksa..." ucap wijaya...


"Stive, ini istri mu yang perna aku periksa kan..." ucap rendy...


"Jadi siapa lagi, tidak mungkin aku menikah lagi..." ucap stiven...


"Saya kira kau tidak akan menyentuh nya..." ucap rendy...

__ADS_1


"Bisahkah kau cepat periksa kami..." ucap stiven dengan nada yang menekan...


"Baiklah, berbaring la agar aku mudah memeriksa kalian..." ucap rendy...


Pertaman rendy memeriksa stiven, setelah selesai memeriksa stiven, rendy pun mulai memeriksa bella...


"Jangan sentu istri ku..." ucap stiven...


"Kalau aku tidak menyentuh istri mu bagaimana aku bisa memeriksa nya..." ucap rendy...


"Ya terserah mu, kau kan dokter kenapa bertanya pada ku..." ucap stiven...


"Mas udah deh, kan cuma di periksa doang..." ucap bella...


"Yasudah jangan lama-lama..." ucap stiven...


Tanpa menjawab rendy mulai memeriksa bella sambil mengajukan beberapa pertanyaan...


"Apa yang anda rasakan nona..." ucap rendy...


"Perut saya mual dan kepalah saya pusing..." ucap bella...


"Hey, kenapa kau tidak bertanya pada ku saat memeriksa ku tadi..." ucap stiven...


"Kau laki-laki stive, saya hanya ingin memastikan suatu hal..." ucap rendy...


"Sudah la stive, biarkan dokter rendy memeriksa istri mu..." ucap indah...


"Ketika saya makan, makanan itu kembali keluar, dan ketika suami saya munta saya pasti ikut munta..." ucap bella...


"Baiklah, selamat stive istri mu hamil, tapi untuk memastikan nya lebih lanjut, kau bisa memeriksakannya ke dokter kandungan..." ucap rendy...


"Apa itu benar, istri ku hamil, kamu hamil sayang..." ucap stiven sambil melompat-lomat kegirangan...


Viona, indah dan wijaya yang mendengar nya tak kalah heboh nya, mereka melompat-lompat kegirangan...


"Kamu hamil bell..." ucap wijaya...


"Selamat kak ipar, akhirnya aku mempunyai keponakan..." ucap viona...


"Aku hamil sayang..." ucap viona dan memeluk stiven...


"Tapi kenapa saya ikut mersakan yang dirasakan istri saya, apa saya hamil juga..." ucap stiven...


"Kau ada-ada saja stive, mungkin kau ikut nyidam, dan itu cukup wajar ko, walaupun itu jarang terjadi..." ucap rendy...


"Kalian memang kompak, istri hamil suami ikut nyidam..." ucap iqbaal...


"Kalau begitu saya pamit pulang, dan jaga kandungan anda nona, jangan sampai kelelahan..." ucap rendy dan pergi meninggalkan mereka...


"Besok kita periksa sayang..." ucap indah...

__ADS_1


"Aku ikut mah..." ucap viona...


"Hey, apa-apaan kalian, dia istri ku seharusnya dia bersama ku..." ucap stiven...


"Sudah-sudah kita pergi bersama besok..." ucap wijaya...


"Ide bagus..." ucap bella...


"Ya sudah sebaiknya kalian beristirahat..." ucap wijaya...


Mereka pun pergi meninggalkan kamar stiven, terkecuali iqbaal yang masi di tahan oleh stiven...


"Bal, sebaik nya kamu menginap disini untuk berjaga-jaga..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap iqbaal dan pergi meninggalkan kamar stiven...


Stiven kembali keranjang nya sambil memeluk bella...


"Sayang kamu hamil..." ucap stiven...


"Iya mas, aku sangat senang..." ucap bella...


"Aku ingin anak kita laki-laki..." ucap stiven...


"Tapi aku ingin perempuan...." ucap bella...


"Sayang anak pertama itu harus laki-laki, agar bisa menjaga adik-adik nya..." ucap stiven...


"Tapi aku ingin perempuan agar bisa membantu ku..." ucap bella....


"Tapi aku mau nya laki-laki..." ucap stiven...


"Ya sudah kamu hamil aja sendiri sana..." ucap bella...


"Mana mungkin bisa..." ucap stiven...


"Tu kamu tau..." ucap bella...


"Ya sudah mau anak kita laki-laki atau pun perempuan kita tetap harus menjaga dan menyayangi nya..." ucap stiven...


"Na.. itu aku setuju, makin sayang sama kamu..." ucap bella...


"Apa aku boleh minta jatah..." ucap stiven...


"Sayang aku sedang hamil..." ucap bella...


"Tidak papa, agar anak kita bisa kembar..." ucap stiven...


"Kamu ada-ada aja deh sekarang lebih baik kita tidur, perut ku mulai mual..." ucap bella...


"Baiklah..." ucap stiven lemas...

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa like comen dan vote, maaf telat up dari tadi mati lampu jaringan hilang...


__ADS_2