Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 152 S2.


__ADS_3

Hati yang tersakiti.


"Apa masi lama lagi." tanya citra.


"Kamu sangat cerewet sayang." ucap vino dan menarik tubuh citra kedalam pelukan nya.


"Be, apa kakek dan nenek mu akan menerimah ku." tanya citra sambil memandang wajah vino.


"Kenapa aku tidak memilir kan itu, oma dan oppa sangat galak." jawab vino.


"Be, kamu membuat ku takut." ujar citra.


"Tenang lah, mereka tidak segalak yang kamu fikirkan." ucap vino dan mengecup dahi citra.


"Kenapa di dahi, bibir." ucap citra sambil memajukan bibir nya.


"Kemu memancing singa yang sedang tidur sayang." ucap vino dan langsung menyerang bibir citra.


Supir yang menyetir mobil itu hanya bisa menelan air liur nya dengan kasar, mungkin ini hari tersial nya selama bekerja di keluarga vins.


Tak lama mobil mereka berhenti di depan rumah yang sangat besar dan mewah, bisa di bilang mirip dengan istana.


"Kita sudah sampai." ucap vino.


"Aku gugup." ucap citra.


"Tenang lah, kamu akan terkejut saat melihat mereka." ujar vino.


Citra dan vino turun dari mobil itu, tangan citra menggenggam tangan vino dengan erat, ia benar-benar gugup saat ini.


"Permisi." ucap vino dengan suara yang cukup keras.


Mereka semua yang berada di ruangan itu langsung melihat kearah vino.


"Vino !! cucu tampan oma." teriak indah.


Vino berjalan kearah indah dan memeluk nya dengan erat. Setelah itu ia juga memeluk wijaya.


Caitlin yang melihat kehadiran vino sangat senang, ia benar-benar merindukan vino orang yang selama ini ia cintai diam-diam. Hati nya begitu sakit saat melihat perempuan cantik di samping vino, ia sudah mengetahui kalau vino sudah menikah. Saat mengetahui itu caitlin benar-benar hancur, hati nya sangat sakit menerima kenyataan itu. Dengan senyum yang ia buat senatural mungkin caitlin mendekat kearah citra dan vino.


"Ka vino." ucap caitlin sambil berlari memeluk vino.

__ADS_1


Vino yang mendapatkan perlukan dari caitlin merasa tidak nyaman, ia tidak sedikit pun membalas pelukan itu. Caitlin melepasakan pelukan nya, ia berjalan kearah citra dan memeluk nya dengan erat, citra membalas pelukan itu walaupun ia tidak mengenal siapa yang memeluk nya.


"Kamu pasti citra kan istri dari ka vino." tanya catlin sambil melepaskanlah pelukan nya.


"Iya." jawab citra yang sedikit canggung.


"Santai aja, nama ku caitlin adik dari sepupu dari suami mu." ucap caitlin.


"Wah ternyata keluarga vins mempunyai menantu baru yang cantik." ucap indah sambil mengusap rambut citra.


"Terimakasih oma." ucap citra.


"Caitlin vira mana." tanya vino.


"Vira tidak tinggal di sini ka, dia sedang dalam perjalanan kesini." jawab caitlin.


"Jadi maksud mu vira tinggal sendiri di tempat lain." tanya vino.


"Iya ka, tempat kuliah dan rumah ini terlalu jauh, jadi dia lebih memilih tinggal dekat kampus nya." jawab citra.


Tak lama yang mereka tunggu datang juga, vino benar-benar rindu dengan adik nya itu ia langsung berdiri dan ingin memeluk nya. Bukannya mendapatkan pelukan vino malah mendapatkan tamparan dari vira yang membuat mereka semua kaget.


"Vira." ucap indah.


"Aku kecewa dengan mu." ucap vira yang masih memeluk vino.


"Maaf vir, kamu boleh menampar kakak sepuas nya." ujar vino.


"Kakak tidak adil, kau melarang ku berpacaran sedangkan kakak sendiri sudah menikah." ucap vira melepaskan pelukan nya.


"Apa itu tanda nya kamu sudah mempunyai pacar." tanya vino.


"Hmmmm, tidak tau. Jika aku mengatakan iya pasti kakak akan menemui nya dan menginterogasi sampai mereka memutuskan ku." ucap vira.


"Ingat, pacar mu harus melewati seleksi ku terlebih dahulu dan minimal memiliki ketampanan yang seimbang dengan ku. ujar vino sambil mengusap rambut vira.


"Mana kakak ipar ku." tanya vira.


"Apa kamu tidak melihat bidadari yang sedang memperhatikan kita dari tadi." ucap vino sambil melirik kearah citra


"Omg, cantik sekali kakak ipar ku." ucap vira dan langsung memeluk citra.

__ADS_1


"Kamu membuat kuping ku membesar." ujar citra yang membalas pelukan dari vira.


"Bagaimana mungkin, wanita secantik ini mau dengan kakak ku yang seperti itu." ucap vira.


"Teruslah merendahkan kakak mu ini." ujar vino.


"Bercanda tampan." ucap vira.


"Kamu sangat lucu, asik dan menyenangkan." ucap citra.


"Omg, aku di puji wanita secantik ini." ucap vira.


"Berhenti mengatakan ku cantik, bisa-bisa kuping ku melayang lagi." ujar citra.


"Ka apa kakak sudah hamil." tanya vira sambil memegang perut citra.


"Belum, masi kami usahakan." jawab vino.


"Aku bertanya pada kakak ipar ku." ucap vira kesal.


"Apa beda nya dengan jawaban ku." ucap vino.


"Seperti nya kau sengsara bersama ka vino yang super duber dingin itu." ucap vira.


"Sedikit." bisik citra.


"Oh iya dimana caitlin." tanya vira.


"Naik kekamar nya kata nya sedang tidak enak badan." ucap indah.


"Yasudah, aku melihat catlin dulu. Kalian berdua beristirahat lah." ucap vira.


"Kamu memang saudara yang mengerti perasaan ku, tau saja kami ingin beristirahat." ucap vino.


"Jangan sampai kakak ipar ku tidak bisa berjalan." ucap vira dan pergi meninggalkan mereka.


Di dalam kamar caitlin sedang diam termenung. Sekuat apapun dia berusaha menerima kalau orang yang ia suka sudah memilki istri, ia tetap saja merasa sakit di dalam hati nya. Tak terasa air mata nya jatuh dari ujung mata nya.


"Tok..tok..tok.." suara pintu di ketuk.


"Masuk." ucap caitlin sambil menghapus air mata nya.

__ADS_1


Author cuma mau memberi info, kalau kisah cinta vira akan di buat dalam novel yang berbeda.


__ADS_2