
Meluapkan emosi...
Malam hari telah tiba, keluaraga vins sedang menikmati makan malam nya, tampak bella sedang termenung tenggelam dalam fikirannya, ia hanya membolak-balikkan makanan nya...
"Kamu kenapa bell..." ucap indah...
Tampak bella tidak menanggapi ucappan dari indah, ia masi tenggelam dalam fikirannya, sontak membuat semua orang yang berada di situ menatap nya...
"Kakak ipar aneh, biasa nya dia ceria..." ucap viona...
"Bell, kamu kenapa..." ucap wijaya...
"Sayang, kamu ko diam aja si..." ucap stiven sambil menggoyangkan bahu bella...
"Apa salah aku..." ucap bella sempontan karena kaget...
"Kamu kenapa bell..." ucap indah...
"Enggak mah bella cuma lelah, bella kekamar dulu ya..." ucap bella dan pergi beranjak menuju kamarnya...
"Stive... bella kenapa..." ucap wijaya...
"Iya ka, sepertinya dia dalam tekanan yang berat..." ucap viona...
"Stive juga kurang paham mah, semenjak pulang dari toko tadi bella lebih termenung..." ucap stiven...
"Sebaik nya segera kamu susul dia stive, ibu hamil emosi nya kurang stabil..." ucap wijaya...
"Iya mah, stive susul bella dulu kekamar..." ucap stiven dan pergi menuju kamar...
Setelah acara makan malam selesai mereka kembali berkumpul di ruang keluarga minus si pasangan fenomenal...
Saat asik mengobrol kan sesuatu, tiba-tiba bell rumah berbunyi menandahkan ada tamu yang berkunjung...
"Siapa yang bertamu malam-malam begini..." ucap indah...
"Tidak tau, sebaiknya kamu lihat sana..." ucap wijaya...
"Biar aku aja pah..." ucap viona dan pergi beranjak menuju pintu rumah...
Viona pun membuka pintu tersebut, saat pintu terbuka tampak 2 orang cewek dan satu orang cowok, viona sama sekali tidak mengenal nya...
"Maaf sedang cari siapa ya..." ucap viona...
"Saya ingin bertemu bella, apakah dia ada dirumah..." ucap mahendra...
"Ada, silahkan masuk..." ucap viona...
Setelah mempersilakan tamu nya masuk dan meminta nya untuk menunggu di ruang tamu, viona berniat memanggil kakak ipar nya...
"Siapa sayang..." ucap indah....
"Enggak tau mah, mereka sedang mencari ka bella, viona panggil ka bella dulu..." ucap viona dan langsung menuju kamar bella...
"Tok.. tok.. tok... ka bella..." ucap viona sambil mengetuk pintu...
"Ada apa dek..." ucap stiven yang membuka pintu kamar...
"Tumben kakak panggil aku adek, oh iya ka ada tamu yang mencari ka bella..." ucap viona...
"Siapa..." ucap stiven...
__ADS_1
"Aku gak tau ka, 2 orang cewek dan satu orang cowok..." ucap viona...
"Ada apa mas..." ucap bella yang datang dari belakang stiven...
"Ada yang mencari mu..." ucap stiven...
"Ya sudah mari kita lihat..." ucap bella...
"Kamu kan sedang pusing sayang..." ucap stiven...
"Udah enakkan ko mas, ayo tidak enak membiarkan tamu menunggu..." ucap bella...
Mereka pun pergi beranjak menuju ruang tamu, saat bella melihat siapa yang mencari nya, ia berusaha menenangkan diri nya...
"Papah..." ucap bella dan mencium tangan mahendra...
"Apa kabar bell..." ucap mahendra...
"Baik pah, kenapa kalian tiba-tiba datang kesini..." ucap bella...
"Kami ingin meminta maaf bell..." ucap mahendra...
"Untuk..." ucap bella...
"Untuk kesalahan yang adik dan mamah mu lakukan..." ucap wijaya...
Bella tampak tidak menjawab ucappan dari mahendra, ia lebih memilih untuk diam...
"Tolong bujuk suami mu untuk melepaskan perusahaan papah bell..." ucap mahendra...
"Aku tidak bisa, lagian aku tidak mempunyai adik dan mamah ku sudah meninggal..." ucap bella...
"Bella apa yang kamu maksud papah gak perna ngajari kamu berbicara kasar seperti itu..." ucap mahendra dengan nada yang agak tinggi...
Mendengar keributan di ruang tamu, indah, wijaya serta iqbaal pun datang untuk melihat nya, tapi mereka hanya melihat nya dari jauh...
"Siapa mereka..." ucap indah...
"Itu orang tua nona bella tuan..." ucap iqbaal...
"Mereka tidak pantas di sebut orang tua..." ucap wijaya...
"Kamu tega sama kami ka, kamu tega melihat kami menderita..." ucap nia...
"Itu bukan urusan ku..." ucap bella...
"Bella kamu tega sama papah, adik dan mamah mu menjadi gelandangan, dimana hati kamu..." ucap mahendra...
"Tega papah bilang, disini siapa yang lebih tega, menelantarkan anak kandung nya sendiri, menjadi kan anak nya pembantu, menjual anak nya untuk melunasi hutang-hutang nya, siapa yang tidak punya hati ha..." teriak bella sambil menagis...
"Apa kalian tidak puas udah ngerebut papah dari aku, udah jadiin aku pembantu kalian, udah jual aku, dan sekarang kalian mau rusak rumah tangga aku, apa salah aku sama kalian ha..." teriak bella dengan masi menangis, ia meluapkan semua emosi yang ia pendam selama ini...
"Bella turun kan nada bicara mu, kamu sadar berbicara dengan siapa..." ucap mahendra...
"Ya aku sadar, aku berbicara dengan orang tua yang tidak perna mengagap ku anak, yang tidak perna suka melihat ku bahagia yang selalu ingin menghancurkan aku..." ucap bella...
"Plaakkk..." satu tampan mendarat di wajah bella, sontak membuat semua orang kaget...
Indah, wijaya dan iqbaal yang melihat kejadian itu langsung mendekat kearah bella...
"Mahendra...!!!" teriak stiven...
__ADS_1
"Apa salah kami dengan kamu, sampai kamu tidak mau maafkan kami..." ucap lia...
"Plaakk..." satu tamparan mendarat di pipi lia...
"Bella apa yang kau lakukan pada mamah mu..." ucap mahendra...
"Kau tau, tamparan ini tidak ada apa-apa nya bila dibanding dengan apa yang kalian lakukan padaku..." ucap bella...
Perlahan pandangan bella mulai buram tak lama ia pun jatuh pingsan dengan sigap stiven menagkap nya...
"Kalian, keluar dari rumah ini..." teriak indah...
"Siapa kau berani mengusir kami..." ucap lia...
"Aku orang yang lebih pantas di sebut orang tua dibanding kan kalian..." ucap indah...
"Dan kalian akan merasakan penderitaan yang berkali-kali limpat dengan apa yang menantu ku rasakkan, karena kalian sudah berani mengusik keluarga vins..." ucap wijaya...
Mahendra, lia dan nia yang mendengar itu wajah mereka langsung berubah menjadi pucat...
"Yudha..." teriak indah...
"Iya tuan..." ucap yudha yang berlari mendekat...
"Usir mereka dari rumah ini, kalau perlu seret mereka..." ucap indah...
"Baik tuan..." ucap yudha...
Yudha dan iqbaal pun langsung mengusir keluarga mahendra dengan paksa...
"Sayang, bangun..." ucap stiven yang sudah membawa bella masuk kedalam kamar...
Stiven pun mengolesi minyak angin di hidung dan kening bella...
"Sayang bangun..." ucap stiven sambil mengenggam tangan bella...
Tak lama mata bella terbuka secara perlahan, ia milihat stiven mengenggam Tangannya dengan keadaan yang kacau...
"Mas..." ucap bella...
"Kamu udah sadar sayang..." ucap stiven...
"Mas jangan perna perlihatkan wajah kamu dengan keadaan seperti itu..." ucap bella...
"Aku khawatir dengan mu..." ucap stiven...
"Aku tau..." ucap bella dan langsung memeluk stiven, stiven pun membalas pelukan dari bella...
Sementara itu di ruang tamu, masi tercipta susana yang cukup tengang walaupun keluarga mahendra sudah pergi...
"Dasar orang tua tidak punya hati..." ucap viona...
"Bal, kamu tau kan apa yang harus kamu lakuakan..." ucap wijaya...
"Saya mengerti tuan..." ucap iqbaal....
Terimakasih sudah mampir...
Author juga Punya pengumuman penting,
Author udah buat satu judul novel lagi yang berjudul Iqbaal & dara (bukan cunta biasa) dan Ex-(boy) frend.. jangan lupa mampir ya...
__ADS_1
Untuk masalah visual, itu saran dari teman-teman saya karena saya kurang paham sama begituan... Yang pasti saya sudah memikirkan nya dengan matang sebelum meng up nya...