
"Terimakasih sayang." Ucap Calvin sambil mengecup dahi Nila.
"Perut ku keram." Kata Nila.
"Apa, sakit tidak. Anak kita." Ucap Calvin.
"Aku hanya lelah, perlu istirahat." Nila memejamkan mata nya dan tertidur dengan lelap.
"Selamat tidur." Calvin ikut terlelap di dalam pelukan itu.
"Wah, apa sudah selesai, ternyata Calvin cukup jago." Batin Nathan yang menguping di depan kamar Calvin dan Nila.
Pagi hari telah tiba, Hari ini Stiven datang dengan niat ingin memberi tau kan Calvin tentang Identitas nya, dengan membawa beberapa berkas dan foto keluarga. Ia juga ingin memberi taukan Calvin jika Mommy nya sudah meninggal dunia.
"Sayang." Calvin mengusap wajah Nila, tetapi istri nya masih tidak bangun juga.
"Ini sudah siang, dan kamu belum bangun juga." Kata Calvin.
"Dimana mereka berdua, kenapa lama sekali." Ucap Stiven.
"Mungkin masih tidur, biar aku yang manggil." Kata Vino sambil berjalan menuju kamar Nila dan Calvin.
"Seperti nya tidak di kunci." Batin Vino.
"Sayang, bangun lah, ini sudah siang." Calvin mencium wajah Nila.
"Hmmmm." Nila menggeliat dan menyembunyikan wajah nya di depan dada bidang Calvin.
Vino langsung masuk ke dalam kamar itu, dugaan nya ternyata benar ia melihat dari jauh Calvin dan Nila masih di atas ranjang.
"Ayah." Ucap Calvin sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh Nila.
"Kau sudah bangun." Tanya Vino.
__ADS_1
"Kenapa ayah bisa masuk, apa tidak di kunci." Tanya balik Calvin.
"Tidak, makanya ayah bisa masuk." Jawab Vino.
"Aku lupa mengunci nya." Ucap Calvin.
Calvin melepaskan pelukan dari Nila, dan dudu secara benar tetapi tetap menutupi tubuh Nila dan tubuh bagian bawa nya karena ia tidak mengenakan apapun.
"Dimana baju mu." Tanya Vino.
"Tidak memakai, ada apa yah, kenapa masuk ke dalam kamar ku." Jawan Calvin.
"Tunggu-tunggu jangan-jangan kau habis melakukan nya." Tanya Vino.
"Hehehe iya yah." Calvin menggaruk kepala nya karena malu.
"Kau sudah sembuh." Vino mengusap rambut Calvin.
"Aku tidak akan menyakiti menantu ku lagi, apa kau sudah mengingat sesuatu." Tanya Vino.
"Lebih tepat nya aku bermimpi tentang masa lalu ku, tapi seperti sangat nyata. Aku memilih mommy." Jawab Calvin.
"Bangun lah, aku tunggu di bawa, ada yang ingin kami jelaskan pada mu." Ucap Vino.
"Baik yah." Kata Calvin.
Vino keluar dari kamar Calvin, ia berjalan kembali ke tempat Stiven di ruang keluarga. Sedangkan Calvin masih berusaha membangunkan istri nya.
"Sayang." Ucap Calvin sambil mencubit benda milik Nila.
"Awww." Nila membuka mata nya karena terasa sakit.
"Ha kan sudah bangun, harus di cubit." Ucap Calvin.
__ADS_1
"Kenapa, aku sangat mengantuk sayang, aku lelah."
"Sudah Siang, tadi ayah masuk ke kamar kita, dia ingin mengatakan sesuatu." Kata Calvin.
"Tadi ayah masuk ke dalam kamar, melihat tubuh ku." Tanya Nila.
"Tidak, aku menutupi nya sayang, hanya saja ayah tau kalau kita habis melakukan nya." Jawab Calvin.
"Ahhh ini memalukan." Ucap Nila.
"Sudah ayo kita mandi, ada yang ingin ayah katakan pada ku, dia sudah menunggu kita." Kata Calvin.
"Gendong sayang." Ucap Nila dengan suara yang manja.
"Kamu sangat manja." Kata Calvin.
Setelah mereka berdua selesai mandi, mereka langsung turun ke bawa menemui Stiven dan juga Vino.
"Pagi kek." Ucap Nila.
"Pagi Nila, kalian ya, kenapa terburu-buru, nikmati dulu masa mudah kalian." Saut Stiven.
"Mana bisa dad, menantu ku memiliki semangat yang tinggi, bukan begitu Calvin." Tanya Vino.
Calvin hanya bisa diam menahan malu nya, Nila sedikit heran dengan ayah nya, menurut nya Vino sudah sangat berbeda memperlakukan Calvin. "Apa benar Calvin menantu kesayangan nya." Batin Nila.
"Tadi malam, aku bermimpi kehidupan ku yang dulu, tapi terasa sangat nyata, aku bermimpi dari aku pindah ke negara ini, bertemu Amanda. Berarti dulu aku sangat dekat dengan Amanda. Dan lagi aku sangat dekat dengan mommy ku, dimana mommy ku." Ucap Calvin.
"Itu semua ingatan mu yang hilang Calvin, sebentar lagi pasti kau akan mengingat semua nya." Kata Vino.
"Mommy mu, sudah tidak ada Calvin, dia sudah meninggal." Ujar Stiven.
"Apa, bagaimana bisa. Apa sebelum aku hilang ingatan mommy ku sudah meninggal." Tanya Calvin.
__ADS_1