Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 182


__ADS_3

Sudah pukul 12 malam Nathan masih belum pulang juga, lagi dan lagi Marvin kembali di salahkan Vini karena membiarkan adik nya pergi.


"Maaf yah," ucap Vino.


"Maaf maaf maaf, aku bosan dengan ucapan mu," bentak Vino.


"Aku tidak tau jika hal ini akan terjadi, aku akan mencari nya," ucap Marvin.


"Bagus pergi sana, dan jangan pulang jika belum menemukan adik mu," kata Vino.


Marvin pergi meninggalkan ruangan itu, ia tidak pernah mempermasalahkan ayah nya yang selalu marah pada nya, karena ia tau jika Nathan memang prioritas untuk Vino.


Tak jarang Marvin merasa tersisihkan, tapi ia selalu mencoba untuk mengerti akan hal itu, bertemu keluarga kandung nya sudah lebih dari cukup baik untuk nya.


"Daddy Nathan hilang, dia pergi bersama pelatih nya," ucap Vino.


"Bodoh, kau bodoh Vino, kenapa kau selalu mempercayai orang asing, jangan bilang Marvin juga kau suruh mencari nya," kata Stiven.


"Marvin sedang pergi mencari Nathan dad."


"Kau tidak berguna Vino, Marvin juga anak mu, kau selalu memintanya untuk melakukan hal yang membayangkan nya," bentak Stiven.


"Maaf dad, tapi ini semua karena Marvin, Marvin yang mengizinkan Nathan pergi."


"Dan kau menyalahkan nya, cari mereka berdua atau aku akan memotong kaki mu," ucap Stiven dan langsung mematikan sambungan telepon itu.

__ADS_1


Vino berlari menuju kamar Kevin dan Andy, ia yakin ke kedua teman nya ini bisa membantu nya.


"Bagaimana mungkin bisa, aku tidak tau jika Nathan pergi sejak sore," ucap Kevin.


"Sudah ayo pergi mencari nya, aku takut terjadi apa-apa pada mereka," kata Andy.


Mereka bertiga langsung pergi mencari Nathan dan Marvin, saat di perjalanan mereka melihat sebuah mobil yang sudah terbakar.


"Marvin," teriak Vino.


"Vino itu hanya mobil, jangan mendekat, pasti berbahaya," kata Andy.


Sementara itu Marvin yang sedang tidak sadarkan diri di bawa ke tempat yang letaknya cukup jauh dari kota. Di sana juga sudah ada yang Nathan yang sedang tidak sadar kan diri.


"Tidak wanita ini milik ku," ucap seseorang pria di balik telepon.


"Dad aku mohon bantu aku, Marvin juga di culik dad," ucap Vino.


"Ahhh bodoh, aku juga akan mencari nya," kata Stiven.


Dari dulu sampai sekarang Stiven masih tinggal satu atap bersama Iqbaal, ia berjalan mendekati kamar Iqbaal untuk membantu nya mencari keberadaan cucu nya.


"Iqbaal," teriak Stiven.


"Pria tua itu, benar-benar mengganggu ku," ucap Iqbaal.

__ADS_1


Iqbaal yang sedang enak-enak langsung keluar dari kamar nya.


"Ada apa," tanya Iqbaal.


"Kau tutup burung kecil mu itu, atau aku akan memotong nya," kata Stiven.


"Eh enak saja kecil, Viona saja sampai ketagihan kok," Iqbaal langsung memakai celana nya.


"Bantu aku, cucu ku hilang," ucap Stiven.


"Hilang lagi, kapan konflik keluarga mu akan selesai," tanya Iqbaal.


"Sampai aku bangkrut, ayo cepat suka bermain tembak-tembakan bukan," jawab Stiven.


"Tidak nembak di dalam, di luar pun jadi," kata Iqbaal yang sangat bersemangat.


"Nathan," ucap Marvin yang baru sadar.


"Nathan, dimana pakaian mu," teriak Marvin.


Nathan yang mendengar teriakan Marvin langsung terbangun dari tidurnya.


"Ahhhh aku tidak mau," teriak Nathan sambil terbangun dari tidurnya


"Dua pria tampan, aku sangat senang, Dan Nathan aku sudah tidak sabar mencicipi tubuh mu," ucap seorang wanita yang tak lain adalah Noya.

__ADS_1


__ADS_2