Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 130


__ADS_3

"Wah jodoh mu nat." Tanya Leo.


"Tidak dia ingin berkenalan dengan kalian semua, sudah jangan menggoda ku, hey kau bergabung lah dengan mereka semua jangan mencari masalah." Ucap Nathan.


Evans sedikit kasihan dengan Marvin saudara kembar Nathan, sedari tadi dia hanya duduk sendiri tanpa mau bergabung dengan mereka semua. "Seperti nya dia benar-benar sedang ada masalah dengan Nathan." Batin Evans.


Evans berjalan mendekati Marvin sambil membawa dua gelas minuman soda. "Hey kenapa tidak bergabung dengan kami." Tanya Evans sambil memberikan minuman yang ia bawa tadi.


"Terimakasih, tidak papa, aku tidak ingin membuat semua nya kacau." Jawab Marvin.


"Kacau bagaimana, sudah tidak ada yang perlu kau takutkan, ayo bergabung dengan kami, dari pada kau sendiri di sini."


"Tidak papa, aku di sini saja, oh iya siapa nama mu." Tanya Marvin.


"Aku Evans, kau Marvin bukan."


"Iya aku Marvin senang berkenalan dengan mu."


"Aku lupa, selamat ulang tahun untuk mu, aku senang menambah teman baru." Kata Evans.


"Terimakasih vans." Ucap Marvin.

__ADS_1


Acara terus berlanjut, Marvin sudah tidak sediri lagi para sepupunya mulai mendekati nya dan mengajaknya berbicara, Nathan yang melihat itu hanya diam tanpa memperdulikan Marvin padahal di dalam hati nya ia juga masih kasihan dengan Marvin. Marvin juga berkeliling bersama Vino untuk memperkenalkan diri jika ia juga salah satu pewaris dari keluarga Vins.


Sampai tiba pesta berakhir dan mereka semua langsung kembali masuk ke dalam kamar masing-masing, terutama Marvin yang langsung dengan semangat masuk ke dalam kamar nya.


"Sayang, kamu sudah siap." Tanya Marvin.


"Sudah mas." Jawab Wulan.


Wulan keluar dari ruang ganti menggunakan baju yang sangat seksi, Marvin tadi meminta Wulan masuk lebih dulu ke dalam kamar untuk mempersiapkan semua nya dan kali ini semua nya sudah siap.


Nafsu Marvin naik seketika ia langsung membawa Wulan naik ke atas ranjang.


"Kamu siap sayang." Tanya Marvin.


"Itu biasa, kamu tau aku tipe bermain kasar, tapi aku berusaha untuk lembut jika aku tidak khilaf." Ucap Marvin.


Pertama Marvin mencium bibir manis Wulan, benar-benar sangat manis dan membuat nya tidak ingin melepaskan ciuman itu. "Ini bibit termanis yang pernah aku cium." Batin Marvin.


Wulan yang sebenarnya tidak pernah berciuman masih terasa sangat kaku mendapatkan ciuman dari bibir Marvin, ia hanya diam tanpa membalasnya.


Ciuman semakin panas dan tanpa sadar mereka berdua sudah tidak memakai apapun lagi. "Sayang milik mu besar sekali, kamu apakan ini." Tanya Marvin dan langsung melahap nya tanpa ampun.

__ADS_1


"Mas." Wulan meremas rambut Marvin saat merasakan sesuatu hal yang luar biasa, ia belum pernah merasakan hal seperti ini.


30 menit telah berlalu, Marvin rasa sudah cukup memberikan pemanasan pada Wulan, tubuh Wulan juga sudah penuh dengan jejak kepemilikannya.


"Tatap aku Wulan, jangan melihat ke bawa." Ucap Marvin.


Marvin mengatakan hal itu karena tidak ingin membuat Wulan takut dengan milik nya, tangan nya mulai mencari posisi yang tepat.


"Ini akan sakit, tapi hanya sebentar." Ucap Marvin.


Marvin yang tidak ingin bertele-tele langsung menembak nya dengan kuat, Tubuh Wulan langsung tersentak kaget dan membusung ke atas.


"Sakit mas." Ucap Wulan sambil berusaha menahan air mata nya.


"Sabar sayang, separuh lagi. Baru separuh tapi aku sudah berhasil membobol nya." Ucap Marvin.


Marvin kembali melakukan nya kali ini dengan cukup lembut sampai semua nya karam seutuhnya. Ini bukan pertama kali nya Marvin mengambil kesucian wanita karena hampir setiap wanita yang ia tiduri memang masih suci, tapi Marvin merasa ini pengalaman yang sangat luar biasa nya bagi nya berjanji pada diri nya sendiri untuk selalu setia pada istri nya.


Pergulatan panjang masih terus terjadi, Marvin mengajarkan berbagai macam gaya dasar pada Wulan, suara mereka berdua mendominasi di kamar ini, sampai mereka berdua tidak sadar jika mereka melakukan nya sudah 4 ronde kurang lebih 5 jam bersama.


Pukul 7 pagi Marvin baru mengeluarkan benih nya yang ke 4 kali nya, dia jatuh lemas dan langsung memeluk Wulan.

__ADS_1


"Glek." Vino menelan air liur nya secara kasar.


__ADS_2