Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 157 S2


__ADS_3

Jalan-jalan.


Vino dan citra sedang berada di Namsan Seoul Tower sebuah menara yang menjulang di tengah kota Seoul. Tinggi menara ini adalah sekitar 480 meter diatas permukaan laut, menjadikannya salah satu menara tertinggi yang dimiliki Korea Selatan. Citra ingin sekali naik keatas menarah itu melihat pemandangan kota seoul dari atas sana, saat ingin naik nama mereka berdua di panggil seseorang.


"Citra vino." panggil andy.


"Kalian, bukannya kau sudah pulang." tanya vino.


"Tidak jadi, aku pulang bersama mu saja besok." jawab andy.


"Mau naik ka." tanya caitlin.


"Iya, apa kamu mau ikut." jawab citra.


"Iya, kami juga mau naik." ujar andy.


Mereka berdua pun masuk kedalaman menara itu, Citra dan caitlin tampak lebih akrab mereka lebih sering berbincang berbeda dengan sebelum nya.


"Kau tampak bahagia." bisik vino.


"Apa selama ini aku tampak selau sedih." bisik andy.


"Bukan begitu, apa sudah terjadi sesuatu pada kalian berdua atau kau berhasil membobol gawang nya." bisik vino.


"Belum, kemarin aku hampir membobol nya." bisik andy.


"Apa, kenapa hampir, kau tau betapa nikmatnya ketika sudah membobol nya." bisik vino.


"Aku akan membobol nya ketika sudah menikah dengan nya." bisik andy.


"Berarti kalian sudah resmi jadian." bisik vino.


"Sudah, ternyata dia mencintai ku juga." bisik andy.


"Kalau kalian saling mencintai tidak perlu sampai menikah lakukan sekarang." bisik vino.


"Kau meracuni otak ku vin." bisik andy.


"Citra apa aku boleh bertanya sesuatu." bisik caitlin.


"Boleh, tapi kenapa harus berbisik." bisik citra.


"Ini agak sensitif." bisik caitlin.


"Tanya lah, aku akan menjawab nya." bisik citra.


"Apa saat pertama melakukan itu sakit sekali." bisik caitlin.


"Melakukan apa." bisik citra.

__ADS_1


"Itu, malam pertama." bisik caitlin.


"Ohh itu, aku jawab jujur atau bohong ni." bisik citra.


"Jujur saja." bisik caitlin.


"Rasa nya begitu sakit, seperti ada benda besar yang berusah menerobos tubuh kita." bisik citra.


"Apa sesakit itu." bisik caitlin.


"Iya begitu lah, tetapi rasa sakit itu akan berubah menjadi sesuatu rasa yang tidak bisa aku katakan." bisik citra.


"Baiklah terimakasi." bisik citra.


Tak lama mereka berempat sudah berada di puncak menara itu, udara nya begitu dingin dan kencang, diatas sana kota seoul terpampang secara nyata dan indah.


"Dingin sekali." ucap citra.


Vino memeleuk citra dari belakang. Ia juga merasakan seperti yang citra rasakan, seperti nya mereka berdua salah memakai pakaian.


"Masuk saja yuk, disini dingin sekali." ucap citra.


"Tunggu sebaik nya kita berfoto dulu." ucap caitlin.


Mereka berempat langsung berfoto dengan berbagai macam gaya, setelah berfoto mereka memutuskan untuk kembali masuk kedalam.


"Jadi kapan kalian berdua akan menikah." tanya vino.


"Besok." ucap caitlin.


"Iya besok, lusa bertemu orang tua mu, setelah itu langsung deh nika." ucap andy.


"Kenapa cepat sekali." tanya citra.


"Aku sudah tidak tahan, jika harus melihat kemesraan kalian berdua." ucap andy.


"Bilang saja sudah tidak sabar malam pertama." ucap vino.


"Be, tidak boleh begitu." ujar citra.


Sementara itu vira sedang berada di dekat kampus nya, ia sedang menunggu seseorang yang selama ini menganggu dan mengejar-ngejar nya.


"Sayang." ucap kevin.


"Sayang aku bukan pacar mu." ucap vira.


"Iya aku tau, kamu calon istri ku." ucap kevin sambil mengecup pipi vira.


"Kevin." teriak vira kesal.

__ADS_1


"Sorry, aku tak bisa menahannya." ucap kevin dengan santai.


"Ah terserah." ucap vira dan pergi meninggalkan kevin.


"Sayang apa kakak mu sudah pulang." tanya kevin.


"Belum." jawab vira.


"Kalau begitu, aku ingin bertemu dengan nya." ujar kevin.


"Kevin sayang, berhenti menggangu ku." ucap vira menghentikan langka kaki nya.


"Sayang, kamu memanggil ku sayang." ucap kevin senang sambil memeluk vira.


"Kevin lepas atau aku." ucap vira.


"Iya iya aku lepas, terimakasi untuk panggilan sayang nya, nanti aku akan menjemput mu." ucap kevin dan pergi meninggalkan vira.


"Kenapa aku bisa memanggil nya sayang." ucap vira.


Hari telah beranjak menuju malam, citra dan yang lainnya sedang berada di mall untuk makan malam, setelah itu mereka mencari oleh-oleh karena besok mereka sudah pulang. Stiven hanya memberi vino dan citra liburan selama dua hari saja. Mereka akan liburan lama jika vino berhasil membuat citra hamil dengan waktu satu bulan.


"Be itu lucu sekali." ucap citra.


"Apa kamu mau." tanya vino.


"Tidak, aku mau nya kamu yang memakai topi itu." ucap citra.


"Aku." tanya vino.


"Iya kamu pasti kamu terlihat lebih tampan." ujar vira.


"Aku tidak suka memakai topi sayang, ketampanan ku akan tertutup." ucap vino.


"Iya juga ya, yasudah kita cari yang lain saja." ucap vira.


"Sayang." ucap andy yang selalu memegang tangan caitlin.


"Iya ada apa." ucap caitlin.


"Apa kamu bisa mencarikan sesuatu untuk alka, aku bingung harus membelikannya apa." ujar andy.


"Ayo kita cari, aku juga ingin mencari sesuatu untuk papah dan mamah." ucap caitlin.


Jamal sedang berada di dalam bar, ia sangat kesal karena dua sahabat nya pergi liburan tanpa mengajak nya. Saat ingin keluar dari bar itu jamal melihat seorang wanita sedang di seret paksa masuk kedalam kamar.


"Ayo masuk." ucap seorang pria.


"Tidak lepaskan aku, aku mohon." ucap perempuan itu.

__ADS_1


"Tunggu sampai obat itu bereaksi putri kau akan menyerhakan tubuh mu pada ku." ucap laki-kali itu.


__ADS_2