Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 17


__ADS_3

"Sayang, bersiap lah kita akan pergi ke rumah calon istri mu." Ucap Amel.


"Tidak mommy aku tidak mau." Calvin masih memilih tidur dengan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.


"Sebenarnya ada apa dengan mu sayang, udah beberapa hari ini kamu tidak ada semangat seperti biasa nya." Tanya Amel.


"Aku sakit hati mommy, aku tau mau kenal dengan wanita lagi." Rengek Calvin.


"Calvin ayo lah, kamu sudah mau menikah loh, kenapa masih manja seperti ini pada mommy mu. Jika mommy sudah tidak ada bagaimana dengan mu nanti."


"Mommy kenapa bicara seperti itu, daddy sudah pergi meninggalkan ku, jika mommy pergi aku dengan siapa."


"Sudah ayo bersiap, tidak usah mandi langsung ganti pakaian saja." Kata Amel.


Amel membuka lemari pakaian Calvin, ia mengambil kan pakaian yang cocok untuk anak semata wayang nya itu. Calvin memang tidak memiliki rasa malu di depan mommy nya, jika mommy nya berada di rumah yang selalu memakai kan pakaian nya adalah mommy nya. Kecuali pakaian dalam.


"Apa mau istri mu nanti memakaikan pakaian mu." Ucap Amel.


"Mana mungkin aku mengizinkan orang yang tidak ku kenal menyentuh dan melihat tubuh ku."


"Sudah ayo, pakai parfum yang banyak biar wangi, dan jika di sana nanti jangan tunjukkan sikap manja mu."


"Aku tidak akan menunjukkan sikap manja ku mom, tapi akan menunjukkan dari mana aku berasal. Apa dia masih mau menikah dengan ku." Ucap Calvin.



Di kediaman keluarga Vins, para pelayan sedang sibuk mempersiapkan jamuan untuk tamu yang akan hadir. Stiven dan Bella juga sudah tiba Di rumah Vino, mereka sudah memakai pakaian yang sangat rapi karena tamu yang datang bukan orang sembarangan.


"Wah, cucu kakek sangat cantik." Ucap Stiven.

__ADS_1


"Nila takut kek."


"Jangan takut sayang, kami yakin ini yang terbaik untuk kita semua." Ujar Bella.


Alka dan Amanda juga sedang bersiap-siap, mereka berdua terkejut karena Nila akan segera menikah. Amanda yakin semua ini sudah di atur oleh keluarga besar nya.


"Apa tubuh mu masih sakit." Tanya Amanda.


"Tidak, kamu mau lihat." Alka membuka baju nya di depan Amanda.


"Alka, kenapa sembarangan membuka baju, apa kamu tidak malu." Tanya Amanda sambil menutup wajah nya.


"Sayang, kamu sudah melihat seluruh tubuh ku, bahkan pusaka ku." Jawab Alka.


"Alka, jangan mesum ya." Amanda mulai membuka tangan nya.


"Alka, kamu bauk sekali." Ucap Amanda.


"Tidak, aku sudah mandi." Alka mencium tubuh nya.


"Hehehe aku bercanda, kamu sangat wangi."


"Amanda, kita sudah resmi menikah, dan aku sudah jujur dengan perasaan ku pada mu...


"Jadi." Tanya Amanda.


"Apa kita bisa seperti layak nya seorang suami istri." Jawab Alka.


"Hmmm, sejak kapan kamu mencintai ku? "

__ADS_1


"Aku tidak tau pasti kapan aku mencintaimu, sebenarnya aku senang dekat dengan mu, aku suka membentak mu karena aku suka dengan ekspresi wajah mu, saat kamu bersama dengan Calvin hati ku terasa sangat sakit. Itu sebab nya aku melakukan hal buruk pada mu, agar kamu tidak bisa lepas dari ku. Amanda aku mencintaimu sangat mencintai mu." Alka mencium tangan Amanda.


"Alka dulu aku sangat mencintaimu mu, tapi perasaan itu ntah kenapa memudar, beri aku waktu untuk bisa meyakinkan perasaan ku lagi pada mu." Ucap Amanda.


"Aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku, percaya lah, kita akan hidup bahagia." Kata Alka dengan sangat yakin.


Nathan sedang benar-benar marah pada keluarga nya, dia sangat marah karena Nila akan menikah karena perjodohan bukan pilihan Nila sendiri, ia takut adik nya mendapatkan perlakuan buruk dari suami nya.


"Sayang, adik mu menikah dengan anak dari keluarga Marvel orang yang sangat terpandang, lagi pula Nila akan tetap tinggal bersama kita, jadi tidak akan terjadi apapun." Citra memberikan pengertian pada Nathan.


"Hey boy, ayah mu tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada adik mu." Ucap Vino.


"Terserah kalian." Kata Nathan.


"Lihatlah, bukannya dia sangat mirip dengan Vino jika sudah marah." Ujar Stiven.


"Kakek, kenapa kakek setega ini." Rengek Nathan.


"Sudah berhenti merengek, kakek akan mengizinkan mu menyusul para saudara mu di luar negeri sana, bersenang-senang lah." Kata Stiven.


"Kakek serius aku boleh pergi ke sana." Tanya Nathan yang sangat antusias.


"Iya, jangan takut dengan ayah mu, kakek yang akan mengurus semua nya." Jawab Stiven.


Calvin merasa tidak asing dengan jalan yang ia lalui, ia merasa pernah melewati jalan ini.


"Keluarga Vins mom." Tanya Calvin.


"Iya sayang." Jawab Amel.

__ADS_1


__ADS_2