
"Kalian orang tua ku, bagaimana mungkin, tidak ini kesalahan." Marvin berusaha melepaskan pelukan hangat itu.
"Tidak Marvin, kamu benar-benar anak kami, kamu lihat ini hasil nya." Vino memberikan surat itu pada Marvin.
Marvin membaca nya dari atas sampai bawa, hati nya terasa sangat sakit dan sekaligus senang karena ia tau siapa orang tua kandung nya.
"Kalian jahat, apa salah ku, kenapa kalian meninggal kan ku di rumah sakit." Ucap Marvin.
"Tidak Marvin bukan seperti itu, dengarkan penjelasan kami dulu." Kata Vino.
"Kalian hanya menyayangi dua anak kalian, sedangkan aku tidak pernah kalian harapkan, apa salah ku."
"Marvin, kau dengar dulu penjelasan ayah mu, jangan seperti ini." Bentak Andy.
"Diam, kau bukan siapa-siapa ku, jangan ikut campur dengan urusan ku, mereka memang bukan orang tua yang baik."
"Buk." Satu pukulan mendarat ke wajah Marvin sampai Marvin terpental cukup jauh.
"Jangan kau hina orang tua ku." Ucap Nathan.
"Kau, orang tua mu juga orang tua ku." Kata Marvin sambil membalas pukulan tadi.
"Kau, berani kau memukul ku."
Mereka berdua adu jotos memukul satu sama lain, tidak peduli jika mereka berdua saudara kembar.
"Kalian berdua hentikan." Bentak Vino.
__ADS_1
Vino berjalan mendekati Marvin dan Nathan, lalu memukul kedua nya sampai mereka berdua jatuh tersungkur di lantai.
"Kalian berdua saudara, apa yang kalian lakukan." Vino benar-benar sudah terbawa emosi.
"Tidak, aku tidak sudi memiliki saudara kembar seperti nya." Ucap Nathan.
"Terus lah menolak ku, tetapi kenyataan nya aku tetap kembaran mu." Kata Marvin.
"Marvin dengarkan bunda, kami tidak meninggalkan mu di rumah sakit, sini duduk bersama bunda, bunda akan menjelaskan semua nya." Ucap Citra.
Citra membantu Marvin berdiri dan membawa nya bersama nya, sedangkan Nathan di bantu oleh Vino ia menahan Nathan akan tidak terbawa emosi lagi.
"Dengar kau harus menerima nya." Ucap Vino.
Citra menjelaskan semua nya tanpa ada satu pun yang terlewatkan, Marvin sadar jika semua ini bukan kesalahan orang tua nya, terapi pihak rumah sakit dan ayah tiri nya.
"Sudah jelas kan, kami tidak tau jika kamu masih hidup, jika kami tau kamu masih hidup kami tidak akan meninggalkan mu di rumah sakit, kamu Nathan dan Nila sama sama anak kami." Ujar Vino.
"Sekarang kalian berdua saling meminta maaf." Ucap Vino.
"Ayah aku tidak salah, aku tidak mau." Tolak Nathan.
"Nathan lakukan sekarang juga." Ucap Vino dengan nada yang di tekan.
"Ayo sayang, minta maaf pada Nathan." Kata Citra
"Tapi bun, dia yang memukul ku terlebih dahulu." Kata Marvin.
__ADS_1
"Tidak papa, meminta maaf bukan berarti kamu salah."
Mereka berdua berdiri saling menatap, mereka sama-sama memiliki tatapan tajam. Sorotan mata mereka menandakan jika mereka berdua sama sekali tidak mau bersatu. Alka mendorong pantat Nathan sampai Nathan maju menabrak Marvin.
"Nah begitu berpelukan." Ucap Alka.
Marvin merasa harus lebih mengalah pada Nathan, ia memeluk Nathan dan mulai mengucapkan kata maaf.
"Maafkan aku, aku salah." Ucap Marvin.
"Hmmm iya, aku juga minta maaf." Kata Nathan sambil membalas pelukan dari Marvin.
"Nah begitu kan bagus, kalian saudara kembar seharusnya kalian tidak boleh bertengkar." Ucap Vino.
"Nila, tidak ingin memeluk kakak mu." Tanya Vino.
"Maaf yah, tapi suami ku tidak mengizinkan nya, aku melihat nya saja sudah sangat bahagia, aku tidak pernah menyangka jika masih memiliki seseorang kakak lagi." Jawab Nila.
"Aku mencintaimu sayang, kamu tau saja apa yang tidak aku suka." Bisik Calvin.
"Marvin, jangan harap dengan ini hubungan kita baik, aku belum bisa menerima mu." Bisik Nathan.
"Semakin kau menolak ku semakin besar kenyataan jika aku memang saudara kembar mu, kau tau aku juga memiliki hak yang sama dengan mu, jadi mulai sekarang berhenti semena-mena pada ku." Bisik Marvin.
"Kau sangat menjijikkan Marvin, aku sangat membenci mu."
"Aku mencintaimu ku adik ku."
__ADS_1
Citra merasa ada yang tidak beres di antara kedua anak nya, ia yakin Marvin dan Nathan tidak secepat itu bersatu.