Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 112


__ADS_3

"Panas saja dia istimewa." Ucap Nathan.


"Kau harus berkenalan dengan nya, ada kak Alka juga, ayo ikut aku." Nathan menarik tangan Marvin ke tempat dimana Alka dan Calvin berkumpul.


"Nathan membawa Marvin." Ucap Alka.


"Terus aku harus apa, mungkin dia ingin berkenalan dengan kita." Kata Calvin.


"Kalian selalu saja berdua, tanpa mengajak kami." Ucap Nathan.


"Kau sendiri tidak kau ke sini." Ujar Alka.


"Oh iya kalian sudah kenal dengan nya bukan, dia ingin berkenalan dengan kalian." Ucap Nathan.


"Marvin." Ucap nya sambil berusaha tersenyum padahal jantung nya deg deg kan karena tatapan tajam Calvin dan Alka.


"Aku Calvin, panggil saja akan kakak hahaha." Ucap Calvin sambil tertawa.


"Tidak usah, panggil saja dia Calvin, kalau aku baru wajib kau panggil kak Alka."


"Terserah mu mau memanggil apa, jangan pedulikan mereka." Ucap Nathan.


"Kau benar-benar mau menikah Marvin." Tanya Alka.


"Iya benar aku akan menikah, tapi pernikahan itu karena kesalahan ku, aku hampir menodai Wulan." Jawab Marvin.

__ADS_1


"Wulan pelayan cantik dan seksi itu, wah kau mendapatkan nya, aku pikir Nathan yang akan mengincar nya." Ucap Calvin.


"Mulut mu Calvin, jika Nila tau bisa tidak di beri jatah diri mu." Kata Alka.


Sementara itu Elisa benar-benar sedang mabuk berat awal nya ia hanya meminum sedikit tetapi karena Arfi yang memiliki rencana buruk ia sengaja membuat Elisa minum sangat banyak.


"Ingat tidur bersama ku." Tanya Arfi.


"Hmmmm." Gumam Elisa.


"Bagus." Arfi langsung membawa Elisa pulang ke apartemen nya.


Sesampainya di sana mereka melakukan yang seharusnya mereka tidak lakukan, Arfi tersenyum puas akhirnya bisa menikmati tubuh Elisa sesuka hati nya.


"Kau sudah tidak Virgin sayang." Ucap Arfi.


Karena tidak ada pesta pernikahan acara berlangsung malam hari, ini juga permainan Marvin agar bisa langsung menggempur Wulan sepuasnya.


"Cie yang nanti malam, malam pertama." Goda Nathan.


"Hehehe aku deg deg kan sekali Nat, apa aku sudah tampan." Tanya Marvin.


"Kau selalu tampan sama seperti ku." Jawab Nathan.


"Ada apa Nat, wajah mu terlihat sedih." Tanya Marvin.

__ADS_1


"Tidak papa, ayo cepat acara sudah mau di mulai." Ucap Nathan.


Acara berlangsung dengan lancar, Marvin sudah mengucapkan Ijab qobul dan mereka berdua telah resmi menjadi sepasang suami istri. Semua tersenyum bahagia melihat momen itu, momen yang sangat di nantikan semua orang.


"Selamat Marvin, jaga istri mu dengan baik, ayah percaya kau bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab dan cepat beri ayah momongan." Ucap Vino.


"Siap laksanakan yah, terimakasih untuk semuanya."


"Baru saja kita bertemu dan kamu sudah menjadi milik orang lain, sayangi istri mu seperti kamu menyayangi bunda, bunda sangat bangga pada mu."


"Iya bunda aku masih tetap anak bunda." Ucap Marvin.


"Nat, kau tidak memberikan selamat pada kakak mu." Tanya Vino karena hanya Nathan yang belum mengucapkan apapun pada Marvin.


Nathan mendekati Marvin dan langsung memeluk jua dengan erat. "Selamat untuk mu, semoga kau bahagia bersama istri mu, jangan lupakan aku, tetap lah Marvin yang aku kenal. Kau sudah menikah dan kita sudah tidak bisa seperti biasanya, tapi aku yakin kau pasti bahagia dengan pernikahan mu ini." Ucap Nathan.


"Hey aku tetap kakak mu, aku tidak akan melupakan mu, jangan bersedih aku juga akan sedih melihat mu seperti ini, aku yakin aku juga akan segera menyusul."


"Tidak ada aku tidak sedih." Nathan mengusap air mata nya.


"Tidak sedih tapi menangis." Kata Marvin.


Setelah acara selesai mereka semua kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat. Nathan merasa kamar nya sangat sepi tidak ada Marvin. Biasanya sebelum tidur ada saja yang mereka berdua ributkan.


"Nat, boleh aku masuk." Ucap Marvin.

__ADS_1


"Masuk lah." Teriak Nathan.


"Marvin ada apa kau ke sini kau tidak jadi menggempur Wulan." Tanya Nathan.


__ADS_2