Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 115


__ADS_3

Iqbaal membagi anak buah nya menjadi beberapa kelompok untuk antisipasi jika tejadi rencana nya tidak berjalan mulus. Iqbaal memberi kode ke anak buah nya target mana yang harus mereka abisi terlebih dulu...


"Dor..." satu tembakan lepas dan mengenai orang yang menodongkan pistol pada stiven, dengan sigap stiven pun langsung mengambil senjata nya dan mengarahkan nya ke arah anggara. dan tak lama iqbaal dan pasukan datang dari arah belakang stiven...


"Siapa kalian..." teriak anggara...


"Hey pak tua, kau lupa sedang berurusan dengan siapa..." ucap stiven...


"Jangan kalian fikir dengan pasukan kalian itu dapat mengalahkan ku..." ucap anggara...


"Aku tidak perlu memerlukan teralalu banyak pasukan untuk mengalahkan mu..." ucap stiven...


Dan peristiwa tembak saling menembak kembali terjadi, walaupun pasukan stiven tidak telalu banyak, mereka dengan mudah menjatuhkan musuh karena mereka sudah sangat terlatih...


"Bagaimana sayang, dari mana aku harus memulai nya..." ucap jihan...


"Aku ikut dalam permainan mu..." ucap aldy...


"Ternyata tidak sulit untuk menggoda mu, kenapa tidak lakukan dari dulu..." ucap jihan dan medekati ke arah aldy...


Perlahan jihan mengusap wajah aldy dengan lambut. Jihan mendekati wajah aldy hingga wajah mereka saling menatap satu sama lainnya...


"Selamat menikmati..." ucap jihan dan menyambar bibir aldy...


"Maaf sayang..." batin aldy dan membalas ciuman itu...


Mereka berciuman cukup lama sampai jihan tidak bisa menahan nafsu nya...


"Lepaskan ikatan ini, agar kita bisa bermain dengan leluasa..." ucap aldy dengan nafas yang terenga-engah...


"Aku tidak sebodoh itu. Jika ku lepaskan ikatan ini kau akan lari dari ku..." ucap jihan...


"Aku tidak akan bisa lari mu. Apa kau lupa di luar penjagaan nya sangat ketat..." ucap aldy...


Jihan tampak berfikir panjang, memang benar dengan posisi aldy di ikat mereka tidak bisa bermain secara leluasa...


Perlahan jihan melepaskannya baju yang menyelimuti tubuh aldy, setelah itu ia memulai kembali aksi gila nya, karena nafsu di dalam diri nya sudah memuncak tanpa fikir panjang lagi jihan melepaskannya ikatan itu...


"Sekarang kau bisa memulai nya..." ucap jihan...


Dengan cepat aldy merubah posisi nya. Jihan sudah berada di bawah tubuh aldy, aldy menatap jihan dengan tatapan yang tidak bisa di artikan dan jihan pun membalas tatapan itu, Aldy yang melihat jihan yang tenga lenga tangan kiri nya mengambil sesuatu yang berada di dalam kantor celana nya...


"Kau terlalu bodoh..." ucap aldy dan menodongkan pisau ke leher jihan...


"Jangan main-main al..." ucap jihan...


"Bukannya kau sendiri yang ingin bermain-main..." ucap jihan...


Aldy menarik tubuh jihan dan membawa nya dengan pisau yang sudah berada di leher jihan siap untuk merobek leher jihan...

__ADS_1


"Buka..." teriak aldy...


Sontak membuat parah penjaga kamar itu langsung membuka pintu tersebut, betapa terkejut nya mereka saat jihan yang sedang di todongkan pisau...


"Buang senjata kalian, atau perempuan ini akan mati.." teriak aldy dengan sedikit menekan pisau yang berada di leher jihan...


"Tunggu apa lagi buang aku tidak ingin mati..." teriak jihan...


Mereka semua pun membuang senjata itu kesembarang arah, dan mengikuti semua perintah dari aldy. Aldy mengurung parah penjaga itu di dalan kamar dan membawa jihan turun kebawah...


"Dor..." satu tembakan menembus tubuh anggara...


"Kau pintar bal..." ucap stiven...


"Ini tidak sulit untuk ku..." ucap iqbaal...


Pasukan yang di bawah anggara terpukul mundur karena melihat anggara yang sudah tertembak, Jihan yang melihat papah nya tergeletak dengan banyak dara di tubuh nya dari tidak bisa menahan tangis nya...


"Papah..." ucap jihan...


Aldy yang melihat itu melepas jihan, jihan yang terlepas dari aldy langsung berlari menghampiri papah nya...


"Wow apa kau abis bersenang-senang..." ucap stiven yang melihat jihan yang tidak memakai sehelai benang pun...


"Apa bersenang-senang bahkan bernafsu pun tidak..." ucap aldy...


"Tidak bernafsu tapi kau tidak memakai baju dan lihat tubuh mu penuh dengan lipstik wanita..." ucap stiven dengan nada yang mengejek...


"Bagaimana jika istri mu mengetahui nya, aku tidak bisa membayang ekspresi wajah nya..." ucap stiven...


"Jangan sampai tau, awas kau membocorkan semua ini pada nya..." ucap aldy...


"Aku tidak janji..." ucap stiven...


"Al kita apakan wanita dan jasad orang itu..." ucap aldy...


"Jadikan saja makanan parah buaya..." ucap aldy...


"Hey kalian semua bawah jasad laki-laki tua itu, dan jika kalian ingin bermain-main pakai lah wanita itu lalu buang dia ke kandang buaya..." ucap aldy dan pergi meninggalkan tempat itu diikuti stiven dan juga iqbaal...


Di tempat itu juga jihan di permainan oleh seluruh anak buah dari aldy secara bergantian, setelah mereka puas Bermain-main dengan jihan sesuai perintah oleh aldy mereka membawa jihan dan papah nya kolam penuh buaya...


Sementara itu parah istri sedang menunggu suami mereka untuk pulang karena hari sudah mulai gelap dengan berbagai macam hidangan di meja makan...


"Kenapa mereka lama kali..." ucap viona...


"Mungkin masalah nya cukup rumit..." ucap bella...


"Mungkin, tapi tadi perasaan ku sempat tidak enak..." ucap ariska...

__ADS_1


"Hanya perasaan mu saja..." ucap bella...


Sedangkan stiven dan yang lainnya sedang berada di dalam perjalanan pulang, kerena masalah perusahaan sudah beres...


"Lepaskan baju mu..." ucap aldy...


"Siapa aku..." ucap stiven...


"Siapa lagi..." ucap aldy...


"Kenapa harus di lepas..." ucap stiven...


"Aku akan memakai nya, tidak mungkin aku pulang tanpa mengenakan baju dengan tubuh penuh dengan lipstik wanita..." ucap aldy...


"Aku tidak peduli itu urusan mu..." ucap stiven...


"Ayolah, kau kan adik ipar terbaik ku..." ucap aldy...


"Mulut mu tidak pandai untuk memuji ku..." ucap stiven...


"Adik ipar terbaik ku, bantu kakak ipar mu ini..." ucap aldy dengan muka yang memelas...


"Ini tidak gratis..." ucap stiven dan membuka baju nya...


"Ternyata kau masi memiliki hati juga..." ucap aldy...


"Ku bilang ini tidak gratis..." ucap stiven...


"Terserah mu, cepat berikan baju itu..." ucap aldy...


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai rumah dan mereka langsung masuk kedalamnya , Bella dan yang lainnya sedikit merasa ada yang aneh dengan para suami mereka...


"Mas dimana baju mu..." ucap bella...


"Kamu tanyakan pada kakak mu itu, aku mau mandi dulu..." ucap stiven...


"Ka kenapa menggunakan baju suami ku..." ucap bella...


"Itu tadi baju ku kotor akibat ulah suami mu, jadi karena merasa bersalah suami meminjam kan baju milik nya..." ucap aldy...


"Apa itu benar bal..." ucap bella...


"Hmmm benar..." ucap iqbaal...


"Aku mandi dulu..." ucap aldy dan berlari menuju kamar nya...


"Suami kita terasa aneh..." ucap ariska...


"Benar ris aneh..." ucap bella...

__ADS_1


Segitu dulu ya...


Oh iya karena novel itu mau tamat dan hanya bersisah beberapa episode...


__ADS_2