
"Siapa dia, kenapa aku merasa seperti melihat Nathan, apa ini hanya perasaan ku saja." Batin Vino.
Vino dan Stiven pisah mobil karena Stiven marah pada Vino yang menggagalkan semua rencana ini. Vino membawa mobil nya dengan kecepatan rendah sambil memikirkan seseorang yang merusak pikiran nya.
"Bom." Mobil Vino terbalik seketika karena sebuah ledakan yang cukup besar.
"Ayah." Ucap Nathan dan Nila secara bersama.
Perasaan Nathan tidak enak seketika, ia izin keluar dari kelas nya dan langsung menghubungi Nila adik nya.
"Halo Nathan." Ucap Calvin.
"Calvin, dimana Nila." Tanya Nathan.
"Dia sedang berada di dapur ada apa nat, kau sudah lama tidak menghubungi kami." Jawab Calvin.
"Ayah, apa ayah di rumah."
"Ayah, seperti nya belum pulang, tunggu aku cari dulu." Ucap Calvin.
Calvin berjalan keliling mencari keberadaan Vino tetapi ia sama sekali tidak menemukan Vino.
"Kakek dimana ayah." Tanya Calvin yang melihat Stiven pulang.
"Ayah mu, aku pisah mobil dengan nya, sebentar lagi dia pasti sampai." Jawab Stiven.
__ADS_1
"Halo nat, kau mendengar nya kan." Ucap Calvin.
"Iya aku mendengar nya, nanti aku akan menghubungi mu lagi setelah ayah pulang, ya sudah aku masih ada kelas." Kata Nathan.
Nila berjalan menghampiri bunda nya, perasaan nya sama sekali tidak tenang dan terus menerus kepikiran Vino.
"Bunda ayah dimana." Tanya Nila.
"Ayah mu sedang keluar, ada apa sayang."
"Perasaan ku tidak enak bun, tiba-tiba aku menjatuhkan gelas dan terus memikirkan ayah." Ucap Nila.
"Ternyata bukan perasaan ku saja, tapi perasaan Nila juga, apa yang telah terjadi." Batin Citra.
"Bunda merasakan hal yang sama dengan ku, kenapa bunda diam." Tanya Nila.
Nila kembali berjalan menuju kamar nya, perasaan nya masih benar-benar tidak enak.
"Sayang kenapa dengan mu." Tanya Calvin.
"Perasaan ku tidak enak, aku memikirkan ayah." Jawab Nila.
"Tadi Nathan menghubungi ku, dia juga menanyakan ayah, kenapa dengan kalian berdua."
"Aku juga tidak tau sayang." Ucap Nila.
__ADS_1
Malam hari nya, mereka semua baru sadar jika Vino belum pulang, yang awal nya hanya Nila yang panik kini semua keluarga panik.
Stiven langsung menghubungi semua orang yang berangkat bersama nya tadi untuk menanyakan keberadaan Vino, tetapi mereka katakan jika Vino memisahkan diri.
"Bagaimana ini dimana ayah." Ucap Nila.
Nathan yang mendengar kabar ini langsung berniat untuk pulang, ia meminta paman nya Kevin menyiapkan jet pribadi untuk nya.
"Tenang Nathan, pasti tidak akan terjadi apa-apa dengan Vino, maaf paman tidak bisa ikut dengan mu." Ucap Kevin.
"Iya paman, terimakasih." Kata Nathan.
Sementara itu Stiven, Andy dan Aska memilih terjun langsung untuk mencari keberadaan Vino, mereka menelusuri tempat terakhir Vino dan Stiven bertemu.
"Dimana Vino, kau membuat ku khawatir." Ucap Andy.
"Tenang, aku yakin tidak tidak papa an." Ujar Aska.
Stiven mendapatkan kabar jika mobil yang di tumpangi Vino terbaik di pinggir jalan dan parah nya mobil itu sudah habis terbakar. Mereka bertiga langsung menuju tempat mobil Vino di temukan.
"Vino." Ucap Stiven saat melihat langsung mobil yang telah hangus terbakar itu.
Stiven sangat merasa bersalah karena diri nya meninggal Vino, tapi ia yakin jika Vino tidak ada di dalam mobil yang telah hangus itu.
"Apa yang terjadi." Ucap Aska.
__ADS_1
"Sudah kita pulang dulu, kita tenang kan pikiran kita." Ujar Andy.