Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 172


__ADS_3

Nathan tersenyum saat kaki nya sudah bisa ia gerakan dengan lancar, Jennie benar-benar melakukan tugas nya dengan benar. Dan diam-diam Nathan sudah memiliki perasaan pada Jennie yang tergolong menjadi istri idaman nya.


"Kaki ku, kaki ku bisa bergerak," ucap Nathan yang sangat senang.


"Beberapa minggu lagi, pasti kamu akan sembuh, ayah mu sudah tau perubahan ini," kata Jennie.


"Terima kasih Jennie," ucap Nathan.


"Sama-sama Nathan yang tampan, tetap bersemangat," kata Jennie.


"Berapa usia mu," tanya Nathan.


"25 tahun," jawab Jennie.


"Wah masih muda juga, aku ingin mengenal mu lebih dekat," kata Nathan.


"Maaf aku sudah menikah," ucap Jennie yang membuat harapan Nathan pupus seketika.


"Pasti suami mu sangat senang memiliki istri seperti mu."


"Dia sangat senang sampai aku tidak bisa tidur dengan benar," ucap Jennie. Yang membuat otak Nathan traveling kemana-mana.


Setelah memijat dan melatih Nathan, Jennie mengambil gaji pertama nya di ruangan Vino.

__ADS_1


"Masuk," ucap Vino.


"Saya mau mengambil gaji saya tuan," kata Jennie.


"Oh iya tunggu sebentar, Terima kasih atas kerja keras mu, sekarang Nathan sudah bisa menggerakkan kaki nya," ucap Vino.


"Iya tuan saya sangat senang bisa membantu keluarga fenomenal ini, oh iya tuan mulai minggu depan bukan saya lagi yang akan melatih Nathan," kata Jennie.


"Maksud kamu bagaimana? Kamu mau mengundurkan diri," tanya Vino.


"Bukan begitu tuan, saya sudah tidak bisa masuk lagi karena saya sedang hamil," jawab Jennie.


"Apa!!! kau hamil anak Nathan," tanya Vino.


"Eh tidak tuan, anak suami bule saya, mana mungkin saya bisa hamil dengan bocah," jawab Jennie.


"Sepupu saya tuan, kebetulan dia juga bekerja di perusahaan yang sama dengan saya," ucap Jennie.


"Oh baiklah, Terima kasih atas semua nya," kata Vino.


"Hiks.. hiks.. hiks.. aku sedang hamil aku malah bermain sangat kasar," ucap Rebecca.


"Maaf sayang, aku selalu bersemangat jika bermain dengan mu," kata Ari.

__ADS_1


"Aku ingin mengurutkan anak ini, bantu aku," ucap Rebecca.


"Tidak mungkin, aku ingin anak ini, minggu depan aku akan datang lagi, dan aku akan memberitahu semua nya pada orang tua mu," kata Ari.


Sore hari nya saat kakak nya sudah pulang, Rebecca masuk ke dalam Piter dan langsung memeluk Piter sambil menangis.


"Ada apa Rebecca kau kenapa," tanya Piter.


"Aku hamil kak, aku hamil," jawab Rebecca yang membuat Piter sangat terkejut apalagi setau Piter, Rebecca hanya tidur dengan Calvin.


"Anak Calvin," tanya Piter.


Rebecca langsung teringat jika kakak nya hanya tau jika dia tidur dengan Calvin. Rebecca tidak membuang kesempatan ini dan manfaatkan nya dengan baik.


"Iya kak, anak nya, aku harus apa kak," jawab Rebecca.


"Kau gila Rebecca, kau bisa mati jika keluarga Vins tau jika kau hamil anak Calvin," ucap Piter.


"Kami melakukan nya karena sama-sama bernafsu kak, awal nya memang aku menjebak nya tapi tak lama dia yang menyerang ku duluan," kata Rebecca.


"Kau tidak bohong kan, jika benar aku bisa meminta tanggung jawab nya," tanya Piter.


"Iya kak, buat apa aku bohong dengan masalah sebesar ini," jawab Rebecca.

__ADS_1


Rebecca sangat senang akhirnya ada yang akan menyelamatkan hidup nya.


"Aku datang sayang," batin Rebecca.


__ADS_2