
Maaf ya author ngecewain kalian, tapi kalian jangan khawatir Author menyimpan plot twist 🤣, di sini author segalanya, bisa melakukan apapun 🤣😂😅.
Sedih satu kata yang menggambarkan Calvin saat ini, diri nya yang memang sudah cengeng dari awal semakin terpuruk dengan kepergian Nila dari sisi nya.
Saat ini Calvin hanya fokus menjaga dan merawat anak nya Marcel. Bayi yang sangat tampan dan sangat pengertian pada daddy nya. Sepanjang waktu ia habiskan hanya untuk menatap dan memeluk anak nya. Wajah Marcel selalu mengingat nya pada Nila.
"Sayang," ucap Calvin lirih sambil mengusap wajah putra nya dengan lembut.
"Calvin ayo makan dulu, dari kemarin kau belum makan," ucap Vino.
"Aku tidak mau makan yah, aku ..." Calvin tidak sanggup berbicara lagi, saat mengingat istri nya air mata nya pasti jatuh membasahi wajah nya.
"Yah kenapa saat itu aku tidak boleh melihat wajah istri ku," tanya Calvin.
"Sudah jangan membahas nya lagi, kau harus melanjutkan hidup mu, kau masih muda," jawab Vino.
"Marcel cucu pertama ayah, jaga dia dengan baik Calvin," ucap Vino.
"Bukan nya anak nya Alka cucu pertama mu."
"Cucu pertama dari darah daging ku Calvin, Amanda bukan anak kandung ku," ucap Vino.
__ADS_1
"Apa aku berhasil membuat cucu yang sesuai dengan keinginan mu," tanya Calvin.
"Kau berhasil, kau pintar dalam membuat anak, aku bangga pada mu. Walaupun Nila sudah tidak ada aku tidak mau kau pergi dari sini, kau tetap anak ku.".
"Tapi ayah Erwin meminta ku untuk tinggal dengan nya, bagaimana yah, aku hanya memerlukan izin mu," tanya Calvin.
"Jika aku tidak mengizinkan mu, apa kau tetap mau pergi dari sini."
"Tidak akan, aku tidak akan pergi, aku hanya bercanda yah. Aku tidak akan meninggalkan mu," ucap Calvin.
"Terima kasih, ayo kita bawa Marcel keluar kamar, dia harus berjemur, semumpung masih pagi."
Ini pertama kali nya Calvin keluar dari kamar semenjak kepergian Nila, sudah hampir satu minggu Nila pergi meninggalkan keluarga ini tetapi hawa kesedihan masih menyelimuti keluarga ini.
"Maaf, bagaimana dengan Nathan," tanya Citra.
"Aku di sini bun," ucap Nathan.
"Kamu tidak latihan lagi," tanya Citra.
"Nanti sore bun, bunda maaf sekali. Aku masih merasakan ikatan ku pada Nila," jawab Nathan.
__ADS_1
"Kau tidak merasakan nya Marvin," tanya Nathan.
"Tidak Nathan, Nila sudah tidak ada. Aku sendiri yang menurunkan peti nya," jawab Marvin.
"Sudah jangan membahas adik kalian lagi, biarkan dia beristirahat dengan tenang," ucap Citra.
"Calvin," ucap Piter.
"Piter kau ke sini," tanya Calvin.
"Aku ingin menjemput mu," jawab Piter.
"Maaf Piter aku tidak bisa pergi dari rumah ini, aku tetap akan tinggal di sini bersama ayah Vino." tolak Calvin.
"Jadi bagaimana dengan permintaan ayah kandung mu," tanya Piter.
"Aku tidak bisa mengabulkan nya, aku yakin dia mengerti dengan keputusan ku," jawab Calvin.
"Baiklah, aku yakin ini keputusan yang terbaik untuk mu," ucap Piter.
"Istri nya sudah meninggal, apa aku bisa mendekati nya, sayang cepat lah lahir, mamah mu ingin menemukan daddy untuk mu," ucap Rebecca sambil mengusap perut nya.
__ADS_1
"Terbangkan dia ke New York, aku yakin semua rencana ku akan berhasil."