Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 29


__ADS_3

Nila masuk ke dalam kamar dengan santai nya. Betapa terkejut nya Nila saat melihat apa yang Calvin lakukan.


"Kak." Teriak Nila sambil menutup mata nya.


"Nila." Calvin langsung menutup pusaka nya dengan selimut padahal ia sedang nikmat-nikmat nya.


"Apa yang kakak lakukan." Tanya Nila dengan masih menutup mata nya.


"Hmmm aku sedang mengikuti saran dari Alka, tapi yang di katakan ada benar nya juga aku merasa lebih tenang, buka mata mu tidak seharusnya kamu menutup mata mu." Jawab Calvin.


"Itu tidak boleh kak, jangan lakukan lagi." Ucap Nila.


"Iya iya maaf." Calvin menjentikkan jari nya, pertanda agar Nila mendekat nya.


"Ada apa kak." Tanya Nila.


"Seperti nya aku sedang tidak baik-baik saja, kepala ku sangat sakit. Kamu tau aku bahkan seperti melupakan sesuatu." Jawab Calvin.


"Kak jangan membuat ku takut." Ucap Nila.


"Sudah tidak papa, jangan sedih." Calvin memeluk Nila.


"Kak kita ke rumah sakit ya, aku sangat khawatir pada mu." Ucap Nila.


"Kenapa kamu khawatir pada ku, kamu mencintai ku." Tanya Calvin.


"Cinta,, hmmm anu...


"Aku sangat bahagia jika kamu mencintai ku." Ucap Calvin


"Iya kak, aku sudah memiliki rasa lebih pada ku." Kata Nila.


"Terimakasih telah mencintai ku pria seperti ku, aku sangat bahagia Nila." Calvin memeluk Nila dengan erat.


"Kita ke dokter ya, aku tak akan tenang jika kakak tidak periksa."

__ADS_1


"Iya sayang, demi istri ku aku akan melawan rasa takut ku, pulang dari sini kita ke dokter." Kata Calvin.


"Kakak takut ke dokter." Tanya Nila.


"Aku takut dengan jarum, tidak suka bau obat-obatan dan aku juga takut pada para perawat yang memakai pakaian berwarna putih." Jawab Calvin.


"Kenapa takut dengan perawat." Tanya Nila.


"Tidak tau, takut saja. Menurut ku mereka menyeramkan." Jawab Calvin.


Nila tidak heran dengan jawaban aneh suami nya, dari awal mengenal Calvin, Calvin memang pria yang berbeda dengan pria yang lainnya. Tapi ke anehan itu membuat nya tertarik pada Calvin.


"Kamu sudah melihat milik ku." Bisik Calvin.


"Kak, aku malu." Nila menyembunyikan kepala nya.


"Kenapa harus mau, kenapa kamu mau mencoba nya." Tanya Calvin.


"Mencoba nya, maksud kamu melakukan nya."


"Iya sayang, kamu mau melakukan nya dengan ku sekarang." Tanya Calvin.


"Besok saja, kalau sudah di rumah." Ucap Calvin.


Calvin dan Nila keluar dari kamar dan bergabung dengan Amanda dan Alka.


"Nila ayo ikut dengan ku." Ucap Amanda.


Nila yang tau maksud dari kakak nya hanya nurut saja. Amanda ingin mendekat kan Calvin dan Alka agar lebih akrab lagi, ia yakin suatu saat mereka berdua pasti saling membutuhkan.


"Bagaimana, apa sudah terasa enakkan." Tanya Alka.


"Belum selesai, istri ku keburu masuk ke dalam kamar." Jawab Calvin.


"Hahaha, aku yang menyuruh nya masuk." Ucap Alka.

__ADS_1


"Kau ya, kau yang memberikan ku saran, kau juga yang menggagalkannya." Calvin melemparkan buah anggur ke arah Alka.


"Hahaha, aku heran kenapa kita bisa akrab secepat ini, padahal dulu kita saling membenci." Ucap Alka.


"Tidak perlu kau bahas, aku ingin bertanya sesuatu pada mu, bagaimana cara agar istri mu cepat hamil bukan nya kau baru sekali melakukan nya dengan Amanda." Tanya Calvin.


"No, aku melakukan nya dua kali dengan nya, yang kedua kami benar-benar secara sadar, tapi aku yang memaksa nya. Jangan marah pada ku lagi." Jawab Alka.


"Tidak buat apa aku marah pada ku, dia sudah menjadi istri mu, itu artinya kau bertanggung jawab dengan apa yang kau perbuat. Jadi bagaimana cara nya melakukan hal itu? "


"Bagaimana? Apa kau sudah melakukan malam pertama." Tanya Alka.


"Belum, aku hampir melakukan nya tapi tidak jadi, aku tidak tega menyakiti istri ku." Jawab Calvin.


"Calvin kenapa kau bodoh sekali, dia hanya sakit untuk sementara waktu, nanti dalam beberapa menit dia akan merasakan sesuatu hal yang luar biasa." Ucap Alka.


"Kau tidak berbohong kan pada ku."


"Tidak Calvin, aku bersungguh-sungguh, saat ini malah Amanda yang selalu ketagihan bermain dengan ku, buat istri mu seperti itu." Ucap Alka.


"Baik lah, oh iya setelah pulang nanti kita mampir ke rumah sakit sebenar aku harus memeriksa kan kepala ku." Kata Calvin.


"Aku setuju, kepala mu harus secepatnya di periksa kan. Kau sering merasakan pusing secara tiba-tiba." Ucap Alka.


Note : Karena Visual orang tua mereka dari China jadi author memutuskan Visual mereka juga dari China.


Untuk Nila dan Calvin dulu ya...





__ADS_1




__ADS_2