Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 65


__ADS_3

Menahan godaan...


"Sekarang kita harus bagaimana pah..." ucap lia...


"Iya pah, kita juga tidak tau sekarang sedang berada dimana..." ucap nia


"Aku juga tidak tau, semua ini gara-gara kalian, perusahaan ku hancur dan sekarang kita di asingkan oleh keluarga vins..." ucap mahendra...


"Pah aku gak mau jadi gelandang disini..." ucap nia...


"Mamah juga tidak mau..." ucap lia...


"Kalian bisa diam tidak, kalian fikir aku mau jadi gelandang..." teriak mahendra...


Mereka pun terdiam meratapi nasib, akibat perbuatan mereka sendiri...


Sedangkan di kediaman keluarga vins, tampak indah dan stiven sedang berbincang di ruang keluarga...


"Kamu serius stive..." ucap indah...


"Iya mah, ku yakin si iqbaal bodoh itu tidak berani menyentuh vioan..." ucap stiven...


"Ya sudah mamah juga masi ada obat yang kemarin..." ucap indah...


"Bagus mah, tapi kali ini biar stiven yang bertindak..." ucap stiven...


"Terserah kamu, mamah ambil dulu obat nya..." ucap indah dan pergi menuju kamar untuk mengambil barang yang di maksud...


"Tunggu pembalasan ku bal, ini lebih parah..." ucap stiven...


Tak lama indah datang dan membawa barang tersebut dan menyerahkannya ke pada stiven...


"Jangan bilang bella mah, nanti pasti bella melarang kita..." ucap stiven...


"Terserah kamu stive..." ucap indah dan pergi meninggalkan stiven...


"Kita mulai sekarang..." ucap stiven...


Tampak iqbaal keluar dari dalam kamar menuju ruang keluarga karena ada panggilan dari stiven...


"Ada apa tuan..." ucap iqbaal...


"Berhenti memanggil ku tuan, kau mau aku di marahi adik dan istri ku..." ucap stiven...


"Baiklah, ada apa ka..." ucap iqbaal...


"Rasanya aneh di panggil ka oleh mu, tapi sudahlah..." ucap stiven...


"Aku ingin memperingati mu, walaupun aku yang menyuruh mu menikah dengan adik ku, tapi aku minta sebelum hari pesta pernikahan kalian nanti, jangan pernah sentu adik ku..." ucap stiven...


"Baiklah itu hal yang mudah..." ucap iqbaal...


"Kau yakin itu hal yang mudah..." ucap stiven...


"Iya saya yakin..." ucap iqbaal...


"Kalau kau menyentuh adik ku sebelum pesta pernikahan bagiamana..." ucap stiven...

__ADS_1


"Aku akan menuruti semua hal yang kau mau..." ucap iqbaal...


"Baiklah itu tidak buruk, semoga berhasil..." ucap stiven dan pergi meninggalkan iqbaal...


"Seperti nya ada yang aneh, tapi sudahlah memang dari dulu keluarga ini aneh..." batin iqbaal...


Setelah meninggal kan iqbaal stiven masuk kedalam kamar nya untuk menjumpai istri tercinta nya yang sedang terlelap...


"Kamu begitu cantik sayang..." ucap stiven sambil mencium pipi bella...


Stiven pun merebahkan tubuh nya di atas kasur dan ikut tertidur sambil memeluk bella...


Iqbaal yang selesai menjumpai stiven juga langsung masuk kedalam kamar untuk membantu viona menyusun barang-barang nya...


"Ada apa ka, kenapa ka stive memanggil mu..." ucap viona...


"Tidak ada hanya urusan kantor..." ucap iqbaal...


"Ooo gitu, ini ka bantu aku..." ucap viona...


"Iya dek..." ucap iqbaal...


Iqbaal pun membantu menyusun barang milik viona yang ternyata sangat banyak...


Waktu berjalan dengan cepat sore hari berganti menjadi malam hari, stiven memilih untuk diluan ke ruang makan meninggalkan bella di kamar...


"Sayang, aku diluan ya..." ucap stiven sedikit berteriak...


"Ko tumben kamu tidak nunggu aku..." ucap bella yang sedang berada di dalam kamar mandi...


"Aku ada urusan sebentar dengan iqbaal..." ucap stiven...


"Oke sayang, I love you..." ucap stiven dan pergi beranjak menuju ruang makan...


Sesampai nya di meja makan stiven langsung menjalankan aksi nya sebelum yang lainnya datang...


"Selamat bersenang-senang adik-adik ku..." ucap stiven sambil tertawa...


Tak lama viona dan iqbaal pun datang, viona melihat stiven berada di meja makan sendiri tampa bella sedikit curiga...


"Ka stive tumben udah di sini, Ka bella mana. Jangan-jangan kalian bertengkar ya..." ucap viona...


"Siapa yang bertengkar..." ucap indah datang dari arah belakang...


"Itu mah ka stive dengan ka bella..." ucap viona...


"Betul iti stive..." ucap wijaya...


"Tidak pah, stive hanya diluan ke ruang makan karena stive ada sedikit urusan..." ucap stiven...


"Urusan apa ka..." ucap viona...


"Bukan urusan mu viona..." ucap stiven...


"Malam semua, maaf terlambat..." ucap bella...


"Tidak sayang, kamu belum terlambat..." ucap stiven...

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan kegiatan makan malam mereka, stiven makan sambil tersenyum puas melihat rencana nya sudah berjalan dengan baik...


"Kamu kenapa mas, ko senyum-senyum begitu..." ucap bella...


"Tidak sayang, aku hanya senang saja karena aku akan menjadi dedy..." ucap stiven...


"Viona kapan kamu akan menyusul bella..." ucap wijaya...


"Maksudnya pah..." ucap viona...


"Kapan kamu akan hamil seperti bella..." ucap wijaya...


Viona dan iqbaal yang mendengar itu sontak kaget dan tersedak makanan...


"Bagiamana mau nyusul, menyentuh nya saja belum perna..." batin iqbaal...


"Kenapa keluarga aneh sekali..." batin viona...


"Kenapa ko kalian diam..." ucap indah...


"Secepatnya nya mah pah..." ucap iqbaal...


"Iya mah pah..." ucap viona...


"Kamu yakian ball..." ucap stiven...


"Ya.. yakin ka..." ucap iqbaal...


Setalah acara makan malam selesai viona dan iqbaal memilih untuk langsung masuk kedalam kamar karena mereka belum selesai menyusun barang-barang milik viona...


"Mah kami kekamar dulu..." ucap viona...


"Baru juga di bahas udah mau ehem aja..." ucap indah...


"Adik ipar hati-hati..." ucap stiven...


"Kami ingin menyusun barang milik viona mah..." ucap iqbaal...


Viona dan iqbaal pun langsung menju kedalam kamar, mereka melihat meja dan lemari masi berantkakan...


Vioan pun mulai menyusun nya di bantu oleh iqbaal, tak lama tubuh nya merasa panas dan gerah...


"Kenapa dek..." ucap iqbaal...


"Enggak ka, hawa nya sedikit panas..." ucap viona...


"Tidak ko, malah lebih dingin..." ucap iqbaal...


Viona yang melihat iqbaal ntah mengapa ingin mencium dan memeluk iqbaal, ia perlahan mendekati iqbaal...


"Dek kamu kenapa..." ucap iqbaal mulai berjalan mundur...


"Ka jangan mundur..." ucap viona...


"Kamu kenapa..." ucap Iqbaal yang langkah kaki nya sudah mentok menabrak dinding...


Viona yang melihat iqbaal sudah tidak bisa berjalan mundur lagi langsung memluk iqbaal...

__ADS_1


"Dek, sadar..." ucap iqbaal...


Skip.


__ADS_2