
"Marvin tidak bisa, ini bukan ayah yang membeli nya, ini hadiah pertama dari bunda saat ulang tahun ayah, harga nya memang tidak terlalu mahal, tapi kenangan nya yang luar biasa." Ucap Vino.
"Ayah demi aku, ayah aku mau, berikan pada ku yah. Aku mohon apa selama ini aku pernah meminta mereka sesuatu, kali ini saja yah." Bujuk Marvin.
"Sudah Marvin ayah tidak akan memberikan mu jam itu." Ujar Nathan.
"Hmmm iya ayah memang sangat susah, aku kesal dengan nya." Kata Marvin.
"Ya ya ya, sudah ini untuk mu, ambilah tapi jaga baik-baik." Ucap Vino.
"Terimakasih ayah, aku sangat menyayangi mu." Marvin langsung memeluk Vino.
"Kalau aku yang meminta nya pasti tidak di perbolehkan." Ucap Nathan.
"Kau cemburu lagi pada ku." Tanya Marvin.
"Tidak, aku juga tidak suka dengan jam tangan nya." Jawab Nathan.
"Ayah aku mau yang ini, boleh kan." Tanya Nathan.
"Apa kau memang sudah tau setiap harga jam tangan ku, kau tau saja yang mana yang mahal." Ucap Vino.
"Hahaha kau jelas tau, kan ada hp yah, aku akan semakin tampan dengan memakai jam tangan ini." Kata Nathan.
__ADS_1
Setelah mendapatkan jam tangan yang mereka mau, Nathan dan Marvin langsung kembali masuk ke dalam kamar.
"Apa aku mulai membereskan barang-barang ku sekarang." Ucap Marvin.
"Nanti saja kan masih ada lima hari lagi." Kata Nathan yang terlihat cukup sedih.
"Kau kenapa Nathan, kau sedih aku pindah kamar." Tanya Marvin.
"Kita baru saja dekat dan sekarang kita harus kembali berpisah."
"Aku cuma pindah kamar bukan pindah rumah, kau bagaimana si." Kata Marvin.
"Sama saja, nanti kamar ku kembali berantakan tidak ada yang membereskan nya, tidak ada yang membangunkan ku, tidak ada yang menyikat kamar mandi." Ucap Nathan.
"Oh jadi kau menganggap ku pembantu, kau memang ingin aku hajar ya." Kata Marvin.
Ini kali pertama nya Marvin merasakan ikatan yang sangat kuat pada Nathan, ia dapat merasakan perasaan Nathan saat ini. "Apa ini yang dinamakan ikatan saudara kembar." Batin Marvin.
"Kau benar-benar sedih Nat." Ucap Marvin.
"Apa aku terlihat bercanda." Tanya Nathan.
"Sudah jangan bersedih, kau juga akan kembali ke Korea bukan untuk melanjutkan pendidikan mu, anggap saja ini latihan perpisahan kita."
__ADS_1
"Iya setelah ulang tahun ku akau akan kembali ke Korea, dan kau tau para sepupu kita akan datang." Ucap Nathan.
"Siapa saja nat, apa banyak." Tanya Marvin.
"Ada tiga, dua laki-laki dan satu wanita." Jawab Nathan.
"Apa mereka semua tau, aku sepupu mereka juga."
"Sudah, mereka sudah tau, mereka ingin Video call dengan mu tapi aku melarang nya agar mereka melihat mu langsung." Ucap Nathan.
Sementara itu Abraham sudah memulangkan anak kandung nya Elisa, Elisa anak tunggal Abraham lahir bersamaan dengan Marvin, itu sebabnya ia dapat mengambil Marvin dari pihak rumah sakit karena mereka lahir di rumah sakit yang sama.
"Ayah, Elisa merindukan ayah." Ucap nya sambil memeluk Abraham.
"Ayah juga sayang, bagaimana apa kamu sudah menemukan pria idaman mu." Tanya Abraham.
"Aku sudah memiliki pacar ayah, tapi perasaan kau tetap lebih besar ke pada kak Marvin, dimana dia aku sangat merindukan nya."
"Kakak mu pergi, itu sebabnya ayah ingin kau mencari nya, dia sudah tidak peduli lagi dengan ayah, padahal selama ini ayah yang memenuhi semua kebutuhan nya." Ucap Abraham.
"Apa, bagaimana bisa begitu yah, bagaimana bisa kakak menjadi seperti itu." Kata Elisa.
"Ayah juga tidak tau, seperti nya memang ada yang mempengaruhi nya." Ucap Abraham.
__ADS_1
"Aku mencintai diri nya, aku ingin menikah dengan nya, bagaimana ini yah, dia kakak tiri ku, jadi kami tidak papa menikah, dia juga sudah berjanji pada ku jika usia kami sudah cukup kami akan menikah." Kata Elisa.
"Bawa dia kembali dan ayah akan menikah kan kalian, kau masih virgin kan, karena mana mungkin kakak mu mau dengan wanita bekas."