Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 100


__ADS_3

Jangan pergi part 2


Langka ariska langsung terhenti saat aldy meegang tangan nya dan mendengar ucappan itu, bukan hanya ariska mereka yang berada di tempat itu pun kaget melihat apa yang di lakukan aldy...


"Lepas ka..." ucap ariska melepaskan tangan aldy...


"Jangan pergi..." ucap aldy dengan tatapan kosong...


"Untuk apa aku disini ka, bukanya waktu yang kau berikan sudah habis dan aku tidak bisa mendapatkan hati mu..." ucap ariksa...


Aldy tidak bisa menjab pertanyaan dari ariska ia hanya diam tak bergemi di tempat nya berdiri...


"Ariska cepat..." teriak hendi...


Ariska pun kembali melangkah kan kaki nya, begitu berat kaki nya melangkah meninggal kan orang yang ia cintai...


"Kamu berhasil..." ucap aldy...


Ariska kembali menghentikan langkah nya dan membalik tubuh nya, aldy pun melangkah kan kaki nya untuk mendekati ariska...


"Kamu berhasil dan jangan tinggal kan aku..." ucap aldy...


"Aku harus pergi ka..." ucap ariska dengan menitihkan air mata nya, ia tidak ingin membuat aldy ikut dalam masalah nya...


"Tapi kenapa, bukanya itu yang kamu inginkan..." ucap aldy...


"Apa kakak serius dengan ucappan kakak, atau kakak mengatakan itu agar aku tidak pergi bukan benar-benar mencintai ku..." ucap ariska dengan menatap aldy...


Aldy kembali diam, jujur dia masi bingung dengan perasaan nya sekarang, benar kata stiven kelemahan nya adalah mengartikan perasaan nya sendiri...


"Diam kakak, sudah memberiku jawaban..." ucap ariska dan membalik badannya untuk pergi...


Hendi yang melihat itu pun kesal, ia menarik tangan ariska agar mempercepat langka nya...


"Ariska aku benar-benar mencintai mu..." teriak aldy...


Ariska masi terus berjakan mengikuti hendi karena tangannya di tarik oleh hendi, perasaan nya begitu bahagia saat aldy mengatakan cinta pada nya, namu apa boleh buat ia sudah menerima persyaratan yang di berikan hendi agar bisa melunasi semua hutang kakek nya...


"Ariska apa kau tidak mendengar ku..." ucap aldya dan berlari mendekati ariska...


"Lepaskan tangan kotor mu..." ucap aldy dan manarik ariska...


"Jangan pernah ikur campur urusanku..." ucap hendi...


"Kubilang lepaskan tangan kotor mu..." teriak hendi...


"Kalau aku tidak mau kenapa..." ucap hendi...


Tanpa aba-aba aldy memukul wajah hendi dengan kuat sehingga membuat hendi tersungkur di tanah, hendi pun bangkit dan membalas pukulan dari aldy...


Perkelahian di antara kedua nya pun tidak terelakan mereka saling memukul demi merebut kan satu orang wanita...


"Iqbaal pisahkan mereka..." ucap wijaya...


"Jangan biarkan aldy mengerti perasaan nya, laki-laki itu begitu bodoh dalam mengartikan perasaan nya..." ucap stiven...


"Tapi mas..." ucap bella...


"Tenang sayang hendi bukan apa-apa di bandingkan dengan kakak mu..." ucap stiven...

__ADS_1


"Cukup..." teriak ariska...


Mereka berdua pun menghentikan perkelahian itu, wajah hendi sudah tampak babak belur berdeda dengan aldy yang hanya sedikit luka di pelipis nya...


"Ariska kau harus ikut dengan ku kalau tidak lunasi semua hutang kakek mu sekarang juga..." ucap hendi...


Ariska tampak bingung di satu sisi ia tidak ingin pergi tapi di sisi lainnya ia bingung dengan apa ia membayar hutang itu...


"Maaf ka..." ucap ariska dan memeluk aldy lalu melepaskan pelukkan itu...


"Aku akan membayar nya..." ucap aldy...


"Jangan ka..." ucap ariska...


"Berapa jumlah hutang kakek pada mu..." ucap aldy...


"5 M apa kau bisa membayar nya sekarang..." ucap hendi...


Aldy pun mengambil dompet yang berada di kantong celana nya, ia mengambil cek dan menulis jumlah hutang kakek...


"10 M ku berikan dan jangan pernah ganggu hidup nya lagi..." ucap aldy dan meleparkan cek itu kewajah hendi...


"Cih... uang ini lebih berharga dari pada gadis itu..." ucap hendi megambil cek itu dan pergi meninggalkan rumah stiven...


"Terimakasih ka..." ucap ariska dan langsung memeluk aldy dengan erat...


"Jangan perna pergi meninggalkan ku..." ucap aldy dan membalas pekukan dari ariska...


"Akhirnya si bodoh bisa mengerti perasaan nya..." ucap stiven...


"Apa kakak benar-benar mencintai ku..." ucap ariska sambil menatap aldy...


"Belum sah woy..." teriak stiven membuyarkan momen romatis itu...


"Mas ganggu aja deh..." ucap bella...


"Iya ni stiven, jarang-jarang melihat aldy seperti itu..." ucap yasmin...


"Ingat umur bun..." ucap bella...


"Aku mencintai mu, sangat mencintai mu..." ucap aldy...


"Terimakasih..." ucap ariska dan kembali memeluk aldy sambil menangis...


Mereka pun kembali masuk kedalam rumah untuk melanjutkan aktifitas mereka masing-masing...


"Awww..." ucap aldy saat ariska mengoleskan salep luka di pelipis nya...


"Tahan sedikit..." ucap ariska....


"Manja amat, ayo cepat kita harus ke kantor untuk mengurus perusahaan mu..." ucap stiven...


"Apa tidak bisa besok..." ucap aldy...


"Tidak lebih cepat lebih baik..." ucap stiven...


"Baiklah, aku siap-siap terlebih dahulu..." ucap aldy...


Setelah mereka bersiap mereka pun langsung memutuskan untuk pergi ke kentor vins grub...

__ADS_1


Sesampai nya di kantor mereka langsung masuk kedalam dan menuju ruangan stiven dan juga ruangan baru aldy...


"Ini ruangan mu..." ucap stiven...


"Aku tidak suka warna dan arsitektur nya..." ucap aldy...


"Pakailah untuk sementara waktu..." ucap stiven...


"Tidak, itu akan membuatku tidak konsen dalam bekerja..." ucap aldy...


"Kau sama seperti dulu, ribet..." ucap stiven dan pergi meninggalkan aldy...


"Tunggu aku..." ucap aldy...


Mereka pun masuk kedalam ruangan stiven yang memang di rancang khusu untuk nya...


"Kenapa ruangan mu begitu bagus..." ucap aldy...


"Aku ceo di sini tidak mungkin ruangan ku ruangan biasa..." ucap stiven...


"Lalu kenapa ruangan ku terlihat biasa saja..." ucap aldy...


"Kau bisa menghubungi arsitek dan merancang ulang ruangan mu..." ucap stiven kesal dengan tingkah aldy...


"Tidak kau suruh aku akan melakukan nya, untuk sementara waktu ruangan mu juga ruangan ku..." ucap aldy...


"Terserah..." ucap stiven...


"Tok... tok... tok..." suara pintu di ketuk...


"Masuk..." ucap stiven...


"Stive rapat akan segera di mulai..." ucap iqbaal...


"Ayo sekarang kita keruangan rapat..." ucap stiven...


"Apa aku harus ikut..." ucap aldy...


"Kita rapat untuk membahas perusahaan mu bodoh, jika kau tidak ada bagaimana bisa rapat itu dimulai..." ucap stiven...


"Iya.. iya.... Aku becanda..." ucap aldy...


Sementara itu dirumah bella berniat untuk membawa bunda dan ariska ke toko kue milik nya...


"Bunda ke toko bella yuk..." ucap bella...


"Ayo sayang, ariska kamu juga ikut ya..." ucap yasmin..


"Iya bun..." ucap ariska...


Mereka pun langsung pergi menuju toko kue milik bella, sesampainnya di toko mereka langsung masuk kedalam toko tersebut...


"Toko kue milik mu besar sekali bell..." ucap yasmin...


"Kalau mamah ingin mencoba kue nya ambil saja, kamu juga ris..." ucap bella...


"Iya sayang, kami berkeliling dulu..." ucap yasmin...


"Aku keruangan ku ya bun, nanti kalau sudah puas berkeliling langsung masuk saja keruangan ku..." ucao bella...

__ADS_1


Segitu dulu....


__ADS_2