
"Sudah kan, ayah tinggal dulu, jangan membuat masalah lagi," ucap Vino.
"Ayah," rengek Vino.
"Berhenti merengek, kau mau sembuh tidak," ucap Vino.
"Iya iya," kata Nathan.
Noya mulai mendekati kaki Nathan dan memijat nya secara perlahan, ia sudah cukup berpengalaman melakukan hal ini.
"Pijatan mu tidak enak," ucap Nathan berbohong, karena pijatan Noya benar-benar terasa sangat enak.
"Maaf tuan, tapi saya sudah melakukan nya dengan benar."
"Jangan bohong, tidak berasa apa-apa," kata Nathan.
Noya mulai mengeraskan pijatan nya, tangan lentik nya dengan kuat memijat kaki Nathan yang membuat Nathan meringis kesakitan.
"Ahh kau bodoh, sakit kau mau membuat kaki ku patah," ucap Nathan.
"Tadi kata tuan tida berasa, sekarang saya keras kan malah sakit, yang benar mana tuan," tanya Noya.
__ADS_1
"Kenapa tanya aku, harusnya kau tau, apa yang aku mau. Aku pasien mu."
"Maaf tuan," ucap Noya yang hampir terpancing amarah karena sikap Nathan yang memang semena-mena pada nya.
"Sudah jangan pijat aku." Nathan menyingkirkan kali nya.
Setelah pijatan selesai, Noya membantu Nathan untuk berdiri, karena Nathan hanya tinggal berlatih berjalan saja. Sebenarnya Nathan tidak mau di pegang oleh Noya tetapi demi cepat bisa berjalan, Nathan harus melakukan nya.
"Pelan-pelan tuan," ucap Noya.
"Aku bisa berdiri," kata Nathan dengan sangat senang.
"Iya tuan, gerakan kaki anda ke depan secara perlahan."
"Calvin ayolah aku minta maaf," bujuk Vino yang masih belum mendapatkan maaf dari Calvin.
"Aku lelah yah, aku lelah dengan semua nya. Aku tidak pernah kau percaya untuk apa kau menganggap ku, aku sudah tau siapa ayah kandung ku jadi tidak perlu repot-repot peduli dengan ku," kata Calvin.
"Maaf Calvin, ayah mohon," Vino benar-benar sangat takut jika menantu nya ini pergi meninggalkan nya dan ingin bertekuk lutut di depan Calvin.
"Ayah," Calvin menarik Vino dan langsung memeluk Vino.
__ADS_1
"Aku memang marah pada mu, tapi aku tidak akan mungkin membiarkan mu bertekuk lutut di depan ku," ucap Calvin.
"Maaf Calvin maaf, ayah tidak akan melakukan hal ini lagi pada mu," ucap Vino.
"Aku akan memaafkan mu, tapi izinkan aku kerja bersama Marvin,"
"Tapi istri mu sedang hamil," ucap Vino.
"Tidak papa yah, Nila juga pasti aman di rumah. Si ular sudah di tangkap," kata Calvin.
"Dia benar-benar adik mu," tanya Vino.
"Iya yah, dia adik tiri ku. Aku memang sangat tampan sampai semua orang suka pada ku, tapi sayang nya aku tidak akan tergoda dengan siapa pun, karena aku hanya mencintai istri ku," jawab Calvin.
Menurut Vino, Calvin adalah defensif dari kata cinta mati, sampai-sampai tidak tertarik pada wanita lain selain istri nya.
"Aku tidak bisa mencuci," teriak Rebecca.
"Kau bisa diam tidak, atau aku akan mematahkan tangan mulus mu itu," bentak Dinda.
"Aku tidak tau cara nya mencuci baju."
__ADS_1
"Belajar bodoh, belajar," ucap Dinda.
Malam hari nya tubuh Rebecca Benar-benar terasa sangat sakit semua, bukan nya harus istirahat Rebecca harus melayani suami nya, ia sama sekali tidak bisa menolak Ari, sedikit saja ia membantah Ari wajahnya bisa terkena tamparan.