
"Kamu mengingat nya." Tanya Nila.
"Aku mulai mengingat nya, kamu tidak berbohong." Jawab Calvin.
"Aku sangat senang." Nila memeluk menghujani wajah Calvin dengan bibir nya.
Calvin tersenyum sambil menutup mata nya, ia juga merasa sangat senang dan nyaman berada di dekat Nila.
"Ini belum." Calvin menunjuk bibir nya.
"Tidak, aku capek." Nila merebahkan diri nya ke atas kasur.
Calvin tersenyum nakal, apalagi saat melihat perut mulus Nila yang tidak sengaja terlihat oleh nya. Perlahan Calvin merangkak naik ke atas tubuh Nila, dan menempel kan tubuh nya dengan tubuh Nila.
"Sayang." Ucap Nila.
"Sayang, panggilan itu." Kata Calvin.
"Ada apa dengan panggilan itu." Tanya Calvin.
"Aku terbangun karena panggilan sayang itu." Jawab Calvin.
"Itu berarti aku masih berada di dalam hati mu sayang, hanya saja kamu tidak menyadari nya." Ucap Nila.
"Sekarang aku menyadari nya sayang, aku menyadari kamu berada di dalam hati ku." Kata Calvin.
"Sayang, kamu memanggil ku sayang."
"Kenapa tidak boleh, kamu istri ku, jadi terserah ku mau memanggil mu apa." Ucap Calvin.
"Aku sangat senang, akhirnya kata sayang keluar dari bibir mu."
__ADS_1
"Cup." Calvin mengecup bibir Nila.
"Hmmm kamu pelanggaran sayang." Ucap Nila.
"Pelanggaran apa sayang, aku bahkan berhak lebih dari ini." Tangan Calvin mengusap perut rata Nila.
"Sayang, hentikan geli."
"Izinkan aku mencium bibir mu, baru aku akan menghentikan nya." Kata Calvin.
"Iya iya, kamu boleh mencium ku kapan pun." Ucap Calvin.
Saat bibir mereka berdua saling menempel, tiba-tiba perut Nila terasa mual. Nila mendorong Calvin dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Ada apa dengan nya, mulut ku sangat wangi tidak mungkin dia mual karena itu." Batin Calvin.
"Apa dia hamil, tapi dengan siapa apa dengan ku" Batin Calvin.
"Nila, apa kamu hamil." Tanya Calvin.
"Kenapa aku baru menyadari nya, aku sedang telat datang bulan." Ucap Nila.
"Jadi kamu benar-benar hamil." Tanya Calvin.
"Aku tidak bisa memastikan nya, kemungkinan besar iya." Jawab Nila.
"Kamu selingkuh dari ku, katakan kamu hamil anak siapa." Tanya Calvin.
"Apa maksud mu, aku hamil anak mu, aku tidak pernah melakukan nya dengan orang lain." Ucap Nila.
"Kita sudah cukup lama berpisah, mana mungkin kamu hamil anak ku, jangan berbohong Nila. Aku senang kamu hamil tapi jika itu bukan anak ku, aku sangat marah Nila." Kata Calvin.
__ADS_1
"Jadi kamu menuduh ku hamil anak orang lain, aku tidak menyangka jika kamu bisa berkata seperti itu. Aku membenci mu Calvin, aku bersumpah ini anak mu Calvin." Nila berlari meninggal kan Calvin dengan air mata yang menetes deras.
Agar lebih jelas mereka berdua pergi ke dokter kandungan bersama, Dan benar saja Nila sedang hamil dan tentu saja itu anak dari Calvin.
Setelah mendengar penjelasan dari dokter baru lah Calvin mengerti dan paham, ia ingin langsung memeluk Nila tapi Nila menahan nya dan pergi meninggalkan Calvin.
"Nila, tunggu maafkan aku." Teriak Calvin.
Tanpa menatap ke arah Calvin, Nila naik ke dalam taksi untuk pulang ke rumah. Hati nya sangat sakit karena bisa-bisa nya Calvin menuduh nya selingkuh dengan pria lain.
"Nila bagaimana kamu hamil." Tanya Citra.
"Bunda Nila ingin berpisah dengan Calvin." Ucap Nila sambil menangis.
Citra langsung memeluk Nila dengan erat. Ia tidak tau kenapa anak nya ingin berpisah.
"Apa yang dia lakukan pada mu." Tanya Vino.
Nila hanya menggeleng kan kepala nya dan berlari menuju kamar nya.
"Nila." Calvin hendak berlari mengejar Nila.
Tapi sebelum Calvin mendekati Nila, Vino terlebih dahulu memukul wajah Calvin dengan cukup keras.
"Aaahhhh kepala ku." Teriak yang merasakan sangat sakit di kepala nya.
"Vino apa yang kau lakukan, bukan nya kita sudah di peringatan kan jika kepala sangat sensitif." Ucap Aska.
Karena tidak tahan dengan rasa sakit di kepala nya Calvin jatuh pingsan seketika. Vino dan Aska panik seketika dan langsung membawa Calvin masuk ke dalam kamar.
"Nila, ayah tidak tau apa yang terjadi diri mu dengan Calvin, tapi untuk saat ini pantau kondisi suami mu. Ayah akan menghubungi dokter yang menangani nya." Ucap Vino.
__ADS_1