
Jk grup.
"Caren." ucap abraham.
"Sudah lah pah, sampai kapan papah terjebak di dalam Masah lalu." ujar caren.
"Bukan begitu, apa kamu tidak merindukan kedua adik mu." tanya abraham
"Rindu, sudah pasti. Tapi mau bagaimana lagi, kita masih belum bisa menemukannya." jawab caren.
"Papah akan kepanti, tempat ibu mu meletakan bayi itu." ucap abraham.
"Pah, sudah hampir 5 kali kita kesana. Tetapi kita masih tidak menemukan nya." ucap caren.
"Masalah terbesar kita, perusahaan kita sedang tertekan pah." ujar caren.
"Oleh vins grup." tanya abraham.
"Tidak pah, mereka tidak selicik itu. Walaupun kita sedang bersaing mereka tidak akan menggunakan cara kotor untuk menghancurkan lawannya." jawab caren.
"Lalu dengan siapa, bukannya hanya vins grup saingan terberat kita." ucap abraham.
"Caren masi menyelidiki nya pah. Seperti nya ada penghianat di perusahaan kita." ujar caren.
Sementara itu di panti amanda tidak pernah jauh dari vino dan citra. Ia selalu berada di dalam pangkuan mereka berdua, Amanda memeluk vino dengan erat, ia sangat senang bisa memiliki seorang ayah sekarang.
"Amanda cium ayah." ucap vino.
Dengan senang hati amanda mencium wajah vino dengan bibir mungil nya. Citra tersenyum saat melihat vino yang begitu akrap dengan amanda yang baru saja di kenal nya.
Jamal sangat heran saat melihat kedekatan vino dengan amanda. Baru kali ini vino dekat dengan seorang anak kecil, dengan alka saja adik dari andy vino tidak terlalu dekat.
"Siapa vin." tanya jamal.
"Amanda, anak panti." jawab vino.
"Ayah, amanda lapar." ucap amanda.
"Lapar, minta pada bunda makanan." ucap vino
__ADS_1
"Ayah." ucap jamal heran.
"Dia yang meminta nya." ujar vino.
"Dan kau mau." tanya jamal.
"Kenapa tidak." jawab vino.
Mereka semua berjalan menuju ruang makan untuk sarapan pagi, walaupun bisa di katakan makanan nya sangat lah sederhana mereka semua tampak bahagia dan menyantap makanan itu.
Vino mengambil hp nya dan mengirim pesan pada orang suruannya. Amanda berjalan kearah vino sambil membawa piring nya.
"Ada apa sayang." tanya vino.
"Apa ayah mau menyuapi amanda." jawab amanda.
"Dengan senang hati." ucap vino.
Setelah acara sarapan berakhir vino dan yang lainnya berkumpul di ruang tamu untuk menunggu pemilik panti yang akan segera datang.
Tak lama orang yang mereka tunggu menampakan batang hidungnya. Weni wanita paruh bayah itu sedikit bingung karena di panti nya sudah ada orang yang sedang menunggu nya. Dari penampilan nya saja weni dapat mengetahui kalau yang menunggu nya berasal dari kota.
"Pagi buk." ucap citra yang membuka obrolan.
"Perkenalan saya citra dan ini suami saya vino." ucap citra.
"Saya putri dan suami saya jamal." ujar putri.
"Saya weni, pemilik panti ini." ucap weni.
"Ada hal yang ingin saya tanyakan buk." ucap citra.
"Apa nak, apa berhubungan dengan panti ini." tanya weni.
"Iya buk, apa ibu pernah mengingat tentang anak bayi kembar 23 tahun lalu." ucap citra.
"Bayi kembar 23 tahun lalu." ucap weni sambil berfikir untuk mengingat nya.
"Iya buk." ucap citra.
__ADS_1
"Iya ibu mengingat nya, ada apa ya nak bertanya tentang bayi itu." ucap weni.
"Saya bayi itu buk dan itu kembaran saya." ucap citra.
"Jadi kalian berdua bayi kembar itu." ucap weni.
"Iya buk." jawab putri dan citra.
"Kalian sudah tumbuh dengan baik dan cantik, walaupun kalian di angkat dari orang tua yang berbeda tetapi kalian masi bisa bersama." ujar weni.
"Maaf buk, apa ibu mengetahui siapa orang tua kami." tanya putri.
"Untuk itu maaf nak ibu tidak tau, kalian di temukan di depan pintu panti ini." jawab weni.
#Flasback#
Weni sedang berada di dalam panti karena hujan deras membuat nya tidak bisa pulang kerumah nya. Ia duduk di atas sofa sambil menunggu hujan berhenti.
Samar-samar weni mendengar suara keributan di luar sana, ia mengintip ke arah cendela panti untuk melihat apa yang terjadi. Weni melihat seorang wanita berlari keluar dari panti nya dengan baju yang penuh dengan darah.
Weni berjalan keluar dari panti untuk melihat nya lebih jelas. Saat membuka pintu panti nya weni melihat bayi kembar yang berada di dalam keranjang bayi dalam keadaan basah. Bayi itu menangis saat kedatangan weni yang membuat weni langsung membawa nya masuk.
Setelah mengganti dan menenangkan kedua bayi itu weni mengambil kertas yang bertuliskan, "Jaga dan bawa pergi jauh anak itu. Dia dalam bahaya."
Itu sebab nya weni mencari orang tua yang bersedia mengangkat citra dan putri.
#Falsback#
"Apa ada bukti atau penunjuk lainnya buk." tanya citra.
"Ada." ucap weni dan berjalan mengambil barang yang ia maksud.
Dan tak lama weni datang sambil membawa kalung lengkap dengan liontin cantik.
"Ini, barang ini berada di keranjang bayi kalian berdua." ucap weni.
Vino mengambil gambar kalung itu beserta liontin nya, ia mengirim ke daddy nya untuk menyelidiki siapa pemilik kalung itu.
"Apakah kami boleh menginap sampai orang tua citra dan putri di temukan buk." tanya vino.
__ADS_1
"Tentu, saya malah senang jika panti ini ramai." ucap weni.
Saat sedang asik berbincang tiba-tiba pintu panti di gedor-gedor oleh seseorang, yang membuat mereka semua berlari untuk memeriksa nya.