
Bertemu dengan nya.
Caitlin langsung berlari keluar dari kamar nya, ia mempunyai satu fikiran yang membuat nya sangat bersemangat, saat sudah berada di depan pintu rumah caitlin melihat andy melambaikan tangannya sambil membawa coklat di tangan nya.
Caitlin langsung berlari untuk memeluk andy, saat sudah dekat andy di luan lah yang memeluk caitlin ia memeluk nya dengan sangat erat, begitu juga dengan caitlin ia membalas pelukan itu.
Mereka berdua jalan menuju kursi yang berada di taman, tangan caitlin tidak pernah lepas dara tangan andy mereka bergandengan tangan seperti seorang kekasih yang saling mencintai, walaupun kenyataan nya mereka berdua hanya sebatas sahabat.
"Aku merindukan mu." ucap caitlin memeluk andy dengan erat.
Andy hanya diam, ia mengusap rambut caitlin dengan tatapan kosong.
"An." ucap caitlin.
Andy masi tampak diam, ia masi menatap kesatu arah dengan tatapan kosong nya. Caitlin mendekati Pipi andy dan mencium nya, membuat andy terasadar dari lamunan nya.
"Kamu." ucap andy.
"Kamu si di ajak ngobrol malah bengong." ucap caitlin.
"Sorry." ucap andy sambil tersenyum.
"Kenapa kamu bisa sampai kesini." tanya caitlin.
"Untuk memeluk mu." jawab andy sambil menepuk-nepuk paha nya agar caitlin meletakan kepalah nya.
Caitlin yang sudah biasa di perlakuan seperti itu oleh andy langsung meletakkan kepalah nya di atas paha andy.
"Aku fikir kamu bercanda." ucap caitlin.
"Aku merindukan mu, sudah sangat lama kita tidak berdua seperti ini." ucap andy sambil mengusap wajah caitlin.
"Aku juga, terimakasi sudah menjadi sebahat terbalik ku." ucap caitlin.
"Apa kamu masih mencintai vino." tanya andy.
"Cinta itu begitu besar, tidak akan mudah hilang begitu saja." jawab caitlin.
"Aku paham, sangat sakit diam-diam mencintai seseorang apalagi seseorang itu mencintai orang lain." ucap andy.
__ADS_1
"Dari gaya bicara mu, seperti nya kamu mengalami hal yang sama dengan ku." ujar caitlin.
"Ya begitu lah, aku sudah lama mencintai nya, tapi aku tidak pernah berani mengatakan nya karena dia mencintai orang lain. Aku juga tidak ingin merusak persahabatan ku dengan nya." ucap andy sambil memandang wajah caitlin.
"Berjuang lah, selagi dia belum resmi manjadi milik orang lain, tidak seperti ku yang sudah tidak memiliki harapan." ucap caitlin.
Andy memandang wajah caitlin dengan sangat intens, perahan ia mendekati bibir caitlin dan melum*tnya dengan lembut. Caitlin langsung diam seketika jantung nya berdetak jauh lebih cepat dari biasanya.
Perlahan ia memejam kan mata nya dan menaikan tangan nya keatas leher andy dan membalas lum*tan itu.
Sementara itu vino dan citra sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan di kotak itu, mereka sedang asik memakan kuliner yang sangat mengugah selerah. Vino melihat bibir citra yang penuh dengan saus, tanpa aba-aba vino membersikan bibir itu dengan lidah nya.
"Be." ucap citra kaget.
"Enak." ucap vino.
"Kita kemana lagi." tanya citra.
"Hotel." ucap vino.
"Mesum, di sana ada bangku lebih baik kita duduk di situ." ucap vino.
Saat ingin berjalan kearah bengkuh itu tangan citra di tarik oleh seseorang yang sangat iya takuti. Wajah citra pucat seketika saat melihat orang yang menarik nya.
"Kamu berada disini kelinci kecil ku." ucap adrian.
Vino menghemaspkan tangan adrian dari tubuh citra, ia bingung kenapa citra bisa setakut itu.
"Vino anada vins." ucap adrian.
"Siapa kau." ucap vino dengan suara yang berubah dingin seketika.
"Anak dari stiven vins dan keponakan dari aldy moonly orang yang sangat berpengaruh saat ini." ucap adrian.
"Jika tau keluarga ku sangat berpengaruh, jangan ganggu istri ku." ucap vino.
"Istri, jadi kau menikah dengan keluarga vins untuk berlindung dari ku." ucap adrian sambil memegang wajah citra.
"Lepaskan tangan busuk mu." ucap vino dengan suara yang meninggi.
__ADS_1
"Ups sorry, maaf telah mengganggu kalian berdua." ucap adrian dan pergi meninggalkan vino dan citra.
Citra langsung memeluk vino dengan erat, ia sangat bersyukur karena berada di keluarga yang bisa melindungi nya.
"Seperti nya, aku akan membiarkan mu tenang dulu kelinci ku, kau beruntung berada di dalam keluarga itu." batin adrian.
Karena melihat citra yang tidak tenang, vino langsung membawa kembali citra pulang kerumah oma nya. Di dalam perjalanan pulang citra hanya diam termenung.
Andy dan caitlin sedang berada di dalam kamar, hampir saja mereka merlakukan kesalahan yang sangat besar. Andy bangkit dari kasur itu dan langsung memakai pakaian nya yang hampir terlepas semua.
#Flasback#
Ciuman mereka berdua berubah menjadi ciuman yang sangat agresif, tangan andy merabah tubuh caitlin. Andy merubah posisi nya mereka berdua kini caitlin berada di bawah tubuh andy.
Ciuman mereka berdua terlepas akibat caitlin kehabisan nafas, Andy turun hingga mencium leher jenjang caitlin.
"Aaahhhh." desah caitlin.
Andy mengangkat tubuh caitlin dari kursi itu, ia membawa caitlin masuk kedalam rumah, tangan caitlin naik keatas leher andy agar tidak terjatuh, jantung nya berdetak sangat cepat dan ntah kenapa ia hanya diam manatap wajah andy.
Sesampai nya di kamar andy merebahkan caitlin di atas kasur, ia naik keatas tubuh caitlin dan menatap wajah nya. Bibirnya kembali melum*at bibir caitlin dengan lembut, tangan nya bergerak masuk kedalam pakaian caitlin dan menguap perut rata nya.
Ciuman itu berbuah menjadi lebih agresif lagi, andy membuka baju nya dan membuang nya kesembarang arah. Tangan nya juga mulai membuka pakaian milik caitlin sentuhan diantara kulit mereka berdua menimbulkan sensasi yang amat luar biasa. Andy mencium setiap lengkup tubuh caitlin dan caitlin hanya memejam kan mata nya menikmati sentuhan dari andy.
Mata andy tertuju pada buah dada caitlin yang tertutup dengan bra. Saat ingin membuka nya otak nya langsung mengingat pesan dari bunda nya, "Jangan pernah merusak yang kamu cintai, atau kamu akan menyelali nya." Andy langsung menghentiakan aktivitas nya itu.
#Flasback#
"Maaf." ucap andy.
Caitlin membuka mata nya, ia langsung memakai pakaian yang telah di buka andy. Saat ingin melangkah kakinnya caitlin memegang tangan andy.
"Temani aku." ucap caitlin.
"Aku takut tidak bisa menahan nya lagi." ucap vino andy.
Caitlin langsung melepaskan pegangan nya, ia juga takut jika mereka berdua akan melakukan kesalahan. Andy kembali naik keatas kasur lagi, ia merebahkan diri nya di samping tubuh caitlin.
"Tidur lah, aku akan menemani mu." ucap andy.
__ADS_1
Caitlin langsung memejam kan mata nya, tapi ntah kenapa ia tidak bisa tidur sama sekali. Andy yang menyadari caitlin belum tidur, ia menarik tubuh caitlin di dalam dekapannya.
Author udah buat Voling di grup, siapa yang cocok sebagai citra. Jangan lupa voling ya.