Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 42


__ADS_3

Pilihan yang membingungkan...


"Ke.. kenapa kamu di sini..." ucap stiven...


"Sayang, kamu tidak merindukkan ku..." ucap stiven...


"Iya.. merindukan mu..." ucap stiven...


Deg... jatung bella terasa berhenti berdetak, hati nya terasa hancur berkeping-keping, sungguh ia tak menyangka hal yang ia takutkan selama ini terjadi di hari yang tak perna ia sangka, ingin rasa nya ia menangis tetapi ia masi berusaha menahan itu semua...


"Mas... si.. siapa dia..." ucap bella...


Tak ada jawabban dari stiven, stiven hanya diam membisu, fikirannnya melayang entah kemana, menentukan hal yang sangat sulit bagi nya...


"Sayang... kamu ko diam aja, siapa wanita ini..." ucap cika...


"Dia asisten pribadi ku..." ucap stiven...


Hati bella begitu hancur saat stiven menyebut nya asisten pribadi nya, air mata nya perlahan jatuh dari mata nya, ia sudah tak bisa menahan rasa sakit yang begitu dalam bagi nya...


"Terimakasih mbak, telah menjaga dan merawat pacar saya saat saya tidak ada disisinya..." ucap cika...


"Mas, ini kah akhir dari kita..." ucap bella dengan air mata mengalir membasahi pipi nya...


"Kita tak pernah memulai jadi tak perlu mengakhirinya..." ucap stiven tanpa menatap bella, hati nya begitu hancur saat melihat bella menagis...


"Sayang aku ingin berdua dengan mu, aku akan menjelaskan semua nya..." ucap cika...


"Kamu mau pergi mas, kamu enggak ingat dengan janji mu..." ucap bella...


Stiven masi tak bergeming dari tempat nya berdiri, ia masi diam memahami situasi saat ini...


"Mbak saya bukan asisten pribadi nya, saya istri sah yang dininikai nya secara hukum dan agama.." ucap bella sambil menatap cika...


"Sayang apakah semua ini benar, kamu menghianati cinta kita..." ucap cika...


"Mas kamu tidak ingat dengan janji mu dengan ibu ku..." ucap bella...

__ADS_1


"Aa.. aku..." ucap stiven terbata-bata...


"Jadi benar kemu menghianati cinta kita, kamu jahat... kamu jahat... kamu jahat sayang..." ucap cika sambil memukul dada bidang stiven dan menangis....


"Cukup..." teriak stiven...


"Bella, apa kamu perna mengatakan cinta pada ku, apa aku perna mengatakan cinta pada mu..." teriak stiven...


"Jadi cukup anggap kita tak perna mengenal dan aku akan melepaskan mu..." ucap stiven...


"Aku mencintai mu mas, aku enggak mau kamu pergi..." ucap bella menagis dan terduduk lemas...


Deg... jantung stiven terasa berhenti berdetak saat bella menyatakan cinta pada nya...


"Sayang, sekarang kamu tinggal pilih, kamu pilih aku atau dia..." ucap cika...


"Mas, kamu mau pergi ninggali aku setelah semua yang kita lalui..." ucap bella...


"Maaf tapi aku harus pergi..." ucap stiven sambil memegang tangan cika...


"Kamu jahat mas, kamu tega sama aku..." ucap bella sambil menangis...


"Mas, aku mohon jangan tinggali aku. aku mencintai mu mas, sangat mencintai mu..." ucap bella...


Tanpa menjawab stiven dan cika pergi meninggalkan bella yang terduduk lemas di pinggir jalan sambil menangis...


"Mas...." teriak bella...


Dunia terasa berhenti berputar, bella menagis di pinggir jalan tanpa memperdulikan hal di sekekitar nya, hal yang ia takutkan akhir nya tarjadi, mimpi buruk nya menjadi kenyataan yang begitu pahit...


"Apa salah ku, mengapa dunia tidak perna adil untukku..." ucap bella sambil menangis...


Sedangkan cika dan stiven masuk kedalam restoran, stiven meminta penjelasan pada cika tentang semua ini...


"Apa yang sebenarnya terjadi..." ucap stiven...


"Sayang, harus kah aku menjelaskan nya sekarang, apa kamu tidak merindukan ku..."

__ADS_1


"Cika... cepat jelaskan..." ucap stiven...


"Kamu janji gak akan marah dengan ku..." ucap cika...


"Jelaskan sekarang..." ucap stiven dengan nada yang cukup tinggi...


"Sebenarnya kecelakaan di kapal saat itu tidak benar terjadi..." ucap cika...


"Maksudnya..." ucap stiven...


"Itu bukan aku..." ucap cika..


"Jelaskan secara detail..." ucap stiven...


"Sebenarnya yang terjatuh dari kapal itu bukan aku, itu hanya orang suruan ku. Aku telah merencanakan semua ini, saat kamu pergi mengambil minum untuk ku, aku pergi dari kapal itu... ucap cika...


"Kenapa baju nya persis dengan yang kamu pakai..." ucap stiven...


"Aku telah menyeting semua nya dengan sedemikian rupah, kami sengaja memakai baju yang sama..." ucap cika...


"Apa, kenapa kamu melakukan ini semua..." teriak stiven...


Sementara itu bella masi terduduk di tempat itu, ia tidak meninggalkan tempat itu sama sekali,


"Mana bella yang kuat selama ini, bella yang kuat hancur menjadi lemah karena


hanya dengan seorang laki-laki..." ucap bella sambil menangis..


Butiran salju turun di tempat itu, salju pertama telah turun, salju yang ia ingin lihat bersama stiven, tetapi semua ini hanya tinggal impian semata yang tak perna akan terwujud...


"Mah... bella ikut mamah ya, bella sudah tidak punya tunjuan hidup, orang yang bella cintai selama ini telah pergi, bella gak sanggup mah..." ucap bella sambil menangis...


Dari jauh tampak seorang laki-laki mendekati bella dengan membawa payung, bella tak menyadari nya karena ia menagis sambil menutup wajah nya, ia tidak peduli dengan dingin nya salju yang jatuh di tubuh nya...


Tak lama laki-laki itu sampai di hadapan bella, ia memayungi bella agar salju tak mengenai tubuh bella...


Bella yang menyadari salju yang sudah tak mengenai tubuh nya, perlahan membuka wajah nya dan melihat apa yang terjadi...

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir jangan lupa vote comen dan like ya...


Ayo kasih author tip/koin


__ADS_2