
"Hey nat, apa kabar." Tanya Kevin.
"Paman, aku baik-baik saja, dimana Chery dan tante Vira."
"Mereka tidak ikut nat, mungkin Chery akan datang bersama yang lainnya, jika tante Vira kau tau sendiri kan dia bagaimana." Ucap Kevin.
"Paman apa dedek kecil sudah lahir." Tanya Nathan.
"Kau tau dari mana paman mempunyai dedek kecil." Tanya balik Kevin.
"Paman lupa, aku sudah pernah berkunjung ke rumah paman beberapa bulan lalu, saat Calvin sakit" Jawab Nathan.
"Oh iya paman lupa, ia dia sudah lahir, nanti akan paman bawa ke sini." Ucap Kevin.
"Paman tau aku memiliki saudara kembar lagi." Tanya Nathan.
"Maksud mu, bukan nya jangan kau dan Nila yang selamat waktu itu."
"Tidak paman aku memiliki saudara kembar laki-laki yang masih hidup, sebenar aku hubungi dulu dia agar dia masuk ke sini." Ucap Nathan.
Melihat Nathan, Kevin jadi teringat anak nya bersama Vira dulu, seharusnya anak itu sekarang seusia Nathan dan mereka pasti akan berteman dengan baik Tetapi tuhan berkata lain, Tuhan lebih sayang pada anak itu sehingga memanggilnya.
"Ada apa Nat." Tanya Marvin.
__ADS_1
"Dia saudara kembar mu nat." Tanya Kevin.
"Iya paman, bagaimana apa dia mirip dengan ayah."
"Ini mah Vino part dua, kau benar-benar seperti Vino dulu." Ucap Kevin.
"Maaf, Nathan aku harus memanggilnya apa, dia siapa kita." Tanya Marvin.
"Panggil saja dia paman." Jawab Nathan.
"Paman, wah banyak sekali paman ku, perkenalkan paman nama ku Marvin kata kakek aku mirip dengan ayah." Ucap Marvin.
"Hahaha kau memang mirip dengan nya, gaya bicara mu juga sama, apa dia songong seperti Vino." Tanya Kevin.
"Kalian memanggil ku hanya untuk membully ku, lebih baik aku bersama istri ku." Kata Marvin.
"Eh kau sudah menikah, cepat sekali umur bukan nya masih belasan tahun." Tanya Kevin.
"Emang tidak boleh paman aku menikah mudah." Tanya Marvin.
"Sini duduk lah, kita bicarakan ini baik-baik." Ucap Kevin.
"Wah seperti ilmu baru ni nat." Kata Marvin sambil duduk di dekat Kevin dan Nathan.
__ADS_1
"Menikah usia muda itu banyak sekali tantangan nya, kau masih labil belum bisa mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya, apa alasan kau menikah mudah, apa karena hanya sebuah nafsu belaka."
"Aku bahkan tidak mencintai istri ku paman, aku juga tidak tau arti cinta yang paman maksud dan benar aku menikah dengan hanya karena hanya nafsu." Ucap Marvin.
"Kalau begitu kenapa kamu menikah dengan nya, kau tau Marvin nafsu itu dapat menghancurkan segala nya, dia salah satu musuh terbesar kita. Bahkan karena nafsu dapat membuat orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita."
"Aku menikah dengan nya karena aku hiper paman, aku sudah mengenal hal seperti itu di usia sangat muda. Ayah tiri ku mendidik ku dengan sangat buruk. Jadi ayah Vino menikah kan ku agar aku bisa melakukan nya dengan satu wanita saja yaitu istri ku." Jelas Marvin.
"Kalau masalah itu beda cerita, kalau karena hal itu paman sangat setuju dengan apa yang di lakukan paman mu, kamu tau paman juga seorang hiper karena masa lalu paman. Tapi saat ini paman sudah mulai bisa mengendalikan nya dan hanya melakukan nya dengan satu wanita yaitu istri paman."
"Apa paman mencintai istri paman." Tanya Marvin.
"Tentu jika tidak, mana mungkin dia menjadi paman kita." Saut Nathan.
"Berusahalah mencintai istri mu, cinta akan datang dengan seiring jalan nya waktu, dan yang paling penting kedua bela pihak harus mau membuka hati mereka." Ucap Kevin.
"Wah terimakasih paman atas semua ilmu nya, aku pasti akan menerapkan nya, aku akan berusaha mengutamakan cinta di bandingkan nafsu.
"Sekarang ayo kita ke taman, di sana ada pesta Kecil-kecilan." Ucap Kevin.
"Tapi aku bagaimana, infus ini bagaimana." Tanya Nathan.
"Ayo paman bantu, kau harus ke sana, pasti semua orang berkumpul di bawa." Ucap Kevin.
__ADS_1