Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 77


__ADS_3

"Alka." Ucap Calvin yang melihat Alka dari kejauhan.


Calvin berlari mendekati kamar Tiara dan langsung masuk ke dalam, ia memperlambat langkah nya agar Alka dan Tiara tidak terbangun dari tidurnya.


Calvin mengambil pakaian Alka yang berserakan di lantai setelah itu ia mendekati Alka untuk membawa Alka pergi dari situ.


"Ets ini milik Amanda bukan milik mu, dasar jalang." Batin Calvin sambil secara perlahan menyingkirkan tangan Tiara dari junior Alka.


"Ayo jangan sampai bangun." Ucap Calvin.


Beruntung nya Tiara tidak terlalu memeluk Alka, sehingga Calvin cukup mudah membawa Alka dari atas kasur. Setelah berhasil mendudukkan Alka, Calvin mengganti Alka dengan bantal guling agar Tiara tetep merasakan jika Alka masih ada di tempat nya.


"Kau mati atau tidur kenapa tidak mau bangun." Ucap Calvin sambil menggendong Alka menuju salah satu kamar kosong.


"Jika di lihat dari junior nya Alka tidak melakukan apapun, mungkin si jalang itu ingin menjebak Alka." Batin Calvin.


"Hahaha milik ku lebih besar dari nya, pasti Amanda tidak puas." Ucap Calvin sambil menutupi tubuh Alka dengan selimut. Ia juga naik ke atas kasur untuk tidur di samping Alka.


"Berterimakasih lah pada ku Alka, kau beruntung aku mencari mu tadi." Kata Calvin.


Calvin ikut tidur bersama Alka di kamar itu, ia sangat kesal dan marah pada Tiara si jalang yang membuat hancur keluarga nya. Jika Alka tidak ia selamat kan pasti masalah di keluarga ini semakin besar.

__ADS_1


Pagi hari nya, Tiara terkejut karena Alka sudah tidak ada di samping nya, rencananya kali ini bisa saja menghancurkan nya jika tidak cepat-cepat ia hilang kan semua jejak nya.


"Jika dia bangun mana mungkin, aku memberi nya obat tidur cukup banyak." Batin Tiara.


Alka mulai terbangun dari tidurnya, kepala nya sangat pusing dan ia masih memejamkan mata nya untuk menghilangkan rasa pusing itu dulu. Alka menarik Calvin yang ia kira Amanda, tangan nya menyelipkan masuk ke dalam baju Calvin.


"Sayang dimana anak kita, kenapa kamu memiliki roti sobek." Ucap Alka.


Alka langsung membuka mata nya, ia membalik. tubuh Calvin dan dugaan nya ternyata benar.


"Calvin kenapa kau disini, dimana istri ku." Ucap Alka sambil membangunkan Calvin.


"Alka kau sudah bangun." Tanya Calvin.


"Aku memper🤤sa mu." Jawab Calvin.


"Bagaimana bisa, dari mana masuk nya." Tanya Alka.


"Apa kau tidak ingat kau tadi malam habis ngapain bersama Tiara."


"Tadi malam aku hmmm, aku minum coklat panas dari Amanda, setelah itu kepala ku sangat pusing dan aku tidak ingat apa-apa lagi." Ucap Alka.

__ADS_1


"Kau hampir saja di fitnah oleh Tiara, kau tau aku menemukan mu tidak memakai apapun di kamar Tiara dan dia juga tidak memakai apapun."


"Kurang ngajar dia ingin memfitnah ku, aku sudah tidak tahan dengan tingkah nya." Ucap Alka.


"Alka lakukan dengan perlahan kita buat di hancur dengan tindakan nya sendiri kau paham."


"Iya iya aku paham, kau benar tidak memperkšŸ˜†sa ku kan." Tanya Alka.


"Enak saja mana mungkin aku mau kau, milik Nila masih ada, seharusnya kau berterimakasih pada ku, aku telah menyelamatkan mu dari fitnah si jalang itu."


"Iya iya, Calvin terimakasih. Kau memang adik terbaik ku." Ucap Alka.


"Iya dad, aku paham. Pasti secepatnya akan selesai, dan aku tidak mau tau kau harus segera kembali ke sini." Ucap Vino.


"Jangan kau apa-apa kan dia, awas saja kau berbuat kasar lagi pada nya."


"Siap dad, aku juga sudah bosan, kapan semua ini akan berakhir, ini benar-benar membuat ku pusing." Kata Vino.


Sementara itu Amanda dan Nila kebingungan karena mereka kehilangan suami mereka, mereka memeriksa semua kamar yang ada di lantai ini untuk mencari suami mereka, mana tau Alka dan Calvin tidur bersama.


"Cepat pakai pakaian mu, jika ada yang melihat kita bisa salah paham." Ucap Calvin.

__ADS_1


"Iya iya, aku pakai." Alka bangkit dan langsung memakainya.


"Alka milik mu kecil, besar lagi milik ku." Ucap Calvin.


__ADS_2