
Calvin keluar dari kamar nya setelah melakukan pertempuran bersama istri nya, karena kepala nya sakit ia tidak bisa melakukan nya dengan lama.
"Calvin, kau tidak papa kan, maaf gara-gara aku kau terkena pukulan itu." Ucap Alka.
"Ah kau tidak perlu minta maaf, ini juga gara-gara aku. Mulut ku tidak bisa aku rem, untung saja kau tidak kena amuk. Ayah kalau sudah marah sangat menyeramkan."
"Apa masih sakit." Alka ingin menyentuh pelipis Calvin.
"Jika kau sentuh ya sakit, terkena benda kenyal dan lembut saja sakit." Calvin menepis tangan Alka.
"Kau habis olahraga dengan kondisi mu yang seperti ini." Tanya Alka.
"Yang sakit kepala ku, junior ku masih bisa berdiri dengan tega jadi apa hubungannya."
"Aku belum pernah menemukan orang segila diri mu." Ucap Alka sambil menggelengkan kepala nya.
"Alka aku mempunyai ide, bagaimana kalau kita Pura-pura marah pada ayah, Hitung-hitung sebagai pelajaran karena terlalu mudah terpancing emosi." Kata Calvin.
"Hahaha aku setuju, oke mulai besok kita akan marah pada nya, eh Pura-pura marah pada nya." Ucap Alka.
Keesokan harinya sesuai dengan rencana mereka berdua, Alka dan Kevin mendiamkan Vino, mereka berdua sama sekali tidak ada tersenyum ataupun berbicara pada Vino.
__ADS_1
Vino yang merasa ada yang aneh pada kedua menantu nya ingin mengajak mereka berdua berbicara tapi Calvin dan Alka sudah terlebih dahulu berangkat ke kantor.
"Mereka berdua marah pada ku, tapi tadi malam mereka tidak marah pada ku." Ucap Vino.
"Itu pelajaran untuk mu, kedua menantu mu marah pada mu, kamu sebentar lagi memiliki cucu tapi sikap mu masih sama seperti dulu."
"Sayang cukup, mereka sudah marah pada ku, kamu juga jangan marah pada ku, aku pusing." Ucap Vino.
"Aku tidak marah, hanya saja aku mengingatkan mu, sekarang kamu sedang berada di puncak kejayaannya mu, sayang kita tidak tau kapan kita akan di terpa masalah. Para menantu mu lah yang akan ada saat kamu sedang ada masalah. Mereka berdua laki-laki yang kuat dan pintar, jika mereka marah pada mu karena sikap mu itu, bagaimana kamu bisa meminta bantuan pada mereka jika ada masalah."
"Iya aku tau aku salah, aku akan mencari cara agar mereka berdua memaafkan ku, aku bekerja dulu." Vino mencium wajah Citra dan pergi meninggalkan Citra.
Sementara itu Alka dan Calvin sedang tertawa terbahak-bahak karena rencana mereka berjalan dengan mulus.
"Hahaha kau benar, apalagi saat mulut mu maju 10 cm di depan papah, itu membuat papah sangat kebingungan."
"Bagaimana apa akting ku bagus, aku tidak sabar untuk berakting lagi."
"Good job Calvin, simpan tenaga mu untuk akting selanjutnya." Ucap Alka.
Saat ingin masuk ke dalam Efron grup tiba-tiba ada wanita yang mengejar dan memeluk Alka.
__ADS_1
"Apa-apaan kau lepas." Alka langsung mendorong wanita itu.
"Siapa lagi itu Alka, kau benar-benar buaya." Kata Calvin.
"Mela, lancang sekali kau memeluk ku, jalang seperti mu tidak pantas memeluk ku." Ucap Alka
"Maaf Alka, aku sangat menyesal, aku menyesal pergi meninggalkan mu, kamu mau ya balikan dengan ku." Kata Mela.
"Balikan dengan mu, kenapa apa Jackson tidak bisa memuaskan mu, atau kau di campakkan oleh nya." Ucap Alka dengan nada yang sinis.
"Aku masih mencintai mu Alka, maafkan aku."
"Maaf, aku sudah menikah. Istri ku jauh dari diri mu, jika aku belum menikah pun aku tidak mau menerima bekas orang lain, milik mu pasti sudah kendor tidak tidak memiliki rasa nikmat." Alka pergi meninggalkan Mela.
"Jika mah jadi jalang jangan setengah-setengah, kau jelek siapa juga yang mau dengan mu."
"Kau lancang sekali kau." Ucap Calvin.
"Hahaha kenapa oh sebenar aku mempunyai uang untuk modal mu nge jalang." Calvin mengambil uang dan melemparkan semua uang yang ada di dalam dompet nya ke depan wajah Mela.
"Rawat milik mu, agar tidak kendor lagi." Calvin pergi meninggalkan Mela yang mematung."
__ADS_1
"Ternyata dia kaya raya." Ucap Mela sambil memunguti uang yang di lempar Calvin.