
"Kau mengecam ku," tanya Erwin.
"Aku bukan mengancam mu, tapi aku memperingati mu yah. Aku masih menghargai mu sebagai ayah ku, jadi jangan sampai sifat mu itu membuat ku menjadi anak yang durhaka pada mu," jawab Calvin.
"Jika kau sudah tidak mau membantu ayah mu ini, tidak masalah aku tida butuh anak seperti mu, aku tidak membutuhkan mu Calvin. Pergi dari sini."
"Aku bukan tidak kau membantu mu, membantu mu adalah kewajiban ku, aku hanya kau jangan terlalu berlebihan yah. Aku sudah tau semuanya, aku sudah tau apa yang kau rencanakan. Jika ayah Vino sampai tau semua ini kau akan celaka, aku sayang pada mu aku tidak mau kau menderita lagi karena sifat mu itu. Mulai sekarang aku tidak akan pernah datang lagi ke sini, aku benar-benar takut dengan sifat mu itu," ucap Calva.
Calvin pergi bersama istri dan anak nya. Ia pikir yang ia lakukan saat ini adalah benar. Sisil juga tidak menyangka Calvin berasal dari keluarga seperti ini. Ia tidak tau bagaimana Calvin memiliki sifat yang begitu luar biasa sedangkan keluarga nya saja seperti itu.
"Calvin," panggil Piter.
"Aku melupakan nya." Calvin langsung membalik badan nya.
"Iya ada apa, oh iya kau pergi saja dari ini, aku akan menyewakan apartemen untuk mu."
__ADS_1
"Aku memang mau pergi dari sini, aku ingin melanjutkan pendidikan ku saja. Mungkin ini terakhir kali kita bertemu," kata Piter.
"Kau mau kuliah dimana," tanya Calvin.
"Aku ingin ke Korea," jawab Piter.
"Untuk apa kau di sana, kenapa tidak di sini saja," tanya Calvin.
"Percuma jika aku hanya di sini, aku pasti akan selalu bertemu mereka. Aku ingin memulai hidup baru Calvin. Mana tau aku menemukan jodoh orang sana."
"Tidak perlu, uang yang kau kirim setiap bulan masih menumpuk di tabungan ku. Aku bisa memakai itu," tolak Piter.
"Tidak ada penolakan, ayo kau menginap di rumah ku untuk satu malam. Aku akan mengantarkan mu besok."
"Tunggu sebentar, aku hanya tinggal mengambil Koper ku," ucap Piter dan langsung berlari masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Piter mau kemana kau," tanya Rebecca.
"Maaf bun aku harus pergi. Ayah sudah tidak menginginkan ku lagu, jadi untuk apa aku berada di sini," jawab Piter.
"Piter jangan gila kau, kau yang membuat semua nya hancur dan sekarang kau mau pergi dari sini,' ujar Erwin.
"Aku yang membuat semua nya hancur bukan nya itu ulah ayah yang begitu egois. Jadi ayah belum sadar juga, pergi dari rumah ini benar-benar keputusan yang sangat tepat. Aku tidak akan kembali jika ayah belum berubah juga. Dan aku ingat kan selagi lagi yah, jangan pernah membuat Calvin marah atau semua nya akan hancur," ucap Piter dan pergi meninggalkan rumah itu.
"Ahkkkk brengsek," teriak Erwin.
Setelah mengambil koper nya Piter langsung masuk ke dalam mobil Calvin. Hati nya jauh lebih tenang jika ikut dengan Calvin. Walaupun Calvin dan diri nya berasal dari rahim yang berbeda, Piter benar-benar tulus menyayangi Calvin, seperti Calvin menyayangi diri nya.
"Aku senang kau mau berubah Piter," ucap Calvin.
"Ini semua karena mu, Terima kasih telah menjadi kakak terbaik ku," kata Piter.
__ADS_1