Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 143


__ADS_3

"Calvin," ucap Vino.


"Apa maksud nya yah, katakan dengan benar," tanya Calvin.


"Santai dulu, ayah belum bisa memberitahu mu apa-apa dulu, semua lagi di tangani, kau mau tau ayah mu kan," ucap Vino.


"Tidak mau, kata mommy ayah ku sudah meninggal dia pria yang tidak bertanggung jawab," kata Calvin.


"Sudah kau diam dulu saja, sana bermain dengan Nila, ayah akan menyelesaikan sesuatu dulu," ucap Vino dan pergi meninggalkan Marvin untuk melanjutkan perbincangan nya dengan Vino yang terputus karena kedatangan Calvin secara tiba-tiba.


Malam hari nya sesuai dengan yang Marvin dan Nathan rencanakan mereka berdua akan keluar untuk bertemu Laura teman kencan Nathan.


"Sayang aku pergi dulu bersama Nathan, bersiap lah untuk malam ini, aku akan memakan mu," ucap Marvin.


Hidup Wulan saat ini hanya untuk menuruti keinginan suami nya, sebenarnya ia sudah sangat lelah setiap hari harus melakukan nya dengan Marvin tapi mau bagaimana lagi ia takut menolak Marvin jika tidak ada alasan yang jelas.


"Iya, kamu hati-hati," kata Wulan.


Marvin mengecup leher Wulan dan langsung pergi menemui Nathan yang sudah menunggu nya. Karena ada Nathan Marvin bisa keluar masuk rumah tanpa pengawalan biasanya Vino melarang Marvin pergi sendiri kemanapun itu, karena Vino takut Marvin akan berkelok jika melihat wanita yang menggoda nya.


"Dimana Laura tinggal," tanya Marvin.


"Aku tidak tau, tapi kita akan bertemu di cafe," jawab Nathan.


"Kau punya uang kan."


"Kenapa kau bertanya seperti itu, aku punya banyak uang, takut kali aku akan memakai uang mu kembali," kata Nathan.

__ADS_1


"Hahaha hanya berjaga-jaga," ucap Marvin.


Vino masih menghubungi Stiven yang tiba-tiba tidak bisa di hubungi, ia sangat penasaran dengan cerita masa lalu menantu nya.


"Maaf, daddy habis buang air," ucap Stiven.


"Daddy aku kira kenapa, sampai tidak bisa di hubungi," kata Vino.


"Kenapa tadi mati, aku belum siap berbicara," ucap Stiven.


"Ada Calvin tadi dad, bagaimana kelanjutan nya, apa maksud mu kalau Calvin bukan anak dari ayah nya yang sudah meninggal itu," tanya Vino.


"Mommy Calvin Amel, sebelum menikah adalah korban pemerkos*an oleh sahabat nya sendiri Erwin. Dan saat menikah Amel sudah mengandung jadi Calvin bukan anak dari ayah yang sudah meninggal itu," jelas Stiven.


"Bagaimana bisa seperti itu, apa mereka tidak malam pertama sampai tidak tau nona Amel sudah tidak ehmmm," tanya Vino.


"Mana daddy tau menurut Iqbaal pernikahan mereka berdua akibat perjodohan dan tak lama pria itu meninggal karena kecelakaan, mungkin keluarga nona Amel mengira itu anak dari suami nona Amel," jawab Stiven.


"Mulut mu di jaga, kalau Calvin anak haram kau anak obat perangsang, karena aku membuat mu pakai obat," kata Stiven.


"Hehehe maaf dad, jadi apa yang harus aku lakukan," tanya Vino.


"Ajak Calvin ke Eropa, ayah nya akan bertemu dengan nya," jawab Stiven.


"Oke siap dad, aku akan membawa nya," ucap Vino.


"Marvin dia sangat cantik," ucap Nathan.

__ADS_1


"Kau benar wow body nya gitar Spanyol," kata Marvin.


"Laura," ucap Nathan.


"Nathan," Laura langsung berdiri dan mencium ke dua wajah Nathan.


"Eh aku sudah menikah," ucap Marvin saat Laura ingin melakukan hal yang sama pada nya.


"Kamu cantik sekali," ucap Nathan.


"Kamu juga sangat tampan dan gagah sekali," kata Laura.


Baru saja bertemu Laura sudah sangat agresif pada Nathan berulang kali Nathan mendapatkan ciuman di wajah nya, tentu saja Nathan sangat senang karena ia memang sangat suka dengan wanita yang agresif seperti Laura.


"Hati-hati Nathan, keperjakaan mu bisa hilang jika kau tidak bisa mengontrol diri mu," bisik Marvin.


"Kau diam, yang hiper kau bukan aku," ucap Nathan.


Setelah berbincang cukup lama Nathan mulai terbawa suasana saat ini diri nya lah yang mulai mencium Laura, bagaimana dengan Marvin? ia sudah pulang karena ia sudah tidak tahan melihat Laura yang sangat menggoda dirinya. Ia memilih melampiaskan semua nya pada istri kesayangan nya.


"Pulang," ucap Vino.


"Nanti yah, sebentar lagi," kata Nathan.


"Pulang atau aku akan menyeret mu dari sana," ancam Vino yang membuat Nathan tidak bisa menolak lagi.


"Aku harus pulang," ucap Nathan.

__ADS_1


"Aku masih sangat merindukan mu," kata Laura.


"Kita lanjut berbincang di rumah ku saja, di sana ada taman dan banyak private room," ucap Nathan.


__ADS_2