
"Cari kan aku wanita Nathan." Ucap Marvin yang masih mengunci Nathan dengan kaki nya.
"Tidak mau, kau benar-benar gila Marvin. Lakukan saja sendiri di kamar mandi." Tolak Nathan.
"Aku pinjam pacar mu boleh." Tanya Marvin.
"Marvin aku tidak punya pacar, ayah ku melarang ku. Jika aku mempunyai pacar pun tidak akan ku biarkan kau menyentuh nya." Jawab Nathan.
"Jadi siapa wanita yang bernama Lisa." Tanya Marvin.
"Marvin, kau tau dari mana." Nathan berusaha melepaskan kuncian kaki Marvin.
"Marvin, kau membuka hp ku." Tanya Nathan.
"Hahahaha tidak Nathan, aku kakak mu aku berhak tau siapa yang dekat dengan adik ku, katakan siapa Lisa."
"Lepas kan aku, baru aku akan menjawab nya" Ucap Nathan.
"Oh tidak bisa, kau menipu ku." Kata Marvin.
"Marvin kau benar-benar mau mati, lepaskan aku." Teriak Nathan.
Vino yang tidak baru sampai rumah tidak sengaja mendengar keributan yang berasal dari kamar Nathan. Ia mendekati pintu kamar itu dan langsung membuka nya karena tidak di kunci.
"Marvin kau apakan adik mu." Ucap Vino saat melihat Nathan yang berada di kaki Marvin.
"Eh ayah." Marvin langsung melepaskan Nathan.
__ADS_1
"Lihat ayah dia bukan kakak yang baik, aku lelah satu kamar dengan nya, aku selalu di siksa nya." Ucap Nathan.
"Jangan lebay, tidak yah aku hanya bermain-main pada Nathan." Kata Marvin.
"Tidak yah, tadi ayah melihat nya bukan, dia menyiksa ku sepanjang hari."
"Ayah apa boleh kami berdua memiliki pacar." Tanya Marvin.
"Tidak boleh, Nathan sudah tau peraturan itu tidak ada yang boleh memiliki pacar sampai usia kalian 21 tahun." Jawab Vino.
"Bagaimana kalau kami punya pacar." Tanya Marvin sambil melirik ke arah Nathan.
"Kenapa bertanya seperti itu, apa di antara kalian berdua memiliki pacar." Tanya Vino.
"Tidak yah, ayo Marvin kata mu tadi kau mau mengajari ku bela diri." Jawab Nathan.
"Kau mau belajar bela diri Nat, bagus lah Marvin ajari adik mu dengan baik, jangan ada yang bertengkar lagi." Ucap Vino sambil meninggalkan kamar itu.
"Memiliki apa." Tanya Vino.
"Aku memiliki PC baru yah, aku membeli nya kemarin." Jawab Nathan.
"Oh jangan terlalu boros Nathan." Kata Vino dan pergi meninggalkan kamar itu.
"Kau gila, aku hampir mati." Ucap Marvin.
"Bagaimana kau tau Lisa, kau membuka hp ku." Tanya Nathan.
__ADS_1
"Bukan salah ku Nat, kau sendiri yang ceroboh. Kau ingat saat mati lampu kemarin, aku meminjamkan hp mu karena hp ku habis baterai. Dan kau langsung memberikan nya pada ku, padahal hp mu masih struk di wa, jadi aku tidak sengaja membaca semua pesan nya." Jawab Marvin.
"Ah ini memalukan." Ucap Nathan sambil mengacak-acak rambut nya.
"Hahaha, Lisa sayang boleh aku melihat milik mu." Goda Marvin.
"Marvin hentikan, jangan membuat ku marah." Ucap Nathan.
"Hahaha, sabar Nathan. Bukan begitu cara menggoda wanita, mau aku beri tips tidak." Tanya Marvin.
"Pasti ini tidak gratis, apa syarat nya." Tanya Nathan.
"Mudah Nat, aku ikut dengan mu jika kau bertemu dengan Lisa." Jawab Marvin.
"Tidak masalah, tapi jangan ganggu aku." Kata Nathan.
"Sini mendekat lah, mana hp mu." Ucap Marvin.
Sejenak mereka berdua terlihat sangat dekat, tidak ada pertengkaran lagi di antara mereka berdua.
"Nat kau begitu kaku, bisa-bisa Lisa selingkuh dari mu, jika kau seperti ini. Lihat aku bekerja, kau ingin melihat bagian atas nya kan." Tanya Marvin.
"Tidak ada kau, aku tidak rela milik pacar ku, kau lihat juga." Jawab Nathan.
"Aku janji tidak akan melihat nya." Ucap Marvin.
"Bagaimana dia bisa pergi lagi, apa-apaan dia." Abraham benar-benar sangat marah karena Marvin belum kembali juga.
__ADS_1
Diri nya sudah mencoba melacak kendaraan Marvin tetapi yang ada semua barang-barang Marvin berada di pembuangan sampah, Abraham sangat takut jika Marvin pergi dari nya.
"Elisa dia sangat dekat dengan Elisa." Ucap Abraham.