
Bertanggung jawab.
"Lepaskan dia." ucap jamal.
"Siapa kau jangan ikut campur dengan urusan ku." ucap laki-laki itu.
"Aku akan membayar nya, berapa harga nya." ucap jamal.
Laki-laki itu langsung berfikir, ia melihat jamal dari bawah keatas.
"Seperti nya dia berasal dari keluarga kaya raya." batin laki-laki itu.
"100 juta." ucap laki-laki.
Jamal menarik nafas panjang lalu melepaskan secara perlahan, ia mengambil cek yang berbeda di dompet nya. Lalu menuliskan nominal yang laki-laki itu minta.
"Lepaskan dia." ucap jamal sambil melempar cek itu kedepan wajah laki-laki itu.
"Ambillah, dengan uang ini aku bisa membeli banyak gadis lannya." ucap laki-laki dan pergi meninggalkan jamal dan perempuan itu.
Jamal membantu putri untuk berdiri, ia membawa putri keluar dari bar, wajah putri tampak pucat dan pakaian juga sedikit basah. Jamal melepas jaket nya dan memberikan nya pada putri.
"Terimakasi." ucap putri.
__ADS_1
Belum jamal menjawab ucapan itu, putri jatuh pingsan dan jamal langsung menangkap putri.
"Hey bangun." ucap jamal sambil menepuk-nepuk wajah putri.
"Hmmm." ucap putri seperti menahan sesuatu di dalam tubuh nya.
Jamal membawa putri masuk kedalam mobil nya, ia bingung harus membawa putri kerumah nya atau kemana, kalau kerumah nya ia takut orang tua nya berfikir yang tidak-tidak pada nya.
Jamal memutuskan untuk membawa putri ke apartemen yang biasa nya tempat ia berkumpul bersama vino dan andy. Di dalam perjalanan menuju apartemen itu putri mulai membuka mata nya, ia merasakan tubuh nya terasa sangat gerah dan gatal di area sensitif nya.
Perahan ia membuka kancing baju nya karena terasa sangat gerah.
"Hey apa yang kau lakukan." ucap jamal saat melihat putri mulai membuka baju nya.
Putri menatap jamal dengan tatapan aneh, perlahan ia memegang tangan jamal dan atas buah dada nya. Mata jamal langsung terbelalak, fikiran nya langsung kacau seketika, ia menarik tangan nya dan fokus dalam menyetir mobil.
Konsentrasi jamal langsung pecah, ia masi harus mengemudikan mobil nya keapartemen yang sebentar lagi akan sampai. Junior nya sudah meronta-rontah apalagi saat mengenai tubuh citra yang terus bergoyang di atas tubuh nya.
Putri meluma*t bibir jamal dengan sangat agresif sampai jamal tidak bisa bernafas, sesampai nya di apartemen itu jamal langsung membuka pintu mobil nya, Ia menggendong putri yang masi berusaha melum*t nya.
Di dalam kamar jamal mebawa putri masuk kedalam kamar mandi, ia masukan putri kedalam bathup dan mengisi nya dengan air dingin. Perlahan putri mulai menenang efek dari obat itu perlahan meredah, jamal mengangkat tubuh putri dan melepaskan pakaian putri yang basah kuyup.
Lagi dan lagi ia harus menahan nafsu nya saat melihat tubuh mulus putri, dengan menarik nafas yang panjang ia membawa putri keatas kasur dan menutupi tubuh putri dengan selimut.
__ADS_1
"Ini sangat menguji iman ku." ucap jamal, ia melepasan baju nya yang basah dan ikut merebahkan tubuh nya di atas kasur.
Jamal memajam kan mata nya, tubuh putri mulai bereaksi lagi, efek obat yang ia minum tadi belum sepenuh nya menghilang. Ia yang memelihat tubuh jamal yang betelanjang dada memancing hawa nafsu nya meningkat.
Putri bergerak dari tempat tidur nya dan langsung naik keatas tubuh jama, bibirnya juga langsung melum*t bibir jamak.
Jamal membuka mata nya saat merasakan bibir nya sendang di lum*t, batapa terkejut nya jamal saat melihat putri sudah berada di atas tubuh nya, matanya juga langsung tertuju pada buah dada putri yang sedang memanggil-manggil nya.
Setan di dalam apartemen itu seakan bersorak, meneriaki namanya.
"Ayo jamal jangan lewatkan kesempatan berharga ini, ayo habisi dia, ayo bukan nya ini yang kamu inginkan selama ini." teriak setan di dalam apartemen itu
Iman jamal yang hanya seujung kuku rubuh, setan di dalam apartemen itu bersorak gembira saat berhasil merubuhkan iman jamal, jamal mulai membalas ciuman itu dengan sangat agresif.
Ia membalik posisi nya, putri berada di bawah dan jamal di atas tubuhnya, tangan jamal yang sudah gatal sedari tadi langsung menerkam dua bukit yang berada di depan nya, bibir nya juga menelusuri setiap inci tubuh putri.
Setelah 30 menit melakukan pemanasan, jamal membuka seluru pakaian nya, hingga juniornya yang sudah menegang terlepas dari sangkar nya, ia kembali melum*at bibir putri sebelum melakukan penyerangan.
Setelah di rasa siap, jamal mengarah kan junior nya ke pangkal paha putri, ia siap melakukan penyerangan. Perahan ia memasukan junior nya kedalam gua nya, rasa begitu sempit sampai ia sedikit kuat mendorongnya. putri mencengkam tubuh jamal dengan kuat saat merasakan sakit yang luar biasa, ini baru pertama kali ia melakukan nya.
"Apa dia masi perawan." batin jamal.
Dengan sekali dorongan yang cukup kuat pertahan putri tembus.
__ADS_1
"Aaahhkkk." teriak putri sambil mencengkam tubuh jamal dengan sangat kuat.
Jamal melakukan nya dengan kasar sehingga menimbulkan sakit yang luar biasa, dara segar mengalir dari pangkal paha putri pertanda pertahanan sudah berhasil di bobol oleh jamal.