
Pagi yang indah telah tiba, mereka semua tengan berkumpul di ruang keluarga untuk membahas agenda mereka hari ini, pasangan bella dan stiven selalu memberi kesan uwu saat melihat mereka berdua, hari ini mereka berdua mengenakan kaus couple lengan pajang yang bertulis kan Love dan you, membuat siapa saja yang melihat nya menjadi baper bukan hanya baper ada juga yang iri melihatnya yang tak lain dan tak bukan adalah aldy...
Berbeda dengan yang lainnya ariska tampak tidak bersemangat akibat ulah kekonyolannya kemarin malam, aldy benar-benar tidak memberikan waktu istirahat untuk ariska, ia selalu mintanya setiap saat, bahkan saat mandi tadi pagi tadi aldy tidak membirakan ariska mandi dengan tenang...
"Kenapa dengan mu ris..." ucap bella...
"Aku sangat lemas bell, seperti nya hari ini aku akan berada di villa saja..." ucap ariska...
"Kenapa begitu, apa kau sakit..." ucap bella...
"Sakit bell sangat sakit, sampai untuk berjalan saja susah..." ucap ariska...
"Kalau kamu tidak ikut aku juga tidak ikut kita Kan berdua bersama sepanjang hari..." ucap aldy...
"Tidak-tidak lebih baik kamu ikut mereka sayang..." ucap ariska...
"Tidak, buat apa ikut mereka jika istri ku dirumah..." ucap aldy...
"Jadi kalian berdua tidak ikut..." ucap iqbaal...
"Jika aku berdua di villa bersama nya, bisa gembor ni badan..." batin ariska...
"Tidak..." ucap aldy...
"Aku beruban fikiran aku akan ikut..." ucap ariska...
"Jadi kalian ikut atau tidak..." ucap stiven...
"Tidak.. Ikut..." ucap aldy dan ariska kompak...
"Ha, ikut atau tidak..." ucap bella...
"Sayang, kamu bilang tadi sedang lemas..." ucap aldy...
"Tidak, aku sudah bersemangat aku akan ikut kalian..." ucap ariska...
"Baiklah kami berdua ikut kalian..." ucap aldy...
Saat ingin bersiap-siap tiba-tiba hp milik aldy bergetar...
"Hallo..." ucap aldy...
"Apa, baiklah tangani untuk sementara waktu aku akan segera menyusul..." ucap aldy...
"Ada apa al..." ucap stiven...
"Ada masalah di perusahaan, seperti nya mereka ingin bermain-main dengan ku..." ucap aldy...
"Siapa yang berani melakukan ini al, bukannya hampir semua perusahaan takut dengan moonlay grub apalagi sekarang sudah bergabung dengan vins grub..." ucap iqbaal...
"Hampir semua perusahaan bukan semua perusahaan, satu perusahaan ini bukan perusahaan biasa mereka juga bergerak dalam dunia gelap..." ucap aldy...
"Terus apa rencana mu..." ucap stiven...
"Aku harus segera kembali ke vins grub, karena pusat pengendalian moonlay grub sudah berada di sana..." ucap aldy...
"Baiklah kita ke vins grub sekarang..." ucap stiven...
"Tidak, kalian tetap lah di sini, biar aku sendiri yang kesana, nikmati liburan kalian..." ucap aldy...
"Tidak ka, jika satu pulang yang lain juga harus pulang..." ucap bella...
"Iya al, aku juga akan membantu mu..." ucap iqbaal...
"Baiklah jika itu keputusan kalian, cepat kemasi barang-barang kalian kita pulang sekarang, aku akan hubungi anak buah ku untuk menyiapkan pesawat..." ucap aldy...
__ADS_1
Tanpa berfikir panjang mereka langsung masuk kedalam kamar masing-masing untuk membereskan barang-barang mereka, selesai berkemas mereka langsung menujuh kebandara untuk pulang...
"Terimakasih bali, walaupun hanya sebentar aku bahagia..." ucap bella saat pesawat lepas landas...
"Aku juga bahagia, banyak kenangan indah di sana..." ucap ariska...
"Maaf kan aku, Gara-gara aku kalian harus pulang lebih awal..." ucap aldy...
"Tidak ada yang salah al, kita pulang atas keputusan bersama..." ucap iqbaal...
"Hey kakak ipar bodoh, sejak kapan kau bisa merasah bersalah..." ucap stiven...
"Jangan menganggu ku aku lagi tidak ingin bertengkar dengan mu..." ucap aldy...
"Baiklah lain kali saja kita bertengkar..." ucap stiven...
2 jam berlalu pesawat akan segera mendarat di bandara, setelah mendarat parah suami langsung menujuh vins grub sedangkan parah istri langsung kembali ke rumah, viona memutuskan ikut pulang bersama bella...
Sesampai nya di vins grub aldy dan yang lainnya langsung memeriksa semua kekacauan yang terjadi, berkat keahlian dan kepintaran mereka tak butuh waktu lama akhirnya mereka semua menemukan dalang dari kekacauan ini...
"Kita berangkat sekarang..." ucap stiven...
"Apa kau yakin stive, ini sangat berbahaya..." ucap aldy...
"Kau kira aku takut, ini bukan apa-apa bagi ku..." ucap stiven...
"Kalau begitu kita berangkat sekarang..." ucap aldy...
Parah Wanita sudah berada di rumah, mereka memutuskan untuk membuat kue karena merasa bosan...
"Kalau kue ka bella jago nya..." ucap viona...
"Iya viona, dari dulu bella sangat pintar dalam urusan di dapur..." ucap ariska...
"Kalian terlalu memuji ku, ayo kita mulai sekarang..." ucap bella...
Sementara itu aldy dan rombongan nya sedang menuju ke lokasi dari akar kekacauan ini. Sesampai nya di lokasi itu mereka mengatur renacana agar semua dapat berjalan lancar...
"Kalian semua tunggu di sini biarkan aku dan stiven yang masuk..." ucap aldy...
"Bal, seperti biasa aku mengandalkan mu..." ucap stiven...
"Tenang stive, ini bukan masalah bagi ku..." ucap iqbaal...
Setelan mengatur rencana yang matang, aldy dan stiven berjalan masuk kedalam tempat itu...
"Kenapa sepi sekali..." ucap stiven....
"Jangan lenga tetap waspada, mereka bukan orang biasa..." ucap aldy...
"Aldy..." ucap seorang perempuan berjalan keluar pintu dengan di ikuti banyak anak buah nya...
"Jihan.. anggara... sudah ku duga..." ucap aldy...
"Apa dia yang bernama aldy sayang..." ucap seoarang laki-laki yang sudah berumur...
"Iya pah, apa papah lupa..." ucap jihan...
"Buat apa papah mengingat orang seperti di sayang..." ucap anggara papah dari jihan...
"Tapi aku mencintainya pah sangat mencintai nya..." ucap jihan...
"Kau mengenal mereka al..." ucap stiven...
"Tentu stive, mereka hanya dua ekor rakun yang ingin membalas kan dendam nya pada ku..." ucap aldy...
__ADS_1
"Ternyata kau memiliki musuh al..." ucap stiven...
"Kenapa apa kau takut..." ucap aldy...
"Tidak sama sekali..." ucap stiven...
"Tuan stiven senang bertemu dengan anda..." ucap anggara...
"Cih... jangan sok akrab dengan ku..." ucap stiven...
"Menyerah lah sebelum kau merasakan akibat nya..." ucap aldy...
"Menyerah tidak ada di dalam kamus hidup ku..." ucap anggara....
"Al cerai kan perempuan itu dan kembali lah pada ku..." ucap jihan...
"Aku tidak akan membuang berlian dan kembali pada rongsokan besi..." ucap aldy...
"Aku bukan rongsokan besi..." ucap jihan dan menembakan senjatah ke arah langit...
''Benar kau bukan rongsokan besi tetapi serbuk besi yang tidak memiliki arti sama sekali..." ucap aldy...
"Jaga mulut mu..." teriak anggara sambil mengarahkan pistol kearah aldy dan stiven...
"Apa aku ucappan ku ada yang salah..." ucap aldy...
"Kau fikir sendiri..." ucap aggara dan melepaskan tembakannya...
Bukan aldy dan stiven jika hanya tembakan kecil itu dapat melukai mereka, mudah bagi mereka berdua untuk menghindari nya. peristiwa tembak-menembak akhir nya tidak kerelakan. Aldy dan stiven berusaha keras agar tidak terkenah peluru itu...
"Letakan pistol itu..." ucap seseorang yang sudah berada di belakang aldy dan stiven sambil mengarakan senjata di kepalah mereka...
Aldy memberi kode agar stiven menjatuh kan senjata nya, stiven yang menerima kode itu tanpa fikir panjang stiven langsung meletakan senjatah nya...
"Anda suka kalah sekarang..." ucap anggara...
"Apa mau mu..." ucap aldy...
"Tentu kematian mu..." ucap anggara...
"Pah, izin kan aku bersenang-senang terlebih dahulu dengannya..." ucap jihan...
"Silahkan sayang, berikan dia kepuasan untuk terakhir kali nya sebelum nyawa nya berakhir..." ucap anggara...
"Tentu pah..." ucap jihan...
"Bawa dia keatas..." ucap aggara...
"Baik tuan..." ucap salah satu anak buah nya...
Aldy pun di bawah menuju lantai atas sesuai perintah anggara, sesampai nya di lantai atas aldy di masukkan kedalam kamar dengan penjagaan super ketat...
Stiven memulai rencana cadangannya saat semua lenga, ia memencet tombol yang berada di dalam kantong celana nya...
"Mulai..." ucap iqbaal yang menunggu kode itu sedari tadi...
Aldy sudah berada di dalam kamar dengan posisi terikat, perlahan jihan mendekati aldy dengan tatapan yang menjijikan...
"Apa mau mu..." ucap aldy...
"Aku hanya ingin memuaskan mu..." ucap jihan...
Perlahan jihan melepaskan seluruh pakaian nya sampai tidak tersisah, agar aldy tergoda oleh kemolekan tubuh nya...
"Maafkan aku sayang..." batin aldy...
__ADS_1
Hayo apakah aldy tergoda atau aldy mempunyai rencana lain....