
"Aku benar-benar merasakan hal yang berbeda pada Marcel, apa aku benar-benar Nila mommy kandung Marcel. Ntalah aku ingin yang terbaik untuk keluarga ku," batin Sisil.
"Sayang Marcel sudah tidur, aku akan membawa nya ke keranjang tidur nya dulu," ucap Calvin.
"Letakan dengan benar, jangan sampai anak manis itu menangis.".
"Hahaha kamu sangat suka dengan anak ku, aku juga sangat suka dengan nya, dia benar-benar sangat mirip dengan ku," ucap Calvin.
"Ya ya ya, sudah sekarang kita tidur, aku sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok."
Sesuai dengan yang mereka berdua katakan kemarin, hari ini Calvin dan keluarga kecil nya pergi ke rumah sakit. Mereka bertiga pergi tanpa sepengetahuan keluarga lainnya di rumah.
"Aku takut sayang," ucap Sisil.
"Untuk apa kamu takut sayang, pertama kita hanya mengecek bekas luka di perut mu, ke dua kalau kamu masih tidak percaya juga kamu hanya akan tes DNA," kata Calvin.
__ADS_1
"Aku berharap ada kebenaran tentang semua ini," ucap Sisil.
"Kamu tau aku sudah lama ingin mengatakan hal ini, ingin membawa mu ke rumah sakit, tapi aku sangat takut jika kamu akan marah pada ku, kamu akan meninggalkan ku dan Marcel. Sebelumnya juga kamu selalu marah ketika aku mengatakan jika diri mu adalah Nila."
"Mungkin sebelum aku menyadari perasaan ku pada mu, aku akan marah, aku pasti akan meninggalkan mu. Tapi pesona duda muda benar-benar membuat ku mabuk, kamu membuat ku tergila-gila karena mu," ucap Sisil.
"Hahaha aku memang sangat tampan, pesona ku dapat membuat semua orang tergila-gila karena ku," kata Calvin.
"Oh iya bukan nya kamu akan mengantar Piter ke bandara," tanya Sisil.
"Nanti sore, seharusnya pagi hari tepi ada beberapa berkas yang belum ia siapkan, dia di Korea untuk kuliah jadi memerlukan berkas-berkas penting," jawab Calvin.
Calvin tidak membawa Sisil ke rumah sakit tempat Sisil melahirkan dulu, karena rumah sakit itu sudah hancur akibat kemarahan keluarga Vins, bukan hanya sekali mereka melakukan kesalahan terapi dua kali, dari hilang nya Marvin sampai ke kasus Nila atau Sisil.
Sesampainya di rumah sakit, mereka berdua langsung menuju ke ruangan pemeriksaan, di sana sudah ada dokter yang akan memeriksa Sisil.
__ADS_1
"Ada apa mas Calvin," tanya Wina dokter yang akan memeriksa Sisil.
"Saya hanya ingin bertanya dok, tetang bekas luka di perut istri saya. Apakah garis itu bekas operasi secara atau tidak," jawab Calvin.
"Hanya itu?"
"Dan saya ingin tes DNA antara istri saya dan anak saya, bukan apa-apa mungkin dokter sudah tau masalah keluarga kecil saya dari ayah Vino," kata Calvin.
Wina memang sudah tau masalah keluarga Calvin, obat yang Stiven berikan juga berasal dari Wina.
"Ayo mbak naik ke atas, kita akan periksa. Mas Calvin tidak ingin sekalian memeriksa kehamilan istri nya."
"Boleh dok saya ingin melihat nya," ucap Calvin.
"Hmmm benar-benar ini bekas operasi secar, dan belum terlalu lama sekitar 4-5 bulan lalu."
__ADS_1
"Kamu masih tidak percaya sayang, kamu Nila istri ku. Apa kita akan melakukan tes DNA, agar kamu percaya semua nya," tanya Calvin.
Maaf ya jarang up dan sedikit, author sedang sangat sibuk. Tugas di dunia nyata menghantui