
"Dimana kau Amanda, kenapa kau selalu membuat hidup ku sulit." Teriak Alka.
Vino dan Aska semakin tidak tenang karena sampai malam tiba Amanda masih belum ada kabar, nomor nya juga sudah tidak aktif lagi.
"Dimana kau sayang." Ucap Vino.
"Ada apa yah, kenapa ayah sangat khawatir seperti itu." Tanya Nila.
"Kakak mu, masih belum ada kabar, ayah bingung harus bagaimana." Jawab Vino.
"Kenapa kakak tidak ada kabar, kenapa dengan nya, biasa nya tidak seperti ini." Tanya Nathan.
"Sudah lah, kalian berdua masuk ke dalam kamar, sudah malam." Ujar Citra.
"Kak Alka." Batin Nathan yang tau jika Alka selalu berbuat kasar pada kakak nya.
Amanda dan Calvin sudah sampai di rumah, aura kebahagiaan terpancar di wajah mereka berdua.
"Cal, aku takut ayah ku akan menemukan ku di sini, aku masih butuh waktu." Ucap Amanda.
"Tidak ada yang bisa menemukan mu man, kamu aman bersama ku, tidak ada yang tau kamu di sini." Kata Calvin.
"Kau tidak tau keluarga ku cal, mereka sangat berkuasa mudah menemukan ku."
"Hahaha seberapa berkuasa nya mereka sehingga dapat menemukan mu di rumah keluarga Marvel." Ucap Calvin.
"Maksud mu." Tanya Amanda.
"Tidak ada, ya sudah ini sudah malam, tidur lah." Jawab Calvin.
Keesokan pagi nya, Keluarga Vins semakin tidak tenang dengan hilang nya Amanda, Vino juga sudah meminta daddy nya mengerahkan pasukan nya untuk mencari keberadaan Amanda.
Alka juga semakin tersudut kan, Aldy juga sudah turun tangan, yang membuat wajah Alka bonyok, Andy sebenar nya tidak tega dengan adik nya tapi apa boleh buat Alka adalah orang terakhir yang bersama Amanda.
"Kak, dimana kakak ku, kau membawa nya kemana." Tanya Nathan.
__ADS_1
"Kenapa kalian menyudutkan ku, aku tidak tau dimana kakak mu." Teriak Alka.
"Jangan kau kira kau lebih tua dari ku aku tidak berani pada mu, awas saja sampai terjadi sesuatu dengan kakak ku." Ancam Nathan dan pergi meninggalkan Alka.
"Apa yang bisa bocah sma lakukan." Batin Alka.
Calvin sedang berada di depan kamar Amanda, ia sudah meminta pelayan memeriksa Amanda agar saat ia masuk tidak terjadi ke salah pahaman. Ketika pelayan mengatakan oke baru lah Calvin masuk ke dalam.
"Amanda." Teriak Calvin.
"Calvin, aku sudah bangun. Jangan berteriak." Ucap Amanda.
"Keluarga mu mencari ku, jadi kau anggota keluarga Vins." Tanya Calvin.
"Apa!! mereka mencari ku, ah sebentar lagi mereka akan menemukan ku." Jawab Amanda.
"Hahaha itu tidak akan, kau aman bersama ku, hmm setidaknya kau memberikan kabar pada keluarga mu, jika diri mu baik-baik saja. Agar mereka tidak khawatir pada mu." Kata Calvin.
"Kau benar." Amanda mengambil HP nya dan langsung menghubungi Vino karena cuma nomor Vino yang ia ingat.
"Amanda, ini Amanda." Tanya Vino.
"Iya yah, ini aku. Aku hanya ingin mengatakan aku baik-baik saja, aku hanya butuh waktu untuk mengerti semua masalah ku." Jawab Amanda.
"Kau dimana, kenapa sulit sekali menemukan mu." Tanya Vino.
"Aku tidak tau dimana, aku di sebuah Istana, jika aku sudah merasa tenang aku akan pulang." Jawab Amanda dan langsung mematikan hp nya.
"Kenapa kamu tidak bilang kamu dari keluarga Vins." Ucap Calvin.
"Aku hanya takut kau menjauhi ku, seperti teman-teman ku." Kata Amanda.
"Hubungan keluarga kita cukup baik, walaupun aku tidak mengenal keluarga mu." Ucap Calvin.
"Calvin siapa sebenarnya diri mu, kenapa keluarga ku tidak bisa melacak keberadaan ku, kau tau mereka sangat cepat melacak seseorang." Tanya Amanda.
__ADS_1
"Aku, aku aset dunia Amanda." Jawab Calvin sambil tertawa.
"Sudah lah, aku bosan berada di rumah terus."
"Kita ke pantai atau kemana yang kamu mau." Tanya Calvin.
"Aku ikut pada brondong ku saja." Jawab Amanda.
"Brondong mu? "
"Hahaha usia mu lebih mudah dari ku, kau masih brondong." Kata Amanda.
"Aku sudah bisa membuat seorang anak di usia ku yang masih mudah seperti ini."
"Dasar mesum." Amanda melemparkan bantal ke wajah Calvin.
Mereka berdua langsung bersiap-siap untuk karena ingin jalan-jalan keluar rumah. Sebelum pergi seperti biasa para penjaga Calvin sudah menyiapkan semua nya.
"Bagaimana apa sudah bisa aku pergi." Tanya Calvin.
"Sudah tuan, tapi tuan tidak di izinkan pergi terlalu jauh." Jawab pengawal Calvin.
"Iya iya iya, turuti semua perkataan pak tua itu." Ucap Calvin.
"Calvin aku sudah siap." Teriak Amanda.
"Aku di bawa, ayo kita sarapan dulu." Teriak Calvin.
"Aku ingin makan di luar, apa boleh." Tanya Calvin.
"Tidak tuan, anda tidak bisa makan sembarangan." Jawab Pengawal Calvin.
"Begini saja, aku makan di luar tapi kau yang memeriksa semua makanan ku." Ucap Calvin yang merasa sangat kesal.
Note : Ada yang punya cerpen dan bisa di pinjam untuk tgs adik sekolah 🙃
__ADS_1