
Aku tak akan perna pergi...
Tak lama laki-laki itu sampai di hadapan bella, ia memayungi bella agar salju tak mengenai tubuh bella...
Bella yang menyadari salju yang sudah tak mengenai tubuh nya, perlahan membuka wajah nya dan melihat apa yang terjadi...
"Dasar bodoh, kamu mau mati kedinginan..." ucap laki-laki itu...
Bella yang melihat siapa yang memayunginya, sunggu tak menyangkanya sampai ia kehabiaan suara untuk berkata...
"Ba.. bagaimana bisa..." ucap bella...
"Bagiaman apa nya..." ucap laki-laki tersebut...
"Bagiamana kamu ada disini..." ucap bella...
"Bukannya aku sudah berjanji pada orang tua mu, jika aku akan selelau menyayangi mu dan menajaga mu, kamu mau mamah mu bangkit dari kubur nya untuk memarahi ku, karena aku membiarkan mu mati kedinginan..." ucap laki-laki tersebut yang tak lain adalah stiven...
"Aa.. apa yang sebenarnya terjadi..." ucap bella yang masi tak menyangka dengan kedatangan stiven...
"Haruskah aku menjelaskannya disini, tempat ini begitu dingin..." ucap stiven...
Bella pun bangkit dari duduk nya, ia berdiri dan memegang wajah stiven untuk memasatikan bahwa ini bukan mimpi, ia mendekat kan bibir nya ke arah bibir stiven dan mencium nya, stiven yang mendapatkan ciuman dari bella langsung membalasnya hingga membuat payung yang ia pegang terjatuh dan mereka berciuman di tenga-tenga turunnya salju...
"Aku mencintai mu..." ucap stiven di sela-sela ciumamnya...
Bella yang mendengar itu, hati nya sunggu bahagai kaliamat yang ingin dengar selama ini akhir nya terucap juga dari bibir stiven...
#Flasback#
"Apa, kenapa kamu melakukan ini semua..." teriak stiven...
"Aa.. aku ingin kulia di jepang, kalau kamu tau pasti kamu tidak mengizinkan ku..." ucap cika...
"Dasar bodoh, wanita bodoh. kamu pikir aku percaya dengan perkataan mu..."
"Sunggu aku tak berbohong, aku hanya ingin kulia di jepang..." ucap cika...
"Bukannya kamu hamil dengan laki-laki lain..." ucap stiven dengan nada yang penuh penekanan...
"Aa apa maksud mu..." ucap cika terbata-bata...
"Dasar wanita bodoh, sebelum aku bertemu dengan mu, asisten ku sudah menemukan keberadaan mu dan menemukan bukti, kalau kamu pergi dari hidup ku karena kamu hamil dengan laki-laki lain..." ucap stiven dengan nada yang tinggi...
"Aaa.. ku.. tak mengerti maksud mu..." ucap cika dengan wajah yang menunduk...
__ADS_1
"Aku tak punya waktu menjelaskan semua nya pada wanita bodoh seperti mu, aku harus menemui istri ku, dan ingat aku memilih mu tadi hanya ingin memastikan semua nya dari mulut mu, tapi dengan melihat sifat yang seperti ini, membuat ku yakin bahwa kau tak pantas hidup dengan ku..." ucap stiven dan pergi meninggalkan cika...
"Kamu lebih memilih wanita bodoh itu..." teriak cika...
"Jaga mulut mu, atau ku koyakan mulut mu, kau sama sekali tak pantas jika di bandingkan dengan bella..." ucap stiven pergi meninggalkan cika sendri...
#Flasback#
"Aku fikir kamu akan meninggalkan ku..." ucap bella yang tengan berbaring di atas kasur sambil memeluk stiven dan tentu saja stiven memainkan bagian favorit nya...
Setelah ciuman mereka selesai, stiven memutuskan membawa pulang bella karena cuaca semakin dingin...
"Aku tak akan meninggalkan mu sayang..." ucap stiven...
"Kapan iqbaal memberi tau mu tentang keberadaan cika..." ucap bella...
"Kemarin malam saat aku sedang perjalanan pulang..." ucap stiven...
"Kamu tak marah saat tau kebenaran semua itu..." ucap bella...
"Aku marah, sangat marah kenapa aku bisa mencintai wanita seperti dia, tapi pada saat itu aku langsung mengingat mu, itu yang membuat ku bisa meredam amarah ku..." ucap stiven...
"Bibir mu begitu manis..." ucap bella...
"Apa kamu ingin merasakan nya..." ucap stiven...
"Tapi aku ingin merasakan nya..." ucap stiven...
"Besok kamu akan merasakannya, bahkan lebih dari itu..." ucap bella...
"Apa maksud mu, apa tamu sudah pergi..." ucap stiven...
"Bisa di bilang seperti itu..." ucap bella...
"Apa besok aku dapat merasah kan semuanya..." ucap stiven...
"Tentu, kamu bebas melakukan nya..." ucap bella...
"Apa tidak bisa sekarang, aku sudah tak sabar..." ucap stiven...
"Tidak sayang, besok waktu nya..." ucap bella sambil tersenyum...
"Tetap tersenyum seperti ini, kamu tau betapa hancurnya hati ku, saat melihat mu menangis seperti tadi, maaf kan aku telah meninggalkan mu..." ucap stiven...
"Kamu tidak salah, aku beruntung telah memiliki suami seperti mu..." ucap bella...
__ADS_1
"Tentu, aku laki-laki yang sangat sempurna..." ucap stiven...
"Kamu terlalu percaya diri sayang..." ucap bella...
"Tapi kamu cinta kan..." ucap stiven...
"Tidak..." ucap bella...
"Kamu cinta kan..." ucap stiven...
"Aku sangat mencintai mu..." ucap bella sambil mencium pipi stiven...
"Kamu menggoda ku sayang..." ucap stiven...
"Aku tak menggoda mu sayang..." ucap bella...
"Besok pagi kita akan pulang, apakah tidak papa.." ucap stiven...
"Tentu sayang, mari bantu aku berkemas..." ucap bella...
Mereka pun mengemas semua barang yang ingin mereka bawak pulang, setelah berkemas bella memilih duduk di depan cendela kaca yang langsung menatap kota tokyo yang sedang di guyur salju...
"Indah..." ucap bella...
"Indah seperti mu..." ucap stiven datang dari arah belakang dan duduk memeluk bella...
"Kamu terlalu sering memuji ku sayang..." ucap bella...
"Aku berbicara sesuai fakta..." ucap stiven...
"Apa aku boleh bertanya sesuatu..." ucap bella...
"Kamu boleh bertanya sesuka hati mu..." ucap stiven...
"Bagiaman dengan cika..." ucap bella...
"Aku sudah melupakan nya, aku tak peduli dengannya lagi, dan kamu adalah wanita yang ku pilih untuk mendampingi hidup ku..." ucap stiven...
"Aku senang mendengar nya sayang..." ucap bella...
"Mari kita tidur, besok kita akan berangkat pagi..." ucap stiven...
Stiven pun mengendong bella menuju kasur, sesampainya di kasur ia merebahkan tubuh bella secara perlahan dan mencium nya, mereka pun melakukan beberapa kali ciuman sebelum tidur...
Terimakasih sudah mampir jangan lupa like comen dan vote ya...
__ADS_1
Maaf kalau tidak sesuai keinginan kalian, kalau author ruba alur nya pasti akan mengubah alur yang author rencanakan...