Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 207


__ADS_3

Calvin benar-benar sangat marah saat melihat apa yang terjadi, dengan penuh amarah Calvin berjalan mendekati mereka berdua.


"Kau apakan istri ku," bentak Calvin.


"Sayang dia menampar ku," kata Sisil sambil memeluk Calvin.


"Tidak dia bohong, dia menampar diri nya sendiri. Jangan percaya pada nya dia bohong," ucap Rebecca.


"Kau kira aku percaya pada mu, jangan harap aku percaya pada mu Rebecca."


"Aku tidak salah, dia yang menampar diri nya sendiri," ucap Rebecca yang berusaha menyakinkan Calvin jika diri nya memang tidak salah.


"Sudah sayang, percuma berbicara dengan nya, hal itu akan membuat mood kita hancur, lebih baik kita masuk ke dalam kamar. Marcel membutuhkan seorang adik," kata Sisil.


"Aku peringatan kan pada mu, jika tidak ingin terkena masalah jangan bermain-main pada ku, atau kau akan habis dengan ku," ancam Calvin dan pergi meninggalkan Rebecca.


"Kau dengar ******, aku akan selalu menang. Kau ingin melihat betapa gagah nya suami ku, aku akan menunjukkan nya pada mu." Sisil ikut pergi meninggalkan Rebecca yang diam mematung.


"Ahhh kenapa dia jadi begitu. Aku sangat tidak suka pada nya," ucap Rebecca.

__ADS_1


Di dalam kamar Sisil malah marah pada Calvin, ia langsung berbaring dan memeluk Marcel yang sedang tertidur dengan lelap.


"Sayang kamu marah pada ku, jangan marah sayang. Aku tidak tau jika Rebecca seberani itu pada mu."


"Aku mau pulang, aku tida suka di sini. Tatapan mata nya pada mu, seperti ****** aku benar-benar tidak suka," ucap Sisil.


"Iya iya lusa kita akan pulang ke rumah ayah Vino, aku belum berbicara dengan ayah Erwin, setahun semua nya selesai aku langsung membawakan mu pulang."


"Sayang jangan marah pada ku, kata kamu ingin membuat adik untuk Marcel," ucap Calvin.


"Aku tidak serius tadi, jangan kamu anggap serius," kata Sisil.


Rebecca terdiam melihat apa yang Calvin dan Sisil lakukan di sofa kamar itu Sisil sengaja tidak mengunci pintu kamar itu, ia ingin menunjukkan pada Rebecca jika Calvin hanya milik nya dan tidak ada yang bisa mengambil Calvin dari nya.


Sifat Sisil dan Nila benar-benar berbanding terbalik. Itu lah yang di pikirkan oleh Rebecca saat ini.


**


"Ayah sudah jangan seperti ini, aku tidak suka dengan sikap mu," kata Piter.

__ADS_1


"Diam Piter, jangan ikut campur dalam masalah ini. Kau tidak di perlukan di sini," ucap Erwin.


"Aku tau kenapa Rebecca seperti itu, karena Rebecca menurun dari sifat mu. Egois dan ingin menang sendiri," kata Piter.


"Rebecca bukan anak ku, dia bukan adik kandung mu."


"Apa maksud mu, Rebecca bukan adik kandung ku, jelaskan pada ku yah," tanya Piter.


"Iya dia bukan adik kandung mu, dia anak dari selingkuh ibu mu," jawab Erwin.


"Mamah pernah selingkuh dari mu, kenapa keluarga ku seperti ini. Kenapa aku tumbuh di keluarga seperti ini. Kau tau Calvin benar-benar beruntung tidak ikut seperti mu, jika Calvin ikut dengan mu, akhlak nya akan seperti mu."


"Kurang ngajar." Erwin memukul wajah Piter.


"Pukul aku yah, pukul aku jika itu membuat mu puas."


"Pergi dari sini, pergi aku tidak ingin melihat mu," ucap Erwin.


"Aku juga tidak ingin melihat ayah seperti mu, aku menyesal tumbuh di keluarga bermasalah seperti ini."

__ADS_1


__ADS_2