
"Hey kau belum membayar ku," ucap Sisil
"Kau lupa, aku sudah membayar pria mu tadi, dan kau pasti sudah mengambil uang nya," kata Calvin.
"Itu kurang, cepat beri aku uang lagi."
"Mana nomor rekening mu, aku tidak ada uang kes," ucap Calvin.
"Kau sombong sekali tuan." Sisil memberikan nomor rekening nya.
"Jika sudah masuk kau miliki ku, kau hanya boleh melayani ku."
"Hmmm jika bayaran nya tinggi tidak masalah. Aku juga lebih senang hanya melayani satu pria," kata Sisil.
"Nila kenapa kau jadi seperti ini, kenapa dengan mu? kenapa kau bisa sampai di sini" batin Calvin.
"Wow tuan ini sangat banyak, sebenarnya siapa diri mu kenapa mudah sekali membuang uang," tanya Sisil.
"Sudah kan, kau milik ku Nila, kau akan kembali pada ku," ancam Calvin.
__ADS_1
"Aku Sisil tuan, bukan Nila. Jika terus mengatakan aku Nila, aku ingin membatalkan semua nya," ancam Sisil.
"Iya iya kau Sisil, Nila tidak seperti mu, mana mungkin istri ku seperti ku," kata Calvin.
"Tu kau tau, aku Sisil bukan Nila istri mu," ucap Sisil.
"Hmmm kita akan melakukan nya," tanya Calvin.
"Terserah, kau sudah membayar ku, kata tuan ku tubuh ku miliki seseorang yang telah membayar ku," jawab Nila.
"Bagaimana ini, wajahnya memang sangat mirip dengan Nila, tapi sikap dan gaya nya jauh berbeda. Apa jika aku tidur dengan nya aku akan mengkhianati istri ku," batin Calvin.
"Siapa nama mu," tanya Sisil.
"Aku Calvin jangan beri tau nama ku pada siapapun termasuk tuan mu, katakan saja aku di bayar oleh Mafia kaya raya," jawab Calvin.
"Kenapa aku tidak boleh mengatakan nya? Hmmm aku paham aku yakin kau orang yang sangat kaya sehingga harus menutupi keburukannya mu," ucap Sisil.
"Ya ya ya kurang lebih begitu," kata Calvin sambil merebahkan diri nya ke atas kasur.
__ADS_1
"Aku harus apa," tanya Sisil.
"Sini lah, mendekat kau sudah aku membeli mu," jawab Calvin.
Perlahan Sisil mendekati ranjang dan mulai naik ke atas lalu merebahkan diri nya di samping Calvin. Calvin melirik ke arah Sisil bodi Sisil juga sangat berbeda dengan Nila. Bentuk tubuh Sisil jauh lebih bagus di bandingkan Nila yang membuat Calvin semakin tidak percaya jika Sisil adalah Nila.
"Maaf sayang, jika wanita ini bukan kamu berarti aku mengkhianati kamu. Tapi ini bukan nya lebih baik aku mendapatkan wanita yang sangat mirip dengan mu dari pada aku harus menerima wanita yang ayah pilih kan," batin Calvin.
Calvin menarik Sisil ke dalam pelukan nya, ia memeluk Sisil dengan sangat erat dengan wajah yang tenggelam di leher jenjang Sisil.
"Kau melakukan nya dengan lembut kan, aku sangat takut," kata Sisil.
"Aku tidak suka lembut. Gaya bermain sangat kasar, kau tidak ingin melihat milik ku."
Calvin mendekati bibir Sisil dan tak lama bibir mereka berdua bertemu, cara berciuman Sisil hampir mirip dengan Nila. Hanya mengikuti permainan yang Calvin berikan.
"Bibir mu manis," ucap Calvin.
"Bibir mu juga manis," kata Sisil sambil membeli wajah Calvin.
__ADS_1
Tangan Calvin bergerak masuk ke dalam pakaian Sisil, ia mencari benda kenyal yang ukuran nya lumayan besar.