Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 118


__ADS_3

"Sayang kamu kenapa." Tanya Citra saat melihat Vino datang dengan tubuh yang lebam.


"Tidak papa, oh iya kamu panggil dokter untuk Nathan." Jawab Vino dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Citra langsung mengerti apa yang di maksud oleh Vino, karena Vino sudah membicarakan hal ini dengan Citra terlebih dahulu. Memang awal nya Citra menolak keras apa yang di lakukan Vino pada anak-anak nya, tetapi Citra tidak bisa berbuat lebih karena itu sudah tradisi keluarga ini.


"Sampai memanggil dokter, kamu berlebihan." Tanya Citra.


"Diam Citra, aku sudah mengatakan nya pada mu, ini demi anak kita." Ucap Vino.


Vino menarik Citra masuk ke dalam kamar mandi, ia langsung tersadar jika ia sudah berkata dengan nada tunggi pada Citra.


"Maafkan aku." Vino memeluk Citra.


"Dia tidak papa sayang, dia anak kita, dia kuat seperti mu dan aku." Ucap Vino.


"Aku percaya kamu." Citra membalas pelukan dari Vino.


Sementara itu Marvin membantu Nathan keluar dari ruang bawa tanah, ia saja merasakan tubuh nya seperti di patah-patahkan oleh Vino, apalagi Nathan yang sampai pingsan begini.


"Nat, bangun." Ucap Marvin.


Marvin membawa Nathan masuk ke dalam kamar nya, ia sangat bingung harus berbuat apa, Marvin memilih berlari menuju kamar bunda nya, untuk meminta bantuan pada Citra.


"Marvin masuk kamar mu." Ucap Vino yang mencegah Marvin menemui Citra.

__ADS_1


"Ayah, Nathan pingsan bagaimana ini." Tanya Marvin.


"Masuk kamar mu Marvin." Ucap Vino.


"Baik yah." Marvin tidak ada pilihan lain kecuali menuruti kemauan Vino.


Tak lama dokter yang di panggil Citra sampai di rumah, dokter mana yang mau di panggil tenga malam begini jika bukan dokter pribadi keluarga Vins, dokter itu juga yang menangani Vino saat babak belur di hajar oleh Stiven dulu.


"Apa keluarga ini sudah gila, anak nya sendiri sampai di buat seperti ini." Batin dokter itu yang melihat Nathan.


Dokter itu langsung memeriksa keadaan Nathan, kondisi Nathan tidak bisa di bilang baik-baik saja, karena Nathan mengalami luka dalam terutama di bagian perut nya. Terpaksa untuk beberapa hari ini Nathan di infus dan di rawat secara intensif di dalam kamar nya.


"Saya tidak mau tau, dalam 5 hari ke depan dia harus sudah sembuh dan dapat menghadiri pesta ulang tahun nya." Ucap Vino dengan tegas.


Vino keluar dari kamar Nathan, ia sama sekali tidak memperbolehkan Citra melihat Nathan yang seperti itu, bisa jadi Citra yang sudah ia tenangkan kembali panik.


"Vino ini terlalu cepat." Ucap Andy.


"Kau lupa dulu aku lebih mudah dari nya, aku juga di rawat di rumah sakit bahkan tangan ku patah." Kata Vino.


"Jangan kau sama kan dia dan diri mu dulu, aku juga merasakan apa yang kau rasakan, tapi aku tidak ingin anak ku merasakan apa yang aku rasakan, seharusnya kau berpikir lebih dewasa lagi. Kita bisa mendidik nya dengan cara yang lain." Ucap Andy.


"Sudah lah jangan menceramahi aku, dokter sudah menangani nya." Kata Vino.


Marvin sedang di obati oleh Wulan, ia bisa melihat Wulan sedang gugup karena diri nya sedang hanya menggunakan celana d*lam saja.

__ADS_1


"Ahhh." Desa Marvin yang membuat Wulan terkejut.


"Kenapa mas." Tanya Wulan.


"Aku terangsang karena sentuhan tangan mu, lihat adik ku sudah bangun." Jawab Marvin.


Sontak Wulan langsung menutup mata nya karena melihat tonjolan besar di bawa sana.


"Kamu kenapa, cup." Marvin mengecup bibir Wulan.


"Besar." Jawab Wulan dengan polos nya.


"Hahaha, kamu takut. Memang awal nya akan sakit, nanti jika sudah sering kamu akan merasakan sesuatu yang luar biasa." Ucap Marvin.


"Apa benar sakit mas." Tanya Wulan.


Marvin duduk di belakang Wulan dan menarik Wulan agar duduk di atas pangkuan nya.


"Hmmmm." Gumam Marvin saat milik nya terjepit di bawa sana.


"Mas." Jantung Wulan sangat berdetak sangat cepat, ia merasakan di bawa sana ada yang mengganjal.


"Kamu jangan takut sayang, aku akan melakukan nya dengan perlahan jika aku tidak khilaf." Bisik Marvin.


Wulan ingin datang bulan nya tidak cepat pergi agar diri nya bisa mempersiapkan mental nya menghadapi Marvin seorang hiper

__ADS_1


__ADS_2