
Kamu aman bersama ku.
Sesampainya di rumah citra langsung masuk kedalam kamar meninggal vino yang sedang mengambil air meneral di dapur. Karena rumah yang terlalu besar citra tersesat di rumah itu, ia bingung harus melangkah kan kaki nya kearah mana.
"Citra." ucap andy yang baru keluar dari kamar caitlin.
"Ka andy." ucap citra kaget karena melihat andy berada di rumah ini juga.
"Kenapa kaget ya." tanya andy.
"Kenapa kakak bisa berada disini." tanya citra.
"Hehehe, bisa dong. Ada seseorang yang harus ketemui." jawab andy.
"Ka andy." teriak vira.
"Vira." ucap andy yang melebarkan tangan nya seperti orang yang ingin memeluk.
Vira langsung berlari memeluk andy, ia juga sudah lama tidak bertemu dengan kakak sepupu nya itu.
"Kenapa kamu makin cantik si." ucap andy sambil mengusap rambut vira.
"Kakak sudah seperti paman yang selalu menggoda ku." ucap vira sambil melepas pelukan nya.
"Kapan kamu pulang, pasti paman kamu sudah sangat merindukan mu." ucap andy.
"Aku pulang jika kakak menikah." jawab vira.
"Be." ucap vino yang sedari tadi mencari citra.
"Maaf, aku lupa dimana letak kamar kita." ujar citra.
"Kenapa kau berada disini juga." tanya vino.
"Pasti untuk bertemu caitlin." ucap vira.
"Sssttt.. Kenapa kamu tau vir." bisik andy.
"Tau doang ka, aku tau semua nya, aku juga tau kalau kakak menyuaki caitlin." bisik vira.
"Kalau begitu diam lah, jaga rahasia ini." bisik andy.
"Kenapa kalian berdua malah berbisik." tanya vino.
"Aku, hanya rindu dengan vira." ucap andy.
__ADS_1
"An." ucap caitlin yang keluar dari kamar dengan mata yang masi sedikit terpejam.
"Ka andy, tadi juga keluar dari kamar itu." ucap citra.
Vino dan vira langsung menatap kearah andy, meraka berdua meminta penjelasan dari andy. Apalagi melihat Kondisi caitlin yang sedikit berantakan.
Caitlin langsung memeluk andy dengan erat, wajah nya ia letakan di dada bidang andy dan kembali memejam kan mata nya, mungkin karena masi setengah sadar, caitlin tidak menyadari keberadaan orang lain di tempat itu.
"Jangan pergi." ucap caitlin.
"Awas saja kakak merusak anak orang, aku akan laporkan ke paman." bisik vira dan pergi masuk kedalam kamar nya.
"Apa yang kau lakukan pada nya." tanya vino.
"Aku tidak melakukan apa pun." jawab andy.
Vino mendekati andy dan membisikan sesuatu ke telinga andy.
"Aku melihat bercak merah di leher nya, seperti nya itu baru." bisik vino.
Vino membawa citra pergi meninggalkan andy dan caitlin di tempat itu, Setelah semua nya pergi andy menggendong caitlin dan langsung membawa nya kembali kekamar.
Andy ikut tidur bersama caitlin, ia memeluk caitlin seperti sepasang kekasih yang saling memberikan kenyamanan.
"Aku mencintaimu mu."ucap andy mengecup dahi caitlin.
"Be, apa kamu mengenal orang tadi." tanya vino.
"Iya." jawab citra.
"Siapa dia, kenapa kamu terlihat takut dengan nya." tanya vino.
"Dia tuan adrian mafia yang menyukai ku dan di jodoh kan oleh kedua orang tua ku pada ku." jawab citra.
"Jadi kamu pernah di jodohkan pada nya." tanya vino.
"Iya, aku di jodohkan pada nya, karena aku menolak perjodohan itu aku pergi dari rumah." jawab citra.
"Aku takut, dia akan menbawa ku." ucap citra.
"Tenang lah, kamu aman bersama ku, tidak ada yang berani menyentuh keluarga ku." ucap vino sambil memeluk citra dengan erat.
"Terimakasi." ucap citra.
Malam hari telah berganti pagi, mereka semua telah siap untuk melakukan sarapan pagi. Vino dan citra keluar dari kamar nya, mereka berdua melihat andy dan caitlin yang sedang tertawa bahagia.
__ADS_1
"Aku tidak pernah, melihat ka andy sebahagia itu." ucap citra.
"Dia terlalu pengecut untuk mengakui perasaan nya." ucap vino.
"An hentikan kamu bisa membuat ku kencing di celana." ucap caitlin.
"Aku akan membersikan nya." ucap andy.
"Kalian berdua cepat lah menikah, sebelum terlambat." ujar vira.
"Vira." ucap caitlin.
"Apa kamu mau menikah dengan ku." tanya andy.
"Hmmm mau tidak ya." ucap caitlin.
"Tidak." ucap caitlin mencubit perut andy dan langsung berlari kearah dapur.
"Caitlin awas kamu ya." teriak andy.
Di dalam ruang makan mereka semua sedang berkumpul untuk sarapan pagi, indah dan wijaya terkejut dengan kedatangan andy. Tetapi setelah andy menjelaskan maksud kedatangan mereka ikut bahagia, karena cucu-cucu mereka dapat berkumpul di rumah ini.
Citra dan vino tampak mesrah sekali, mereka berdua hanya makan dalam satu piring yang sama, saling menyuapi dan menjahili satu dengan lainnya.
Caitlin yang melihat itu hanya bisa diam, menahan rasa sakit yang begitu amat dalam di hati nya, Ia meninggalkan ruangan itu dan berlari menuju arah taman, mereka yang berada di rusngan itu terkejut melihat caitlin belari begitu saja.
"Ada apa dengan nya." ucap indah.
"Dia sedang rindu dengan kedua orang tua nya, aku akan menyusul nya." jawab andy.
Andy mengejar caitlin yang berlari di taman, ia menarik tangan caitlin dan memeluk nya dengan sangat erat.
"Sampai kapan kamu seperti ini." ucap andy.
Caitlin tidak menjawabnya ia masi menagis di dalam pelukan andy. Andy menaikan kepalah caitlin dan menatap nya.
"Lupakan dia." ucap andy.
"Tidak an, aakku tidak bisa." ucap caitlin.
"Kenapa, masi banyak orang lainnya yang mengharap kan mu." ucap andy.
"Siapa an, tidak ada yang mengharap kan ku." ucap caitlin.
"Aku, aku mengharapkan mu." ucap andy.
__ADS_1
"Mamaksudnya." tanya caitlin.
"Aku mencintai mu." jawab andy.