
"Mas." Wulan langsung turun dari atas tubuh Marvin dan menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Sayang." Marvin ikut masuk ke dalam selimut itu.
"Jika kamu malu, tangan ku saja yang bergerak." Bisik Marvin sambil tangan nya mencari benda yang ia ingin sentuh sedari tadi.
"Ah." Wulan tersentak kaget saat Marvin menyentuh milik nya, rasa nya seperti kesetrum listrik.
"Kenapa apa enak, baru saja aku sentuh. Hmmm boleh aku memakan nya." Tanya Marvin.
"Hmmm mas, jangan di gituin." Wulan menggigit bibir nya.
"Maaf sayang, kamu sangat menggemaskan." Marvin menghentikan aksi nya karena tidak tega melihat Wulan. Belakangan ini hati Marvin mudah sekali tersentuh karena istri nya yang benar-benar menggemaskan.
"Mas, mungkin besok datang bulan ku akan selesai." Ucap Wulan.
"Apa benar sayang, hmmm bagaimana kalau besok kamu perawatan dulu untuk malam pertama kita." Kata Marvin.
"Perawatan bagaimana mas, aku tidak paham." Tanya Wulan.
"Nanti aku tanya pada bunda, jika datang bulan mu benar-benar sudah berhenti kita bisa langsung berangkat, agar lebih nikmat sayang." Bisik Marvin sambil memeluk Wulan.
Sementara itu hari ini kedatangan pasangan fenomenal sejagat raya dan seantero bumi yang tak bukan adalah Stiven dan juga Bella, kedatangan mereka Vino langsung yang meminta nya karena Nathan sudah memberitahu pada Vino jika Marvin ingin bertemu dengan kakek dan nenek mereka.
"Mommy." Vino memeluk Bella dan erat.
__ADS_1
"Sayang, kamu semakin dewasa sayang." Kata Bella.
"Dimana anak mu Vin, Marvin." Tanya Stiven.
"Kedua anak ku sudah di dalam kamar mereka, Nathan sedang sakit sedangkan Marvin mungkin sedang membuat anak." Jawab Vino.
"Oh, kenapa kamu nikahkan dia cepat-cepat sayang" Tanya Bella.
"Dia hiper mom, ayah tiri nya tidak mendidik nya dengan benar." Jawab Vino.
"Kasihan sekali dia Vin, kau harus mendidik nya dengan baik selama 18 tahun dia tidak mendapatkan kasih sayang kita semua." Ucap Bella.
"Iya mom." Kata Vino.
"Kau apakan cucu ku." Satu pukulan mendarat di perut Vino.
"Akhhhhgggg... Sakit dad." Ucap Vino.
"Kakek." Nathan meletakkan HP nya dan berusaha untuk duduk.
"Katakan apa yang ayah mu lakukan pada mu, dia ingin membunuh mu, biar kakek berikan pelajaran pada ayah mu yang bodoh ini." Ucap Stiven.
"Iya kek, ayah menghajar ku sampai aku seperti ini, aku tidak bisa makan dengan baik, tubuh ku sangat sakit dah Marvin juga sama seperti ku, tapi aku lebih buruk."
"Anak kurang ngajar, dia tau kalau diri nya kesayangan daddy." Batin Vino.
__ADS_1
"Vino, kau mau membunuh pewaris ku." Bentak Stiven.
"Dad, aku melakukan apa yang dulu daddy lakukan pada ku, apa itu salah." Tanya Vino.
"Salah, dulu kau sangat nakal, kau tidak tau aturan itu sebab nya daddy melakukan itu pada mu, tapi Nathan berbeda dia sangat pintar dan yang paling terpenting dia tidak nakal seperti mu." Jawab Stiven.
"Terus saja bandingkan aku dan Nathan, yang anak daddy sebenernya siapa, Nathan anak ku dia berasal dari burung ku."
"Kau pikir kau berasal dari mana." Tanya Stiven.
"Dari burung mu dad." Jawab Vino.
"Apa yang kau mau Nat, atau kau mau ayah mu merasakan apa yang kau rasakan." Tanya Stiven.
"Hehehe tidak kek, aku sangat bersyukur memiliki ayah yang tegas pada ku, aku tau yang di lakukan ayah agar hidup ku lebih baik. Dia pasti memikirkan ku sebelum melakukan hal seperti ini." Jawab Nathan.
"Aku juga sangat berterimakasih pada mu kek, kau benar-benar kakek terbaik ku, semua cerita ini berawal dari mu." Ucap Nathan.
"Lihat perbedaan diri mu dan Nathan dia benar-benar bijak seperti ku, tidak seperti mu yang terlalu keras kepala." Kata Stiven.
"Oh iya kek, Marvin ingin bertemu dengan mu, tapi jangan galak-galak pada nya, kakek tau dia sudah menjadi kakak yang baik, dia bahkan melindungi ku dari ayah." Ucap Nathan.
"Dimana dia, Vino panggil anak mu, jangan hanya bisa membuat nya." Kata Stiven.
Di hadapan daddy nya Vino benar-benar kikuk seperti tidak ada harga diri nya.
__ADS_1