Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 158


__ADS_3

Mereka berdua lanjut mengelilingi rumah itu, rumah itu di beli oleh Vino sekaligus dengan isi nya, jadi tidak perlu repot-repot membeli perlengkapan lain nya.


Setelah puas berkeliling rumah mereka berdua duduk di ruang keluarga, Calvin juga ingin menyampaikan apa yang Vino katakan tadi pagi dengan nya.


"Kau mau bekerja kan," tanya Calvin.


"Tentu mau, tapi aku kurang pengalaman kerja," jawab Piter.


"Ayah ku akan memasukan mu di perusahaan cabang nya, tidak jauh dari sini, ayah kita juga akan masuk di sana, untuk pengalaman kerja kalian akan masuk sebagai karyawan magang terlebih dahulu, untuk menyesuaikan diri," kata Calvin.


"Terimakasih Calvin, kau dan ayah mertua mu sangat baik pada kami, aku akan menyampaikan hal ini pada ayah," ucap Piter.


"Nah mah tau saja, aku tidak enak mengatakan ini pada ayah, jika aku yang mengatakan nya aku seperti memaksa ayah ku untuk bekerja."


Erwin dan keluarga nya sedang dalam perjalanan ke Indonesia, semua biaya di tanggung oleh Calvin, Erwin merasa Calvin benar-benar memperlakukan nya seperti seorang ayah. Selama ini anak nya tidak pernah memperlakukan hal ini pada nya.


"Ayah kenapa kak Calvin tidak datang dari dulu, kenapa ayah tidak mencari nya dari dulu," ucap Rebecca.

__ADS_1


"Kenapa emang nya," tanya Erwin.


"Ya kita dari dulu akan hidup enak, lihat semua ini yah, belum apa-apa kita sudah di suruh pindah," jawab Rebecca.


"Ingat Rebecca jangan memanfaatkan kakak mu, dua sudah terlalu banyak membantu kita, dan jangan cari masalah dengan nya," kata Erwin.


"Sayang kamu mengancam anak kita, jangan menanggap anak kita murahan, dengan kamu katakan mencari masalah dengan anak mu," ujar Elisabeth.


Elisabeth mulai kesal pada Erwin karena selalu membicarakan dan membanggakan Calvin, apalagi saat Rebecca mulai di bawa-bawa oleh Erwin.


"Datang lah, aku akan mengirim alamat rumah ku," ucap Piter.


Teman-teman Piter yang sudah lama tidak bertemu dengan Piter langsung datang ke rumah itu, tentu saja pertemanan Piter dengan mereka bukan seperti Calvin dan para sepupu nya, mereka semua benar-benar sangat bebas.


Sesampainya di rumah Calvin langsung masuk ke dalam kamar nya, ia melihat Nila sedang berbaring dan dari ekspresi wajah nya seperti nya Nila menahan sakit.


"Kamu kenapa sayang," tanya Calvin sambil menangis mengusap rambut Nila.

__ADS_1


"Aku tidak tau sayang, yang seperti aku katakan tau aku sering merasakan sakit di perut dan pinggang ku, seperti kontraksi," jawab Nila.


"Aku akan memanggil dokter dulu, jangan kemana-mana." ucap Calvin.


Calvin langsung menghubungi dokter khusus keluarga Vins, Calvin mengusap perut besar Nila sambil menunggu dokter yang mereka panggil datang.


Setelah dokter datang Nila langsung di periksa, Calvin harap-harap cemas saat melihat Nila di periksa. Kedatangan dokter membuat yang lainnya mendekati kamar Nila, mereka juga khawatir pada Nila.


Vino melihat sudah ada perubahan dari tingkah laku Calvin, biasa nya Calvin akan menangis atau sangat panik melihat istri nya kesakitan tapi saat ini ia hanya terlihat panik bukan nangis seperti biasa nya.


"Apa mas Calvin tau resiko kehamilan di usia muda," tanya dokter.


"Tidak tau dokter, apa maksud nya," tanya Calvin.


"Di usia Nila yang masih muda, sebenarnya banyak sekali resiko yang mengancam keselamatan ibu dan anak yang di kandung. Nila dua kali memikul beban lebih besar di bandingkan dengan ibu hamil yang berusia matang."


"Matang berarti sudah masak dok," tanya Calvin.

__ADS_1


__ADS_2