
"Ayah mungkin ini terasa sangat aneh, tapi aku bertemu dengan wanita yang sangat mirip dengan Nila," ucap Calvin.
"Hanya mirip Calvin, banyak seseorang yang mirip di dunia ini."
"Bukan hanya mirip, mereka seperti kembar, aku juga sampai tidak bisa membedakan mereka berdua," ucap Calvin.
"Kau yakin Calvin, seberapa persen kemiripan mereka," tanya Vino.
"90 persen yah, wajah mereka sama persis, tapi mereka tidak mirip. Sisil lebih berisi di banding kan Nila," jawab Calvin.
"Namanya Sisil," tanya Vino.
"Iya yah, besok dia akan datang ke kamar ku, aku sudah membeli nya, karena dia bekerja sebagai wanita malam, tapi yang aneh dia belum pernah melayani siapapun," jawab Calvin.
"Dia masih perawan Calvin," tanya Vino.
"Tidak yah, kata nya dia belum pernah melayani siapapun setelah koma, aku semakin curiga jika dia benar-benar Nila."
"Aku memiliki tiga kemungkinan, pertama wanita itu memang Nila, ke dua dia adalah kembaran ku, Nathan dan Nila. Yang terakhir mungkin memang dia wanita asing yang sangat mirip dengan Nila," ujar Marvin.
__ADS_1
"Untuk kemungkinan ke dua, tidak mungkin karena kembaran kalian sudah meninggal, ayah dan kakek mu sudah meminta orang untuk mengecek kuburan nya, kata orang itu bayi yang ada di dalam kuburan itu memang kembaran kalian," kata Vino.
"Bisa saja orang itu berbohong atau mungkin dia benar-benar Nila," ucap Marvin.
"Apakah kalian ada yang melihat wajah Nila saat di kuburkan," tanya Calvin.
"Aku tidak, tapi aku langsung yang memasukan peti jenazah itu ke dalam liang lahat," jawab Marvin.
"Ayah masih melihat Nila sampai Nila di bersihkan di rumah sakit dan di masukan ke dalam peti, tapi setelah itu ayah langsung pergi karena kau Calvin jatuh pingsan beberapa kali," kata Vino.
"Jadi kemungkinan dia benar-benar Nila," ucap Calvin.
"Iya Calvin jika semua yang kau katakan benar, dia memang Nila, tapi percayalah dia sedang di kendali kan seseorang untuk menghancurkan keluarga kota."
"Ya ya ya aku paham, mungkin saat ini Sisil belum tau apa yang tuan nya inginkan karena dia benar-benar tidak suka aku panggil Nila," kata Calvin.
"Iya kau benar, selalu perhatikan perubahan nya, jika dia benar Nila pasti sifat asli Nila akan keluar jika ia bersama anak dan pria yang dia cintai," ucap Vino.
"Sayang, bantu daddy sayang." Calvin mencium dahi anak nya.
__ADS_1
Sementara itu Sisil sangat terkejut karena orang yang harus ia dekati adalah Calvin, pria yang tidur dengan nya kemarin malam.
"Apa salah pria itu, aku rasa pria itu sangat baik," batin Sisil sambil memandang foto Calvin yang Abraham berikan.
"Keluarga Vins, apa benar mereka melakukan kejahatan seperti itu, sampai tuan sangat dendam pada mereka."
Siang berganti malam, Tanpa sepengetahuan Calvin, Sisil datang ke hotel tempat Calvin menginap, ia mulai mendekati Calvin sesuai dengan perintah tuan nya.
"Kau Nila," ucap Piter.
"Aku Sisil, kenapa semua orang memanggil ku Nila," kata Sisil.
"Tidak kau benar-benar Nila, istri kakak ku," ucap Piter.
"Calvin kakak mu, aku wanita nya, nama ku Sisil bukan Nila."
"Piter dia Sisil bukan Nila, dia wanita ku," ucap Calvin sambil berjalan mendekati Sisil dan Piter.
"Calvin mana mungkin bisa, dia sangat mirip dengan Nila, kau jangan bercanda Calvin."
__ADS_1
"Siapa yang bercanda ayo masuk, ayah Vino dan Marvin datang," ucap Calvin.
"Uwekkkk," Marcel kembali menangis di gendongan paman nya.