Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 139 S2


__ADS_3

Ternyata tak seburuk yang ku fikirkan.


"Baiklah, tunggu sebentar." ucap citra dan pergi dari ruangan itu.


Vino pun kembali memeriksa pekerjaan yang di kerjakan citra dia masih belum percaya jika citra melakukan itu semua dengan waktu yang singkat.


"Seperti nya dia bisa ku andalkan." batin vino.


"Tok..tok..tok.." suara pintu di ketuk.


"Masuk." ucap vino.


Jamal dan andy yang sudah mendapatkan lampu hijau dari vino langsung masuk kedalam. Mereka sengaja mengetuk pintu karena mereka berdua sudah tau jika citra mulai bekerja di tempat ini, takut melihat hal yang sangat tidak diinginkan.


"Kalian, biasanya langsung masuk." tanya vino.


"Ah ngarang, itu nama nya tidak sopan." ucap jamal yang sedang bersandiwara.


"Iya vin, kami tidak pernah seperti itu." ujar andy.


Vino menaikan satu alis nya, karena tidak pernah melihat dua sahabat nya seperti ini.


"Sudahlah, ada apa kalian berdua datang." tanya vino.


"Emang tidak boleh datang kekantor adik sepupu." ucap andy dan merebahkan diri nya keatas sofa.


"Tidak, kalian mengganggu ku." ucap vino.


"Papah dan ayah nya andy sedang melakukan kunjungan, jadi kami berdua sekalian ikut." jelas jamal.


"Permisi." ucap citra sambil membawa segelas kopi.


"Wow, udah di buatin kopi aja ni." ujar andy.


"Ini ka kopi nya." ucap citra sambil meletakkan nya di atas meja.


"Hmmm." jawab vino.


"Apa kakak-kakak ini mau minum kopi juga." tanya citra.


"Tidak, mereka tidak minum." ujar vino.


"Cantik siapa nama kamu." tanya jamal.


"Citra ka." jawab citra.


"Panggil jamal saja, sayang juga boleh." ucap jamal.


"Brukk." vino membanting buku di atas meja yang membuat mereka semua terkejut.

__ADS_1


"Kau membangunkan singa yang sedang tertidur mal." ucap andy.


"Iya an, sebaik nya kita lekas pergi dari tempat ini." ujar jamal.


"Kami berdua pamit vin, maaf telah menagangu keromantisan kalian." ucap andy dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Bye cantik." ucap jamal sambil mengedip kan satu mata nya.


"Jangan pernah dekat dengan mereka berdua." ujar vino.


"Kenapa kan, bukannya mereka berdua teman dekat kakak." ucap citra.


"Jangan banyak tanya, aku tidak suka." ucap vino.


Citra kembali ke meja nya sambil membawa berkas yang harus ia kerjakan sedangkan vino membuka laptop nya sambil meminum kopi buatan citra. Vino membuka galeri di laptop nya yang berisi foto-foto nya dengan calista.


"Kenapa isi nya perempuan ******* itu semua." ucap vino dan langsung menghapus semua foto nya dengan calista.


Melihat foto-foto itu membuat vino kehilangan mood untuk berkerja, ia kembali menutup laptop nya.


"Aku ingin istirahat dulu, dan ingat jangan laporan kan ke daddy." ucap vino berjalan masuk kedalam ruang pribadi nya.


"Pantas saja papah memerintahkan ku untuk mengawasi nya, tingka laku nya semena-mena." batin citra.


Citra melanjutkan pekerjaan nya sampai selesai, ia sampai lupa kalau waktu jam istirahat sudah tiba. Perut nya yang sudah lapar mengisarat kan jika ia harus segara mengisi nya.


"Ah kenapa aku bisa lupa." ucap citra dan berbalik arah.


"Citra." ucap andy.


"Eh ka andy." ucap citra saat melihat andy.


"Mau kemana." tanya andy.


"Tadi rencana nya mau makan siang tapi lupa membawa uang." jawab citra.


"Ayo, aku traktir." ucap andy.


"Tidak ka, aku bisa meminta uang pada ka vino terlebih dahulu." tolak citra.


"Tidak papah, ayolah bukannya perut mu sudah lapar." ucap andy.


"Baiklah." jawab citra.


Mereka berdua pun makan berdua di kantin, citra merasa andy sangat berbeda dengan vino ia lebih asik untuk di ajak bercanda.


"Ka kalau boleh tau, kakak dan ka vino sudah bertema sejak kapan." tanya citra.


"Sejak kami di dalam kandungan." jawab andy dengan santai nya.

__ADS_1


"Ka andy lucu." ucap citra sambil menahan tawa nya.


"Aku berbicara serius, orang tua kami sangat dekat sebelum kami lahir. Ayah ku teman dekat dengan daddy nya vino dan mommy nya vino adalah adik dari ayah ku." jelas andy.


"Oww, berarti kalian berdua sepupuan." ujar citra.


"Begitulah, apa kamu sudah siap." tanya andy.


"Sudah ka." jawab citra.


"Ayo aku antar naik, aku juga harus segara ke tempat ayah." ucap andy.


"Aku bisa naik keatas sendiri ka, kalau kakak mau pergi tidak papah." ucap citra.


"Tidak, nanti aku dimakan vino lagi, membiarkan istri nya berjalan sendiri." ujar andy.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan kantin dan langsung naik keatas. Vino baru bangun dari tidur nya ia keluar dari ruangan pribadi nya dan tidak melihat keberadaan citra.


"Dimana perempuan itu." batin vino.


"Terimakasi ka andy." ucap citra.


"Iya sama-sama, titip salam untuk vino." ujar andy dan pergi meninggalkan citra.


Citra pun kembali masuk kedalam ruangan vino dengan keadaan perut nya sudah kenyang.


"Untung saja ada ka andy." ucap citra yang tidak sadar kalau vino sedang memperhatikan nya.


"Dari mana." tanya vino yang membuat citra sedikit terkejut.


"Makan siang ka." jawab citra.


"Dengan andy." tanya vino.


"Iya, tadi aku tidak membawa uang untung saja anda ka andy." jelas citra.


"Lain kali jika ingin makan panggil aku, aku tidak tidak ingin di katain tidak memberi nafkah istri ku." ucap vino dengan nada yang mulai tidak enak.


"Bukan begitu maksud ku." ujar citra.


"Sudahlah, aku keluar sebentar jika daddy menanyakan ku bilang saja aku lagi meting." ucap vino dan langsung meninggalkan citra.


"Seperti nya tugas ku semakin berat." ucap citra.


Citra mengambil ahli pekerjaan vino, dengan teliti ia mengejakan semua yang bisa ia kerjakan agar tidak ada kesalahan yang membuat vino marah pada nya.


Waktu menunjukkan pukul 4 sore vino masih belum menampakan batang hidung nya, stiven sedari tadi juga sudah menanyakan keberadaan vino dan dengan berbagai macam alasan citra menutupi nya.


Visual akan segera rilis..

__ADS_1


__ADS_2