
"Kak jangan di sini." Nila menahan kepala Calvin.
"Sayang jangan menahan ku." Calvin menyingkirkan tangan di kepala nya dan kembali melahap dua benda milik Nila.
"Hmmm kak." Nila semakin tidah bisa menahan sesuatu yang ingin meledak di dalam diri nya.
"Kak di Vila." Nila kembali menahan Calvin.
Calvin yang mulai tersadar jika hari sudah benar-benar gelap akhirnya memutuskan menghentikan kegiatan nya dan mengajak Nila kembali ke Vila.
Sementara itu Alka dan Amanda sedang memasak sesuatu di dapur. Amanda yang sedang hamil mudah sekali terasa lapar, untungnya diri nya dan Alka bisa memasak sekali pun makanan yang cukup sulit di olah.
Alka bertugas menggoreng ayam bumbu sedangkan Amanda memotong bawang dan cabai-cabaian untuk membuat sambal.
"Aku bantu." Ucap Alka.
"Kamu bisa mengulek sambal sayang." Tanya Amanda.
"Tentu bisa, sini aku ajari." Jawab Alka.
Alka berdiri di belakang tubuh Amanda, tangan mereka berdua bergerak mengulek bawang dan cabai yang telah di goreng sehingga mudah untuk di halus kan.
"Sayang, tangan kamu." Ucap Amanda.
"Kenapa sayang, kamu suka kan." Tanya Alka.
"Ayam nya sayang awas gosong." Ucap Amanda.
Dengan cepat Alka kembali ke penggorengan untuk mengangkat ayam yang telah matang. Setelah menggoreng ayam Alka kembali menggoreng ikan.
Tak lama Calvin dan Nila berjalan masuk ke dalam Vila, mereka berdua melihat begitu mesra nya Alka dan Amanda yang sedang memasak.
"Masak apa kak." Tanya Nila.
__ADS_1
"Makanan tradisional, kamu mandi lah dulu setelah itu kita makan." Jangan Amanda.
"Iya kak." Nila dan Calvin berjalan masuk ke dalam kamar.
"Sayang, cuci sayuran itu." Ucap Amanda.
"Hmmm baiklah, kamu sekarang suka menyuruh ku ya." Kata Alka.
Selesai membersihkan diri, seperti biasa nya Nila memakaikan pakaian Calvin. Hanya saja Nila belum mau memakai kan pakaian dalam Calvin karena menurut nya itu hal yang sangat memalukan. Calvin pun juga tidak mau mommy nya saja tidak pernah melihat pusaka milik nya.
"Kak, kenapa kamu sangat manja seperti ini." Tanya Nila.
"Aku tidak manja Nila, hanya saja aku sudah biasa di layani." Jawab Calvin.
"Jika mommy kakak tidak ada siapa yang memakai kan pakaian kakak."
"Aku memakainya sendiri, sekarang aku mempunyai istri dan istri ku yang wajib memakainya." Ucap Calvin.
"Aku memang tampan Nila, apa kamu baru menyadari nya."
"Tidak, aku sudah lama menyadari nya, kakak memang sangat tampan." Ucap Nila.
"Jangan menggoda ku Nila." Calvin menarik tubuh Nila kedelapan nya.
"Kita mau makan kak, jangan bermain-main."
"Aku tidak ingin makan bersama mereka, kita makan di kamar saja ya."
"Tidak, kita makan bersama mereka, mereka sudah memasak untuk kita dan kita harus menghargai itu." Ucap Nila.
"Baik lah, aku nurut saja dengan mu."
Amanda dan Alka sudah siap menyajikan makanan yang cukup sederhana, hanya ada ayam dan ikan goreng, sambal, sayuran segar sebagai pelengkap.
__ADS_1
Jika tidak karena Amanda, Alka tidak akan makan makanan ini, ia lebih suka makanan luar di banding kan makanan dalam negeri. Begitu juga dengan Calvin saat melihat menu yang tersedia nafsu makan Calvin menghilang. Ia belum pernah memakan makanan yang Amanda dan Alka masak.
"Kita makan ini sayang." Tanya Calvin.
"Jadi makan apa lagi, kaka Amanda dengan kak Alka sudah memasak nya." Jawab Nila.
Mereka berdua empat fokus dengan makanan mereka masing-masing, hanya saja Calvin tidak bisa makan menggunakan tangan nya langsung. dengan susah payan Calvin makan menggunakan garpu dan pisau.
"Sini aku bantu." Ucap Nila.
"Boleh." Calvin menyerah kan piring nya ke istri nya
Nila mulai menyuapi Calvin dengan tangan nya langsung, baru kali ini Nila melakukan hal seperti itu. Amanda saja cukup terkejut dengan perlakuan adik nya pada Calvin. Nila benar-benar sudah menunjukkan sikap dewasa nya.
"Enak sayang." Ucap Calvin.
"Makan lah yang banyak." Mereka berdua makan satu piring yang sama.
Alka juga ingin mendapat kan perhatian lebih pada Amanda, tapi saat melirik ke arah Amanda, Amanda sudah memberikan tatapan tajam yang membuat Alka mengurungkan keinginan nya.
"Sudah aku sudah kenyang, terimakasih." Ucap Calvin.
Setelah acara makan malam selesai mereka berempat berjalan ke depan Vila, melihat bintang yang berserakan di luar angkasa.
"Di kota kita tidak akan melihat pemandangan seindah ini." Ucap Alka.
"Kami masuk sebentar, kalian mengobrol lah dulu." Ucap Amanda dan pergi bersama Nila masuk ke dalam rumah.
Alka dan Calvin saling melirik dan langsung membuang wajah mereka masing-masing.
Note : Jangan tanya siapa pemeran utama di Novel ini, intinya mereka berempat tokoh utama dan akan mendapatkan bagian nya masing-masing.
Author juga hanya bisa up sedikit dan satu episode perhari karena sudah sibuk dengan kegiatan di dunia nyata. Terimakasih.
__ADS_1