Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 193


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa menangis," ucap Calvin sambil mengambil anak nya dari Marvin


Vino dan Marvin benar-benar terkejut dengan kedatangan Sisil, Nila dan Sisil sangat mirip sekali. Hati Vino ingin sekali memeluk anak nya itu.


"Kau siapa," tanya Vino.


"Aku Sisil om," jawab nya sambil tersenyum manis pada Vino.


"Boleh aku memeluk mu, mungkin kau sudah tau dari Calvin jika kau sangat mirip dengan Nila anak ku," tanya Vino.


"Apa benar om, saya sangat mirip dengan anak anda, bukannya Calvin hanya berbohong," tanya Sisil.


"Tidak Calvin tidak berbohong kau benar-benar sangat mirip dengan Nila anak ku," jawab Vino sambil mendekati Sisil dan langsung memeluk Sisil.


"Ayah jangan seperti itu," ucap Calvin.


"Maaf," kata Vino dan langsung melepaskan peluk kan itu.


"Maafkan ayah ku Sisil," ucap Calvin.


"Sayang tolong diam sebentar, kamu sudah daddy beri susu tapi juga tidak mau diam," kata Calvin.


"Boleh aku menggendong nya, mana tau aku bisa menenangkan nya," tanya Sisil.


"Kalau kamu mau boleh," ucap Calvin sambil memberikan Marcel pada Sisil, karena memang hal itu lah yang Calvin ingin kan. Calvin ingin tau bagaimana respon Marcel pada Sisil.

__ADS_1


Sisil menggendong Marcel sambil memberikan Marcel susu, tak lama Marcel terdiam dari tangisan nya.


"Ayah Marvin tolong biarkan aku dengan Sisil berdua di sini," ucap Calvin.


"Iya iya aku mengerti," kata Vino.


"Dia Nila Calvin, tapi kita harus berhati-hati pada nya," bisik Vino.


Setelah Vino dan Marvin pergi, Calvin berjalan mendekati Sisil yang sedang menidurkan Marcel. Calvin memeluk Sisil sambil meletakan dagu nya di pundak Sisil.


"Dia sudah tidur," tanya Calvin.


"Sudah jangan berisik, nanti dia bangun," jawab Sisil.


"Kenapa kamu datang ke sini, bukannya besok kamu baru kembali datang," tanya Calvin.


"Bukan nya kamu rindu milik ku, kamu ketagihan kan dengan milik ku ini," Calvin menggesekkan milik nya di dekat paha Sisil.


"Besar sekali," ucap Sisil.


"Hahaha kamu sudah merasakan nya kemarin sayang, dan kamu suka kan ahhh Calvin sakit, enak terus sayang."


"Jangan membicarakan hal itu, aku sedang menidurkan anak mu," ucap Sisil.


"Akan menjadi anak mu juga sayang," kata Calvin.

__ADS_1


"Letakkan di mana anak mu, dia sudah tidur dengan lelap," tanya Sisil.


"Di kamar kita sayang, ayo dia tidur kita main bersama," jawab Calvin.


Sisil dan Calvin membawa Marcel ke dalam kamar dan meletakkan Marcel ke atas kasur, secara perlahan mereka berdua juga ikut naik ke atas kasur.


"Mau apa," tanya Sisil.


"Aku juga mau tidur dan butuh milik mu yang besar itu," jawab Calvin.


"Ada anak mu, beri contoh yang baik pada nya," ucap Sisil.


"Sisil kau sudah mengatakan pada tuan mu kan jika kau sudah aku beli," tanya Calvin.


"Sudah, dan dia membiarkan ku pergi bersama mu, asalkan kamu memberikan uang yang banyak," jawab Sisil.


"20 M kau menikah dengan ku," ucap Calvin.


"35 M, aku akan menikah dengan mu," kata Sisil.


"Baiklah, meskipun uang yang tidak sedikit tapi demi kamu aku rela memberikan nya," ucap Calvin sambil mencium bibir Sisil.


Suara bibir mereka yang bertemu menimbulkan suara yang membuat Marcel terbangun dari tidur nya.


"Uekkk uekk uekkk," Marcel kembali menangis.

__ADS_1


Dengan cepat Sisil mendorong Calvin dan langsung memeluk Marcel agar kembali diam.


__ADS_2