Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 181


__ADS_3

"Aku sangat takut," ucap Marvin.


"Takut kenapa sayang," tanya Wulan.


"Aku takut kamu hamil dan seperti adik ku," jawab Marvin.


"Sayang jangan berfikir seperti itu, itu semua sudah takdir sayang. Mau aku hamil di umur berapa pun juga sudah waktunya, mau bagaimana lagi," ucap Wulan.


"Ahhhhh sayang," Marvin langsung memeluk Wulan.


"Ya sudah kita jangan melakukan nya dulu, sampai kamu benar-benar siap," kata Wulan.


"Ahhh tidak mau aku tidak bisa," ucap Marvin.


"Hahaha kata tidak mau aku hamil."


"Kan bisa memakai pengaman sayang," kata Marvin.


"Nanti seperti waktu itu, pengaman nya rusak dan akhirnya masuk juga," ucap Wulan.


"Jadi bagaimana ini, aku akan meminta saran ayah."


"Tidak perlu, aku bisa minum pil kok," kata Wulan.


"Syukurlah, ada penangkal nya," ucap Marvin.


Sementara itu Nathan sedang menunggu kedatangan Noya untuk melatih nya berjalan, sudah minggu diri nya tidak berlatih lagi.


"Maaf tuan saya terlambat," ucap Noya.

__ADS_1


"Hmmmm," gumam Nathan yang sama sekali tidak ada semangat sama sekali.


"Saya turut berduka cita atas kepergian adik anda tuan," ucap Noya.


"Terima kasih," kata Nathan.


Seperti biasa nya Noya memulai nya dari pijatan kecil, biasanya Nathan selalu protes dan cerewet saat Noya memijat nya, kali ini Nathan hanya diam menikmati pijatan dari Noya yang sebenarnya memang enak.


"Tuan, jangan bersedih seperti ini, saya merasa seperti bersama hantu," ucap Noya.


"Kau aneh, aku diam salah aku marah-marah juga salah," kata Nathan.


"Tidak begitu tuan, dari pada tuan bersedih begini, bagaimana kalau kita ke rumah tante ku, tante jennie. Dia sedang mengadakan acara," ucap Noya.


"Aku malas, kemana-mana," kata Nathan.


"Yakin tuan, tidak ingin melihat bodi gitar Spanyol," tanya Noya.


"Saya tuan," tanya Noya.


"Iya siapa lagi, sudah ayo cepat," jawab Nathan.


Di dalam kamar Noya celingukan mau melakukan apa, ia hanya duduk menunggu Nathan yang masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama Nathan kembali ke keluar hanya menggunakan celana pendek.


"Aku membawa ku ke sini, untuk mengambil kan pakaian ku," ucap Nathan sambil mendekati lemari nya.


"Eh maaf tuan." Noya langsung membantu Nathan mengambil kan pakaian nya.


"Terima kasih," ucap Nathan.

__ADS_1


"Sama-sama tuan, kalau banyak tersenyum begini, Anda semakin tampan tuan," kata Noya.


"Jangan menggoda ku, kau bukan tipe ku. Kau kurus kering aku suka yang seperti tante mu," ucap Nathan.


"Iya tuan saya sadar diri," kata Noya.


Setelah bersiap-siap mereka berdua langsung menuju ke ruangan Vino untuk meminta izin izin.


"Mau kemana," tanya Marvin.


"Ke pesta kau mau ikut," tanya Nathan.


"Tidak, aku ada kesibukan," jawab Marvin.


"Tolong beri tau ayah, aku mau pergi," ucap Nathan.


"Iya iya pergi lah," ucap Marvin.


Di perjalanan ke tempat pesta, Nathan mulai merasa jika selama ini dia terlalu kasar dan galak pada Noya yang baik seperti ini.


"Noya kita mulai sekarang kita berteman," ucap Nathan.


"Anda yakin tuan," tanya Noya.


"Kau mau tidak, aku tidak memberikan penawaran dua kali," jawab Nathan.


"Iya tuan saya mau," kata Nathan.


"Panggil aku dengan nama saja," ucap Nathan.

__ADS_1


Sesampainya di acara itu, Nathan terbelalak karena acara yang ia datangi seperti dugem.


"Maafkan saya tuan, saya terpaksa." batin Noya.


__ADS_2