Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 131 S2


__ADS_3

Selingkuh.


Setelah sarapan pagi vino dan stiven langsung menuju vins grub, sedangkan bella dan citra berencana ingin ke bellcake untuk memeriksa toko kue yang semakin maju itu.


Di vins grub vino di tempatkan stiven di ruangan yang di pakai aldy dulu sebelum aldy pindah ke perusahaan baru nya, di meja kerja nya vino sudah di hadapakan dengan tumpukan berkas yang harus ia selesaikan.


Belum vino menyentuh berkas itu stiven datang sambil membawa berkas lainnya, vino yang melihat itu hanya bisa menghembus kan nafas nya secara kasar.


"Selamat bekerja vin." ucap stiven


"Dad kenapa banyak sekali.?" tanya vino sedikit kesal.


"Ini bukan apa-apa vin." ucap stiven dan pergi meninggalkan vino.


Vino pun mulai menyentuh berkas-berkas itu sebenarnya ini bukan lah pekerjaan yang sulit bagi nya, dari kecil ia sudah terbiasa dengan urusan kantor tetapi karena ketidak tarikan nya pada dunia bisnis membuat nya malas mengasah kemampuan nya itu.


Setelah beberapa jam diri nya duduk di kursi itu ada dua orang tamu yang sama sekali tidak ia undang siapa lagi kalau bukan jamal dan andy.


"Calon bos besar ni." ucap jamal.


"Jangan kau buat adik ku kesal." ujar andy yang sengaja mennggoda vino.


Vino tidak menggubris dua sahabat nya itu, ia masi fokus dengan pekerjaan nya, andy yang di abaikan vino berjalan mendekati vino dan membisikan suatu hal pada nya.


"An jangan manggangu ku." ucap vino.


"Jangan terlalu kaku vin, lebih baik kita makan siang." ujar andy.


"Iya vin, aku dengar ada restoran baru yang rekomendid." ucap jamal.


"Kalian pergi lah, aku tidak ada waktu untuk itu." ucap vino.


"Jangan terlalu serius vin, bagaimana hubungan mu dengan calista, ku dengar dia sedang dekat dengan model lain." ujar andy.


Vino yang mendengar nama calista langsung menutup laptop nya dengan manatap ke arah andy dengan tatapan tanjam nya. "Itu hanya setingan." ucap vino.


"Kalau tidak bagaimana." ujar jamal.


"Kalau tidak, dia sedang bermain-main dengan maut." ucap vino.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar mencintai nya.?" tanya jamal.


"Iya, aku benar-benar mencintai nya. Aku tak seperti mu yang hanya mempermainkan wanita." jawab vino.


"Mulut mu tajam vin." ucap jamal.


"Sudalah ayo kita pergi, aku sudah lapar." ujar andy.


Sementara itu citra dan bella sedang berada di bellcake, bellcake sudah menjelmah menjadi toko kue yang sudah sangat maju, Mereka berdua pun masuk kedalam toko itu.


"Ris." ucap bella yang melihat ariksa sedang membungkus beberapa kue.


"Baru datang ni si big bos." ujar ariksa.


"Kamu si, padahal rumah kita hadap-hadapan tetapi kamu tidak memberi ku kabar jika mau kesini." ucap bella.


"Aku kesini karena si kecil lagi kepengen makan kue." ujar ariska.


"Apa mau nambah lagi." goda bella.


"Tidak bell, cukup andy dan alka saja sudah membuat ku repot." ujar ariksa.


"Bukannya alka sudah berumur 5 tahun, bisalah itu nambah satu lagi. Ka aldy pasti setuju." ucap bella.


"Vino saja sudah membuat ku pusing ris, untung vira berada di korea bersama kakek nenek nya." ucap ariska.


"Seharusnya kita sudah pantas memiliki seorang cucu bell." ujar ariska.


"Hahaha iya ris aku setuju." ucap bella.


"Hay cantik, apa kamu pacar nya vino?." ucap ariska yang melihat citra.


"Saya." ucap citra.


"Iya kamu." ujar ariska.


"Tidak ris, dia anak angkat ku." ucap bella sambil mengusap rambut citra.


"Anak angkat apa calon menantu ni." ujar ariska.

__ADS_1


"Anak angkat ris tapi kalau mau jadi calon menantu ya tidak papa." ucap bella.


Setelah puas bercanda dan tertawa bella dan citra masuk kedalam ruangan kerja sedangkan ariksa langsung pulang karena harus menjemput alka yang sebentar lagi pulang sekolah.


Setelah beberapa jam di toko, mereka berdua menuju mall terdekat, untuk membeli perlengkapan dapur dan lainnya.


"Kita cari baju dulu yuk." ujar bella.


"Iya tan." jawab citra.


Mereka berdua naik ke lantai 3 menuju butic langganan bella, sesampai nya di butic bella langsung memilih kan baju-baju dan pakaian lainnya untuk citra.


"Ini untuk aku tan." ujar citra.


"Iya, apa kamu tidak suka." tanya bella.


"Terimakasih tan." ucap citra sambil memeluk bella.


"Ka bella." teriak viona.


Bella yang namanya di panggil membalik badanya ke arah sumber suara. "Eh si pemilik butic datang." ucap bella.


Viona berjalan kearah bella dan langsung memeluk nya, karena semenjak kepergian viona ke korea mereka berdua jarang sekali bertemu.


"Kangen." ucap viona.


"Aku juga kengen." ujar bella.


"Nanti aku akan main kerumah." ucap viona.


"Datang la, kakak mu pasti juga merindukan mu." ujar bella.


Setelah puas berbelanja baju, mereka kembali turun ke lantai dasar untuk membeli perlengkapan dapur.


Siang berganti manjadi sore, vino dan dua sahabat nya sudah berjanjian untuk bertemu di agensi mereka dulu, mereka bertiga ingin membatalkan kontrak yang telah mereka buat dulu.


Saat ingin masuk kedalam gedung itu vino melihat calista sedang berjalan sambil bergandengan tangan bersama dengan laki-laki. Vino meminta andy dan jamal yang mengurus semua nya sedangkan dia diam-diam mengikuti calisata.


Calisata dan laki-laki itu berjalan menuju hotel yang tak jauh dari gedung agensi itu. Calista dan laki-laki itu tampak di meja resepsionis sedang memesan kamar, setelah calista pergi vino ke meja resepsionis untuk meminta kunci cadangan kamar yang calisata pesan.

__ADS_1


Awal nya resepsionis itu menolak dengan alasan privasi pelanggan tetapi dengan segelah kekuasaan keluarga vins vino dengan mudah mendapatkan kunci itu, ia menuju kelantai 23 tempat kamar calista berada. Di depan pintu kamar vino sempat diam sejenak fikirannya penuh dengan tanda tanya besar, dan dengan rasa yang sedikit tidak nyaman perlahan vino membuka pintu kamar itu.


Betapa terkejut nya vino saat melihat apa yang dilakukan calisata dengan laki-laki itu.


__ADS_2