
Calvin merasa sangat senang dapat bertemu dengan ayah kandung nya, pikiran nya tentang ayah nya ternyata salah Erwin benar-benar sangat baik dan perhatian pada nya.
Calvin seperti bocah yang baru bertemu dengan ayah nya, ia tidak berhenti memeluk Erwin karena ia benar-benar sangat merindukan sosok seorang ayah itu.
"Kau mau tinggal dengan ayah mu," tanya Erwin.
"Aku bingung, aku ingin tinggal dengan mu, tapi aku memiliki istri, aku tidak tega membawa nya keluar dari rumah orang tua nya," jawab Calvin.
"Kalau begitu tetap tinggal di sana, ayah akan mengunjungi mu setiap bulan, atau seminggu sekali," kata Erwin.
"Aku mau ayah tinggal di Indonesia, di sini ayah sendiri bukan, aku tidak mau ayah sendirian seperti aku dulu," ucap Calvin.
"Tidak nak, ayah sudah mempunyai seorang istri dan anak seperti mu," kata Erwin.
"Ayah sudah menikah lagi, kenapa apa ayah tidak sayang dengan mommy," tanya Calvin.
"Ayah sudah lama menikah Calvin, setelah kejadian yang membuat ayah berpisah dengan mommy mu, ayah langsung menikah dengan wanita lain, ayah sudah memiliki seorang anak yang tampan seperti mu," jawab Erwin.
__ADS_1
"Jangan bawa aku ke rumah mu, aku tidak mau bertemu dengan mereka," kata Calvin.
"Baru saja ayah ingin membawa mu, ayolah kau harus berkenalan dengan dua adik tiri mu," ucap Erwin.
Calvin tidak tega menolak permintaan orang tua nya, mau tidak mau ia ikut bersama dengan Erwin untuk ikut pulang. Vino memberikan izin Calvin untuk bersama ayah nya beberapa hari ini sebelum kembali ke Indonesia karena Nila tidak mungkin di tinggal terlalu lama.
Sementara itu di rumah sakit, Marvin lah yang bertugas menjaga dan merawat Nathan. Ia harus rela meninggalkan istri nya di rumah demi merawat Nathan.
"Kau benar-benar merepotkan ku," ucap Marvin.
"Kau yang membuat ku seperti ini, apa aku sudah cerita pada mu kenapa aku bisa kecelakaan," tanya Nathan.
"Dia bukan pacar ku, dia terlalu agresif," kata Nathan
"Begini ceritanya, saat kau pulang aku dan dia semakin berani untuk berbuat lebih. Aku mulai berani mencium nya, bibir nya lehernya, aku suka wanita yang agresif."
"Lanjutkan, berarti saat itu aku sedang membuat anak," kata Marvin.
__ADS_1
"Nah ayah menelepon ku untuk pulang, aku berniat membawa nya pulang karena kami belum puas berbincang, saat di jalan dia mulai berani menyentuh adik ku, mungkin di terpesona karena adik ku sangat besar. Dia semakin menggila dan naik ke atas tubuh ku, aku mulai tidak nyaman aku tidak mau keperjakaan ku hilang diambil oleh nya, saat semakin menggila aku kehilangan kendali dan kami menabrak truk bermuatan besi. Untung saja dia di atas tubuh ku jadi tubuh nya yang terancam besi itu," jelas Nathan.
"Pantas saja dia sampai koma, nyawa mu terselamatkan karena nya, sudah aku bilang jangan mencari wanita yang terlalu agresif, kau masih pejaka dan dia pasti sudah tidak suci lagi, itu akan membuat mu rugi, cari wanita baik-baik seperti istri ku," ucap Marvin.
"Kau benar, aku harus ke desa mencari wanita yang cocok untuk ku jadikan pacar ku," kata Nathan.
"Cari saja ke desa saudara kita," ucap Marvin.
"Aku tau, tante Anggun dari desa, aku akan meminta Rey untuk membawa ku ke desa nya," kata Nathan yang seperti nya ingin menyusul Marvin.
Sesampainya di rumah Erwin dan Calvin di sambut oleh keluarga dari Erwin, ternyata istri ayah nya seorang wanita bule yang sangat teramat cantik, Calvin bingung harus menggunakan bahasa apa untuk berbicara.
"Mereka fasih berbahasa Indonesia," ucap Erwin.
"Ini anak mu sayang, dia sangat tampan seperti mu," kata Elisabeth.
Anak kedua dari Erwin terpesona melihat ketampanan yang di pancarkan Calvin, jantung nya langsung berdetak sangat cepat ketika Melihat Calvin yang mulai tersenyum.
__ADS_1
"Rebecca, ini kakak mu Calvin," ucap Erwin.
Calvin tidak pernah mau bersalaman dengan wanita lain selain istri dan keluarga nya, menurut nya Rebecca salah satu wanita yang tidak boleh ia salami.