
Belalai.
Setelah selesai membersikan diri mereka berdua turun untuk makan malam walaupun hari sudah sangat malam, di rumah itu hanya tinggal mereka berdua yang berkutik di ruang makan karena yang lain nya sudah tidur.
Citra dan vino makan dengan lahap nya karena memang sudah sangat lapar, selesai makan malam citra langsung kembali masuk kedalam kamar nya sedang kan vino keluar rumah untuk menemui andy.
Andy tenga duduk di halaman depan rumah nya sambil memainkan hp milik nya dan tak lama vino datang dari arah belakang.
"Ada apa an, kenapa memanggil ku." ucap vino.
"Apa harus ada alasan yang penting agar bisa bertemu dengan mu." ujar andy.
"Seharus nya seperti itu." ucap vino dan ikut duduk di samping andy.
"Apa tadi kau menjumpai perempuan itu." tanya andy dengan menatap vino dengan tatapan tajam.
Vino yang mendapatkan pertanyaan itu langsung gugup dan bingung karena benar ia menjumpai mantan kekasih nya. Dengan alasan tertentu.
"Bagaimana kau bisa tau." tanya vino.
"Aku tau dari mana itu tidak penting vin, yang terpenting kau jauhi perempuan itu dan ingat vin kau sudah memiliki seorang istri." ucap andy.
"Jangan terlalu dalam ikut campur dengan kehidupan ku." ujar vino.
"Aku hanya tidak ingin melihat diantara kalian berdua ada yang tersakiti vin, seperti nya citra tulus dengan mu." ucap andy.
"Apa kau menyukai nya." tanya vino.
"Tidak bisa menutup kemungkinan aku menyukai nya, ingat jika kau menyakiti nya akan ku ambil dia dari hidup mu." ucap andy dan pergi meninggalkan vino.
"Aku tidak akan memberikan nya pada mu, dia istri ku selama nya akan tetap menjadi istri ku." ucap vino dengan nada yang cukup tinggi.
Andy menghentikan langkah kaki nya dan membalik badan nya "Bukannya hanya 90 hari." ucap andy.
Vino yang mendengar itu langsung diam seribu bahasa yang di katakan andy benar kalau ia akan mencerai kan citra setelah 90 hari bersamanya.
"Maaf vin, semoga dengan ini kau tidak menyiayiakan istri mu." ucap andy.
__ADS_1
Vino kembali masuk kedalaman rumah nya, ia langsung menuju kamar nya untuk istirahat. Di dalam kamar citra masi memegang kotak pemberian dari vino, ia akan membukanya setelah vino berada di dekat nya.
"Belum tidur." tanya vino.
"Belum, aku menunggu mu." jawab citra.
Vino berjalan kearah citra dan duduk di samping nya, ia jadi kefikiran dengan apa yang di ucapkan andy tadi. Ntah kenapa dia merasa tidak rela jika andy bersama citra saat ia menceraikannya nanti.
Citra membuka kotak itu, betapa bahagia nya ia saat melihat isi kotak itu. Benda yang selama ini ia ingin kan ada di dalam kotak itu.
"Ini untuk ku ka." ucap citra sambil memegang hp keluaran terbaru.
"Iya, jangan lupa pakai case nya." ucap vino.
Citra mengambil case hp tersebut yang bergambar foto vino saat menjadi model dulu.
"Kenapa harus foto ini." tanya citra.
"Menurut ku itu case terbaik yang ada di tokoh hp tadi, kau tau case ini sangat laris mungkin karena wajah tampan ku." jawab vino.
"Terimakasi." ucap citra dan memeluk vino dengan erat.
Tubuh vino langsung kaku seketika, rasa nya begitu aneh yang membuat nya tidak bisa mengartikan rasa itu. Perlukan itu sangat lah beda dengan pelukan yang biasa nya ia dapatkan dari orang lain. Saat vino ingin membalas pelukan itu citra melepaskan pelukan nya.
"Maaf." ucap citra gugup.
Bukan hanya citra vino pun sama gugup nya dengan citra, ia mengambil hp citra untuk menghilangkan rasa gugup nya.
"Ini nomor ku." ucap vino sambil mengetik nomor hp nya.
"Kenapa nama nya vino manusia tampan." tanya citra.
"Apa kau tidak bisa melihat ketampanan ku." ucap vino kembali mengembalikan hp citra.
Vino bangkit dari samping citra, ia berjalan ke tempat tidur nya karena sudah merasa sangat mengantuk. Sebelum tidur vino melepaskan baju nya karena merasa gerah, ntah mengapa akhir-akhir ini tubuh nya merasa gerah seketika.
Citra hanya bisa menelan air luda nya saat melihat vino melepaskan baju nya, tubuh nya juga terasa hangat seketika.
__ADS_1
"Ka kenapa di buka baju nya, apa tidak akan masuk angin." tanya citra.
"Tidak." jawab vino singkat.
Citra pun meletakan hp nya dan ikut tidur di samping vino dengan membelakangi nya, ia tidak sanggup jika harus melihat tubuh vino yang tidak mengenakan pakaian.
Malam telah berganti pagi, vino terbangun dari tidur saat merasakan ada yang sedang memeluk nya dengan erat. Perlahan vino membuka mata nya dan melihat citra yang masi tertidur dengan nyenyak.
Tubuh vino langsung terasa gerah seketika, saat merasakan kulit citra bersentuh dengan kulit nya langsung, belum lagi saat dua gunung kembar citra yang terlihat menonjol. Junior vino mulai beraksi yang membuat nya tidak nyaman, sial nya kaki citra tiba-tiba naik keatas junior vino yang tenga menengang.
"Sampai kapan aku harus tersiksa seperti ini." batin vino.
Vino mengakat kaki citra dari atas junior nya, ia melepaskan pelukan citra dengan hati-hati agar citra tidak bangun. Setelah berhasil lolos dari citra vino langsung berjalan kedalam kamar mandi untuk melakukan olahraga 5 jari.
"Sial." ucap vino.
Tak lama citra terbangun dari tidur nya, ia sudah tidak melihat vino di samping nya. Citra melihat jam yang sudah menunjukan pukul 7 pagi, pertanda kalau ia telat bangun pagi.
"Kenapa aku bisa telat begini, tidur ku terasa sangat nyenyak." ucap citra.
Saat berjalan kearah mandi citra mendengar suara germicik air. "Dia sedang mandi." batin citra dan langsung keruangan ganti.
Vino telah selesai dengan olahraga 5 jari nya, hari ini ia membuang benih nya dengan sia-sia. Vino keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk, saat ingin masuk kedalam ruang ganti naas nya handuk nya tercantol di gagang pintu ruang ganti sehingga lepas dari tubuh nya.
"Aaaakkk belalai." teriak citra saat melihat junior vino yang masi sedikit menegang.
Vino langsung berlari kearah citra dan mendekap mulut nya agar tidak berteriak lagi.
"Jangan teriak." ucap vino.
Citra pun menganggukan kepalah nya pertanda ia mengerti. Vino melepaskan dekapan itu, citra kembali berteriak saat melihat junior vino yang belum ia tutup.
"Kenapa belalai mu tidak kau tutup." teriak citra sambil menutup mata nya.
Vino yang menyadari itu langsung mengambil pakaian dalam nya dan memakai nya.
"Sudah, buka mata mu." ujar vino sambil memakai pakaian kerja nya.
__ADS_1